Hubungan yang sehat membutuhkan dua orang yang sama-sama mampu memahami emosi, berkomunikasi dengan baik, dan bertanggung jawab atas perilakunya. Namun, ada kalanya salah satu pasangan justru lebih sering menjadi pihak yang menenangkan situasi, mengajak berdiskusi, hingga berusaha mencari solusi setiap kali muncul masalah.
Jika pola tersebut terus berulang, bisa jadi kamu bukan sekadar memiliki kesabaran yang lebih besar, melainkan memang menjadi satu-satunya pihak yang lebih memiliki kematangan emosional dalam hubungan. Sebelum pola ini makin menguras energi dan membuatmu merasa harus selalu bertanggung jawab atas keadaan hubungan, yuk, kenali beberapa tanda bahwa kamu satu-satunya yang memiliki kedewasaan emosional dalam hubungan seperti yang dilansir dari Your Tango berikut ini!
Kamu Menghadapi Konflik, Dia Menghindarinya
|
Dewasa secara emosional dalam hubungan berarti mampu menghadapi konflik tanpa menghindarinya/Foto: Magnific |
Dalam hubungan yang sehat dan matang secara emosional, konflik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan masalah yang perlu dihadapi dan diselesaikan bersama. Jika kamu selalu berusaha membicarakan masalah secara terbuka, sementara pasangan memilih menghindar atau menutup pembicaraan, beban emosional dalam hubungan akhirnya hanya dipikul olehmu.
Ketika pola ini terus terjadi, kamu juga yang harus memulai percakapan sulit sekaligus berusaha memperbaiki keadaan setelah perselisihan. Lama-kelamaan, kebutuhan emosionalmu bisa terabaikan dan rasa kesal pun menumpuk. Padahal, konflik yang dihadapi dengan komunikasi yang sehat dapat memperkuat hubungan, terutama jika kedua pihak sama-sama bersedia terlibat dalam prosesnya.