3 Keputusan Hidup yang Bikin Deg-Degan, tapi Secara Psikologis Justru Bisa Menguntungkan

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 28 Mar 2026 17:00 WIB
Pindah ke Kota Baru di Mana Kamu Tidak Mengenal Siapa Pun
Keputusan besar dalam hidup seperti memulai kembali di kota baru menghadirkan tantangan sekaligus peluang/Foto: Freepik

Biasanya, ada momen dalam hidup ketika kita dihadapkan pada dua pilihan, tetap berada di zona nyaman atau mengambil langkah yang terasa berisiko. Pilihan seperti ini sering kali memicu kegelisahan karena otak secara alami memproses risiko sebagai potensi ancaman.

Secara biologis, rasa takut merupakan bagian dari mekanisme bertahan hidup yang dirancang untuk melindungi kita dari bahaya sehingga wajar jika tubuh merespons dengan tegang, jantung berdebar, atau pikiran dipenuhi kekhawatiran.

Namun, tidak semua keputusan berani dalam hidup yang memicu kecemasan akan berujung pada kegagalan atau bahaya. Dalam banyak kasus, justru pilihan yang terasa menantang mampu memperkuat ketahanan mental, meningkatkan kepercayaan diri, dan membuak peluang baru yang sebelumnya tak terpikirkan. Coba, deh, simak beberapa keputusan hidup yang menakutkan tapi menguntungkan yang dilansir dari Veg Out ini untuk lebih jelasnya!

Meninggalkan Karier yang Stabil Demi Sesuatu yang Benar-Benar Dipedulikan

Keputusan besar dalam hidup seperti beralih dari pekerjaan teknis yang rutin menuju bidang yang lebih sesuai minat membutuhkan kesiapan mental dan finansial. Fase dua tahun pertama sering dipenuhi ketidakpastian, baik dari sisi pemasukan maupun kepercayaan diri. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa bekerja berdasarkan dorongan intrinsik memiliki korelasi kuat dengan kesejahteraan psikologis.
Keputusan besar dalam hidup tidak selalu terlihat rasional di mata orang lain, terutama ketika menyangkut meninggalkan penghasilan tetap demi pekerjaan yang dirasa lebih bermakna/Foto: Freepik

Meninggalkan karier yang stabil demi pekerjaan yang benar-benar bermakna bukanlah keputusan yang mudah. Seseorang dapat mempersiapkannya dengan menabung secara disiplin selama beberapa tahun sebelum keluar dari bidang yang telah lama digeluti.

Namun, pada kenyataannya, dua tahun pertama setelah mengambil keputusan tersebut sering kali terasa berat karena tabungan berkurang, keraguan muncul hampir setiap hari, dan komentar skeptis dari lingkungan sekitar tidak dapat dihindari.

Meskipun begitu, dalam kajian psikologi karier, diketahui bahwa individu yang bekerja selaras dengan nilai pribadinya cenderung melaporkan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi, meskipun pendapatannya lebih rendah. Studi dari American Psychological Association menunjukkan bahwa motivasi intrinsik—dorongan untuk melakukan pekerjaan yang dianggap bermakna—berkorelasi dengan kesehatan mental dan kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan motivasi ekstrinsik seperti gaji tinggi.

Rasa cemas saat melihat tabungan menyusut merupakan hal yang wajar. Namun, peralihan dari pekerjaan yang bersifat teknis dan rutin menuju pekerjaan yang lebih sesuai dengan minat dapat menghadirkan sesuatu yang tidak selalu dapat diukur secara finansial, yaitu antusiasme yang tulus dalam menjalani hari kerja.

Pindah ke Kota Baru di Mana Kamu Tidak Mengenal Siapa Pun

Keputusan besar dalam hidup seperti memulai kembali di kota baru menghadirkan tantangan sekaligus peluang/Foto: Freepik

Pindah ke kota baru di mana kamu tidak mengenal siapa pun berarti memulai kembali dari awal. Situasi ini memaksamu membangun identitas tanpa peran lama atau ekspektasi yang sudah melekat.

Penelitian tentang relokasi yang diterbitkan di jurnal Climate Risk Management pada tahun 2025 menunjukkan bahwa meskipun masa adaptasi awal terasa sulit, banyak orang justru mengalami pertumbuhan pribadi yang lebih cepat setelah pindah. Mereka menjadi lebih terampil dalam memecahkan masalah, lebih mudah beradaptasi, dan lebih percaya diri menghadapi ketidakpastian. Dari proses itu, muncul kesadaran bahwa kamu mampu membangun kehidupan baru dari nol.

Menginvestasikan Sejumlah Besar Uang untuk Diri Sendiri

Keputusan berani dalam hidup sering kali terasa menakutkan, terutama saat menyangkut pengeluaran besar untuk pendidikan, terapi, atau coaching/Foto: Freepik/benzoix

Menginvestasikan uang dalam jumlah besar untuk pendidikan, terapi, atau coaching memang terasa menakutkan, apalagi ketika dana tersebut sebenarnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang terlihat lebih nyata seperti rumah atau mobil. Namun, penelitian dari National Institutes of Health menunjukkan bahwa pengembangan diri memberikan imbal hasil majemuk dalam jangka panjang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nanomedicine (London) pada tahun 2017 itu menunjukkan bahwa individu yang berinvestasi pada terapi, pendidikan, atau peningkatan keterampilan cenderung memiliki pendapatan yang lebih tinggi, hubungan yang lebih baik, serta taraf kepuasan hidup yang meningkat di kemudian hari. Oleh karena itu, investasi paling bernilai adalah investasi untuk membangun kapasitas diri dan menjadi pribadi yang diinginkan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE