3 Mitos Sejarah yang Masih Banyak Orang Percaya Sampai Sekarang

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 21 Feb 2026 19:30 WIB
Mitos sejarah sering terbentuk dari informasi lama yang diwariskan tanpa proses verifikasi yang memadai/Foto: Freepik/drobotdean

Sejarah sering kali dipahami secara keliru karena informasi yang diwariskan dari masa ke masa tidak selalu melalui proses verifikasi yang memadai. Cerita turun-temurun, buku pelajaran lama yang tidak diperbarui, serta representasi sejarah dalam budaya populer seperti film dan novel kerap membentuk narasi yang menyederhanakan atau bahkan menyimpang dari fakta sejarah sebenarnya.

Akibatnya, banyak mitos sejarah diterima sebagai kebenaran umum tanpa pernah dipertanyakan kembali. Oleh karena itu, melalui artikel yang dilansir dari Fodmap Everyday ini, yuk, kaji ulang pemahaman tersebut dengan mengungkap mitos-mitos sejarah populer yang keliru sekaligus meluruskan fakta berdasarkan kajian yang lebih akurat.

Columbus “Menemukan” Amerika


Sejarah populer yang keliru kerap menyebut Columbus sebagai penemu Amerika/Foto: Freepik

Narasi bahwa Columbus “menemukan” Amerika tidak sepenuhnya tepat, karena jauh sebelum kedatangannya pada tahun 1492, jutaan masyarakat pribumi telah lama tinggal di seluruh wilayah Amerika, dengan kota-kota yang maju, jalur perdagangan, serta sistem pertanian yang berkembang. Kedatangan Columbus hanya menghubungkan Eropa dengan sebuah dunia yang telah lama tumbuh dan berfungsi.

Bahkan, bukti arkeologis memperlihatkan bahwa peradaban-peradaban tersebut telah berkembang selama lebih dari 15.000 tahun. Meski demikian, pelayaran Columbus menandai awal kolonisasi Eropa yang kemudian membentuk ulang perdagangan global dan pola migrasi dunia.

(naq/naq)