3 Tanda Kamu Lebih Tangguh dari yang Kamu Kira Menurut Ahli

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 13 Oct 2026 19:30 WIB
3 Tanda Kamu Lebih Tangguh dari yang Kamu Kira Menurut Ahli
Tanda Kamu Lebih Tangguh dari yang Kamu Kira Menurut Ahli/Foto: Pexels.com

Beauties, apakah kamu merasa hanya sekadar bisa "bertahan" dalam menjalani hari? Kamu merasa bahwa kamu mudah goyah di tengah kehidupan dengan tekanan yang tinggi. Kamu merasa kata tangguh tidak layak disematkan padamu.

Namun, resiliensi atau kemampuan seseorang untuk bangkit kembali sering kali disalahartikan sebagai ketangguhan atau kegigihan semata. Seolah-olah kita harus mampu menghadapi apa pun tanpa goyah sedikitpun dan terus-menerus tampil jadi sosok yang kuat.

Menurut asisten profesor psikologi dan konseling di New York Institute of Technology, Robert Alexander PhD, resiliensi sebenarnya lebih berkaitan dengan fleksibilitas psikologis dan kemampuan untuk terus melangkah maju meski dihadapkan pada situasi yang tidak nyaman.

Meski demikian, sifat tangguh tidak selalu terlihat jelas, terutama saat kita sedang melewati masa-masa sulit, Beauties.

"Sering kali, resiliensi muncul dalam bentuk hal-hal kecil yang mudah terlewatkan," kata Dr. Alexander. Bahkan, sekadar berhasil menjalani hari pun bisa menjadi tanda adanya ketangguhan, lho!

Berikut ini beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kamu sebenarnya adalah sosok yang tangguh, dirangkum dari The Healthy.

Tetap Hadir Walau Rasanya Sangat Berat

Sifat tangguh terkadang tidak selalu terlihat jelas, terutama saat kita sedang melewati masa-masa sulit. Namun, beberapa perilaku ini adalah ciri orang tangguh, seperti tetap hadir meski berat, meminta tolong, dan menjalani hari.

Tanda Kamu Lebih Tangguh dari yang Kamu Kira Menurut Ahli/Foto: Pexels.com

Pernah tetap hadir di kantor walau rasanya kamu sudah tidak ada tenaga? Atau tetap datang berkumpul bersama teman meski rasanya kamu ingin mengunci diri di kamar?

Tidak ada orang yang selalu merasa tenang dan stabil sepanjang waktu. Namun, jika kamu sedang merasa cemas, kewalahan, atau frustrasi tetapi tetap hadir dan menuntaskan tanggung jawab, itu adalah tanda ketangguhan, meskipun pada saat itu kamu mungkin tidak merasakannya demikian.

"Dari sudut pandang kognitif dan sistem saraf, ketangguhan berkaitan dengan seberapa efisien Anda merespons tantangan dan kemudian kembali ke kondisi dasar yang stabil," jelas Dr. Alexander. 

"Anda tetap merasakan stres. Namun, jika di tengah stres tersebut Anda tetap mengambil keputusan dan menjalankan tugas hingga selesai, itulah wujud ketangguhan," tambahnya.

Meminta Bantuan

Sifat tangguh terkadang tidak selalu terlihat jelas, terutama saat kita sedang melewati masa-masa sulit. Namun, beberapa perilaku ini adalah ciri orang tangguh, seperti tetap hadir meski berat, meminta tolong, dan menjalani hari.

Tanda Kamu Lebih Tangguh dari yang Kamu Kira Menurut Ahli/Foto: Pexels.com

Orang yang tangguh tidak mencoba melakukan segalanya sendirian. Jadi jika kamu meminta bantuan orang lain saat kesulitan, artinya kamu termasuk sosok tangguh, Beauties.

Meminta dan menerima bantuan dari orang lain merupakan tanda ketangguhan. Perlu dipahami bahwa mengetahui kapan harus mencari dukungan adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan.

Hal ini juga memperkuat hubungan sosial, dan menjadi sesuatu yang "ebih penting daripada yang sering disadari orang, menurut Dr. Alexander. 

"Interaksi yang suportif memberikan sinyal rasa aman, yang mempermudah pemulihan dari stres,” ujar Dr. Alexander.

“Sekadar” Menjalani Hari

Sifat tangguh terkadang tidak selalu terlihat jelas, terutama saat kita sedang melewati masa-masa sulit. Namun, beberapa perilaku ini adalah ciri orang tangguh, seperti tetap hadir meski berat, meminta tolong, dan menjalani hari.

Tanda Kamu Lebih Tangguh dari yang Kamu Kira Menurut Ahli/Foto: Pexels.com

Jika kamu merasa kewalahan dan nyaris tidak sanggup menyelesaikan tugas atau pekerjaan, mudah untuk berasumsi bahwa kamu tidak memiliki ketangguhan. Padahal, justru pada saat itulah ketangguhan sering kali muncul dalam bentuk yang paling bermakna, tapi kerap luput dari perhatian.

“Momen “sekadar menjalani hari” dapat membangun momentum dan mengubah pencapaian-pencapaian kecil menjadi kebiasaan yang sehat," ujar Adam Borland, PsyD, psikolog klinis di Cleveland Clinic.

Dr. Borland menekankan pentingnya melepaskan perfeksionisme dan menerima prinsip "cukup baik". Prinsip ini menjadi bentuk penerimaan diri yang dapat mengurangi kecemasan, kelelahan mental dan suasana hati yang buruk.

Penting untuk mengenali dan merayakan kemenangan-kemenangan kecil sehari-hari, terutama saat kita merasa kelelahan secara fisik maupun emosional. Dengan kata lain, ketangguhan tidak selalu tampak sebagai kemajuan yang pesat, Beauties. Sering kali, ketangguhan justru terlihat sebagai kegigihan untuk terus bertahan setiap harinya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE