3 Kebiasaan yang Menguras Energi Tanpa Disadari

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 11 Aug 2026 18:00 WIB
Terlalu Banyak Mengambil Keputusan Kecil
Terlalu Banyak Mengambil Keputusan/Foto: Magnific

Kebiasaan yang menguras energi sering kali tidak disadari karena terlihat sebagai bagian dari rutinitas biasa, Beauties. Padahal, ada kalanya tubuh terasa lelah bukan karena pekerjaan yang menumpuk, melainkan karena kebiasaan kecil yang terus dilakukan setiap hari.

Mulai dari perhatian yang mudah terpecah hingga terlalu banyak mengambil keputusan kecil, semuanya dapat menguras energi mental secara perlahan meski terlihat tidak berpengaruh. Yuk, kita simak apa saja kebiasaannya dilansir dari Psychology Today!

Perhatian Mudah Terpecah karena Melakukan Banyak Hal Sekaligus

Perhatian yang Mudah Terpecah/Foto: Magnific

Pernahkah kamu membalas pesan sambil makan, berpindah-pindah aplikasi ketika bekerja, atau mengobrol sambil sesekali melihat ponsel? Kebiasaan seperti ini membuat perhatian terus berpindah sehingga kamu sulit benar-benar fokus pada satu aktivitas.

Sekilas, melakukan banyak hal sekaligus memang terasa lebih efisien. Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam Developmental Review meneliti perkembangan otak dalam konteks melakukan banyak aktivitas melalui berbagai media sekaligus dan menemukan hasil yang berbeda.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering melakukan banyak aktivitas melalui berbagai media cenderung memiliki kemampuan perhatian yang lebih rendah. Menariknya, kondisi itu tetap terjadi meskipun mereka merasa mampu melakukan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan.

Menurut para peneliti, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan kecenderungan mencari sensasi (sensation seeking), yaitu sifat yang membuat seseorang senang mencari banyak rangsangan sekaligus. Sifat ini juga dikaitkan dengan kemampuan yang lebih rendah dalam menyaring gangguan sehingga sistem perhatian eksekutif (executive attention), yang berfungsi menjaga fokus terhadap tujuan dan mengatur emosi, dapat ikut terganggu.

Meski demikian, penulis penelitian menjelaskan bahwa meditasi maupun latihan melatih perhatian dapat membantu membangun kembali kemampuan fokus. Sebaliknya, terlalu sering mengandalkan konsumsi media yang cepat dan terpecah-pecah justru dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk tetap hadir, fokus, serta mencapai tujuan dalam jangka panjang.

Terlalu Banyak Mengambil Keputusan Kecil

Terlalu Banyak Mengambil Keputusan/Foto: Magnific

Selain perhatian yang mudah terpecah, ada kebiasaan lain yang diam-diam membuat energi cepat habis, yaitu terlalu banyak mengambil keputusan kecil setiap hari. Meskipun terlihat sederhana, setiap keputusan tetap membutuhkan energi mental untuk diproses oleh otak.

Misalnya, memilih pakaian sebelum beraktivitas, terlalu lama menentukan menu makanan, atau menghabiskan beberapa menit hanya untuk memilih daftar putar lagu saat bekerja. Jika terus dilakukan, keputusan-keputusan kecil tersebut akan menumpuk dan menyisakan lebih sedikit energi untuk hal yang benar-benar penting.

Para peneliti menyebut kondisi ini sebagai kelelahan dalam mengambil keputusan (decision fatigue). Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology menjelaskan bahwa setiap keputusan, sekecil apa pun, mengambil sebagian dari cadangan sumber daya mental yang dimiliki seseorang.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan analisis konsep dengan meninjau berbagai literatur dari tujuh basis data penelitian utama. Hasilnya menunjukkan bahwa keputusan-keputusan kecil yang terus dilakukan sepanjang hari dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan berikutnya.

Terlalu Sibuk Mengejar Rutinitas Self-Care yang Sempurna

Mengejar Self-care yang Sempurna/Foto: Magnific

Banyak orang menganggap semakin padat rutinitas perawatan diri, semakin baik pula manfaatnya. Padahal, tidak sedikit yang bermeditasi, menulis jurnal, atau mengonsumsi makanan sehat hanya karena ingin mengikuti tren atau sekadar mencentang daftar kegiatan harian.

Media sosial juga memperkuat anggapan tersebut dengan menampilkan rutinitas kesehatan yang terlihat sempurna. Akibatnya, banyak orang lebih fokus pada penampilan di depan orang lain dibandingkan benar-benar memperhatikan kebutuhan mental dan emosinya sendiri.

Kondisi ini dapat menjadi masalah ketika perawatan diri berubah menjadi kewajiban yang justru menimbulkan stres. Jika setiap rutinitas terasa seperti beban yang harus diselesaikan, bisa jadi kamu sedang mengejar gambaran wellness yang ideal, bukan menjalani kebiasaan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhanmu.

Salah satu contohnya adalah memaksakan rutinitas perawatan kulit yang rumit hanya karena sedang populer, padahal belum tentu cocok dengan kondisi kulit maupun jadwal harian. Budaya self-care juga sering membuat seseorang merasa harus terus melakukan berbagai aktivitas, seperti yoga, mendaki gunung, atau meditasi agar dianggap menjaga diri dengan baik.

Beauties, menjaga energi bukan hanya soal beristirahat yang cukup, tetapi juga tentang mengurangi kebiasaan yang membebani pikiran. Mulailah fokus pada satu aktivitas, sederhanakan keputusan-keputusan kecil, dan jalani rutinitas perawatan diri sesuai kebutuhanmu agar energi tetap terjaga sepanjang hari.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE