3 Kebiasaan yang Diam-Diam Menggerogoti Kepercayaan Dirimu

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 08:30 WIB
Perfeksionisme
Kepercayaan diri dapat terkikis ketika seseorang terjebak dalam standar yang terlalu tinggi dan sulit dipenuhi/Foto: Freepik/yanalya

Kepercayaan diri merupakan fondasi penting yang memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, membangun relasi, serta berkembang dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Sikap ini tidak terbentuk secara instan, melainkan dipengaruhi oleh pola pikir dan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.

Jika dibiarkan, hal-hal sederhana tersebut dapat perlahan mengikis keyakinan diri dan memengaruhi cara kita memandang kemampuan sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan buruk tersembunyi bisa menjadi penghambat perkembangan dirimu seperti yang dilansir dari Magnolia Psychotherapy berikut ini!

Dialog Batin Negatif

Kurang percaya diri sering muncul dari pola dialog batin yang dipenuhi keraguan dan kritik terhadap diri sendiri. Pikiran-pikiran ini memengaruhi sikap, perilaku, dan cara seseorang merespons tekanan. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menurunkan kualitas performa dan kesejahteraan emosional.
Kurang percaya diri sering berakar dari dialog batin negatif yang terus berulang tanpa disadari/Foto: Freepik

Dialog batin negatif (negative self-talk) adalah dialog internal yang terus berjalan di dalam pikiran kita hampir sepanjang hari dan sering kali tanpa kita sadari. Pola percakapan batin ini memengaruhi cara kita berpikir, membentuk keyakinan tentang diri sendiri dan dunia, memengaruhi cara kita menilai situasi, berinteraksi dengan orang lain, serta menentukan sikap dan tindakan yang kita ambil, termasuk saat menghadapi masalah hidup.

Dampaknya bisa melemahkan rasa percaya diri dalam berbagai situasi dan berpengaruh jangka panjang terhadap harga diri. Selain itu, negative self-talk juga berperan dalam kondisi emosional, kualitas performa, dan perilaku seseorang. Bentuknya dapat berupa kalimat seperti, "Aku tidak bisa melakukan ini", "Aku pasti akan melakukan kesalahan", atau "Aku tidak cukup baik, cantik, atau pintar".

Membandingkan Diri

Kepercayaan diri dapat menurun ketika seseorang terus-menerus membandingkan dirinya dengan orang lain/Foto: Freepik

Membandingkan diri dengan orang lain dapat menggerus kepercayaan diri dan harga diri karena perhatian kita cenderung tertuju pada kekurangan, bukan pada kualitas unik serta kekuatan yang dimiliki. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat memicu kecemasan dan depresi sekaligus memperkuat dialog batin negatif, perfeksionisme, dan kecenderungan menghindar.

Cara menghentikannya, penting untuk belajar bersikap lembut dan penuh pengertian pada diri sendiri, sebagaimana kita memperlakukan orang terdekat. Kita juga perlu secara sadar berfokus pada kekuatan, pencapaian, serta kualitas diri yang patut dihargai, dan membatasi paparan media sosial yang sering menampilkan versi kehidupan orang lain yang sudah dipilih dan dipoles.

Perfeksionisme

Kepercayaan diri dapat terkikis ketika seseorang terjebak dalam standar yang terlalu tinggi dan sulit dipenuhi/Foto: Freepik/yanalya

Perfeksionisme dapat secara perlahan menggerus rasa percaya diri, harga diri, dan kesehatan mental karena mendorong munculnya standar yang tidak realistis. Ketika harapan terlalu tinggi, kegagalan kecil pun terasa besar sehingga kepercayaan diri makin menurun dan muncul ketakutan terhadap kritik maupun kegagalan.

Untuk keluar dari siklus ini, kita perlu menghilangkan keyakinan bahwa kesempurnaan menentukan nilai diri, karena nilai seseorang tidak bergantung pada hasil tanpa cela. Selain itu, melatih sikap welas asih pada diri sendiri juga sangat krusial, terutama saat melakukan kesalahan atau menghadapi hambatan, karena sikap ini membantu kita bangkit lebih cepat, belajar dari pengalaman, dan menjaga kesehatan mental tetap stabil.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE