3 Ciri Orang yang Minim Empati

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Selasa, 15 Sep 2026 21:00 WIB
2. Meminimalkan Rasa Sakit dengan Ungkapan yang Singkat dan Mudah
Meminimalkan rasa sakit dengan ungkapan yang singkat dan mudah/ Foto: magnific.com/benzoix

Empati merupakan kemampuan untuk memahami dan turut merasakan emosi orang lain yang memungkinkan kita melihat berbagai hal dari sudut pandang orang lain serta terhubung dengan perasaan mereka.

Melansir dari Verywell Mind, keterampilan yang satu ini sangat penting untuk mempererat hubungan dan komunikasi, sekaligus menumbuhkan kebaikan dan kepercayaan, Beauties. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk bisa berempati dengan orang lain.

Ada orang-orang yang cenderung minim empati sehingga sulit untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Selain itu, orang-orang ini juga mungkin mengalami kendala dalam hal kemampuan kognitif dan emosional untuk memahami, menjalin keterhubungan, serta turut merasakan pengalaman orang lain untuk memahami penderitaan emosional mereka dengan lebih baik.

Berikut ini ada beberapa tanda orang yang kurang memiliki  empati  terhadap orang lain. Simak yuk, Beauties!

1. Cenderung Fokus pada Diri Sendiri

Kalimat

Cenderung fokus pada diri sendiri/ Foto: Magnific.com

Salah satu ciri orang yang minim empati yaitu cenderung fokus pada diri sendiri. Mereka kerap mengutamakan diri sendiri dan posisinya di dunia ini, hingga terkadang sama sekali tidak memikirkan orang lain, Beauties.

Mereka juga cenderung menempatkan kebutuhan mereka di atas kebutuhan semua orang lain. Seseorang yang hanya memikirkan diri sendiri akan selalu mengutamakan kepentingan pribadi dan tidak akan pernah memberikan empati yang dibutuhkan orang lain.

Empati melibatkan upaya memahami dan turut merasakan apa yang dialami orang lain, sedangkan sikap terlalu memikirkan diri sendiri ditandai dengan fokus yang berlebihan pada diri sendiri dan kebutuhan pribadi.

Penelitian menunjukkan bahwa media sosial serta penekanan pada citra dan penampilan dapat memicu perilaku yang berpusat pada diri sendiri, di mana individu lebih mengutamakan bagaimana mereka dipandang oleh orang lain daripada menjalin hubungan yang tulus.

2. Meminimalkan Rasa Sakit dengan Ungkapan yang Singkat dan Mudah

Tanda orang terlalu keras pada diri sendiri adalah menganggap perkataan buruk orang lain sebagai kesalahanmu dan merasa tidak berhak marah.

Meminimalkan rasa sakit dengan ungkapan yang singkat dan mudah/ Foto: magnific.com/benzoix

Melansir dari Cottonwood Psychology, ciri lainnya dari orang yang minim empati dilihat dari cara mereka menanggapi rasa sakit orang lain.

Misalnya, saat ada teman yang curhat tentang masalah keluarga yang menyakitkan, orang-orang yang minim empati akan memberikan respon yang singkat dan mudah, serta cenderung 'meminimalisir' rasa sakit yang dirasakan teman tersebut dengan mengatakan, "Semua hal bisa terjadi karena ada alasan di baliknya" atau "Lihatlah sisi positifnya saja".

Meskipun ungkapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun hal itu bisa terkesan 'meremehkan' kesedihan atau kesulitan yang dialami orang lain. Selain itu, ada perasaan-perasaan tertentu yang membutuhkan 'ruang' untuk diungkapkan seperti rasa kecewa, duka, takut, dan lainnya.

3. Sulit Melihat Sudut Pandang Apa Pun Selain Sudut Pandang Sendiri

orang yang tidak mampu berpikir kritis suka mengatakan kalimat “Ini tidak terlalu serius”.

Sulit melihat sudut pandang apa pun selain sudut pandang sendiri/ Foto: Magnific.com

Beauties, kemampuan melihat dari sudut pandang orang lain merupakan salah satu inti dari sikap empati. Sayangnya, orang-orang yang minim empati cenderung sulit melihat sudut pandang apa pun selain sudut pandang dirinya sendiri.

Misalnya saat ada orang yang menceritakan perdebatan dengan seseorang yang minim empati, mereka akan memberikan tanggapan seperti "Kalau itu aku, aku tidak akan pernah merasa seperti itu."

Kalimat tersebut bisa membuat orang yang mendengarnya menjadi frustrasi dan cenderung seolah membuat masalah yang dihadapi terasa kecil. Saat seseorang bercerita masalah kepadamu, sebaiknya kamu memahami dari sudut pandang si pencerita juga untuk bisa berempati dengan lebih baik, Beauties.

Orang dengan tingkat empati yang rendah sering kali terjebak dalam sudut pandang mereka sendiri. Mereka menilai orang lain berdasarkan apa yang akan mereka pikirkan, pilih, atau toleransi.

Hal ini menciptakan pola interaksi yang sempit, di mana perbedaan dianggap sebagai sesuatu yang salah, bukan sebagai sumber wawasan. Ketika seseorang tidak mampu keluar dari sudut pandangnya sendiri, percakapan bisa terasa sangat melelahkan. 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE