3 Tips Ampuh Mencegah Burnout saat Bekerja Seharian

Via Indriyani | Beautynesia
Rabu, 24 Jun 2026 07:30 WIB
1. Siapkan To-Do List Setiap Minggu
Cegah burnout bisa dengan membuat to-do list mingguan untuk bekerja/Foto: Freepik/Jcomp

Beauties, pernahkah kamu merasa kelelahan sekali saat bekerja? Meski sudah berkali-kali mengganti posisi duduk atau bahkan setelah melakukan peregangan kecil-kecilan di tempat duduk, rasa yang timbul tidak kunjung hilang. Apabila kamu merasakannya, bisa jadi itu bukan sekadar kelelahan biasa tetapi sudah di tahap lelah fisik, mental, dan emosional, atau biasa disebut secara populer dengan istilah burnout. 

Apabila kamu menyadari bahwa ternyata sedang mengalami burnout akibat pekerjaan kantor yang menumpuk, janganlah panik dahulu. Langkah pertama yang diperlukan adalah menutup laptop untuk menepi sejenak sambil minum secangkir kopi hangat agar lebih rileks. Tinggalkan dahulu pekerjaan menumpuk tersebut beberapa menit saja. Pastikan waktu istirahat itu digunakan sebaik mungkin untuk mengisi kembali energi dengan melakukan hal-hal yang disukai. 

Kalau cara di atas tidak berhasil, tenang saja! Masih ada banyak tips dan trik lain untuk menyelesaikannya. Terdapat beberapa tips yang efektif untuk mencegah bahkan mengatasi burnout yang dirangkum dari CGAA dan Make Headway. Yuk, simak di bawah ini! 

1. Siapkan To-Do List Setiap Minggu

Cegah burnout bisa dengan membuat to-do list mingguan untuk bekerja/Foto: Freepik/Jcomp

Cegah burnout bisa dengan membuat to-do list mingguan untuk bekerja/Foto: Freepik/Jcomp

Saat bekerja, kadang-kadang kita merasa kelimpungan dalam menyelesaikannya, entah yang mana yang harus didahulukan karena semuanya terasa perlu dikerjakan lebih dulu. Meski tergolong sebagai orang yang cekatan dan dapat diandalkan, perasaan bingung dalam menentukan prioritas inilah yang tanpa sadar menjadikan kita burnout bahkan stres berlebihan. 

Untuk mengatasinya, kita perlu menyiapkan to-do list mingguan agar lebih mudah memilah mana prioritas dan mana yang perlu diseleksi atau bahkan ditunda pengerjaannya. Hal semacam ini dilakukan supaya kita tetap berada di jalur yang tepat serta sehat tanpa kewalahan sekaligus kehabisan energi. 

2. Belajar Mengatakan “Tidak” 

Mulailah mengatakan kata tidak untuk mencegah burnout/Foto: Freepik/Benzoix

Mulailah mengatakan kata tidak untuk mencegah burnout/Foto: Freepik/Benzoix

Bekerja sesuai tugas dan menyelesaikannya itu adalah hal biasa yang dilakukan sehari-hari. Namun, ada kalanya kita dimintai tolong mengerjakan sesuatu di luar tugas sehari-hari, entah karena sangat genting dan perlu dikerjakan cepat atau memang diberi tugas lembur mengerjakan suatu proyek baru oleh atasan. 

Di sinilah keberanian kita diuji. Apakah harus menerima dengan menggerutu di dalam hati atau menolak secara halus. Menolak bukan berarti dicap menjadi pemalas, melainkan bentuk dari perlindungan diri terhadap kapasitas energi. Jika beban kerja sudah penuh dan merasa tidak sanggup bahkan merasa burnout mengerjakan tugas sendiri, mulailah belajar menolak dengan sopan dan tegas. 

Berikan pengertian kepada rekan kerja atau atasan di kantor bahwa menambah tugas baru belum bisa dilakukan saat ini, jika dipaksa dikhawatirkan akan menurunkan kualitas kerja. Solusinya, kita bisa menawarkan untuk mengerjakannya besok atau menyesuaikannya dengan kepadatan jadwal mingguan, supaya kita tetap bisa membantu tanpa harus mengorbankan kesehatan mental.

3. Stop menjadi Perfeksionis

Mulailah untuk berhenti menjadi orang perfeksionis agar mencegah burnout/Foto dok: Freepik/Cookie_studio

Tahukah kamu, bahwa burnout bisa muncul karena kita terlalu perfeksionis? Selalu ingin terlihat sempurna dalam pekerjaan bisa menjadi bumerang fatal yang bisa memberi dampak signifikan.

Meskipun perfeksionis sangat membantu dalam menghasilkan penyelesaian pekerjaan yang bagus dan bisa mengesankan banyak orang, tetapi praktiknya justru membuat kita sering kali mengalami burnout. Oleh karena itu, mulailah untuk stop menjadi seseorang yang terlalu perfeksionis agar tetap terlindungi dan bahagia. 

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah pola pikir bahwa "selesai dengan baik" itu sudah jauh lebih cukup daripada "harus sempurna tetapi mengorbankan diri sendiri". Tegaskan pada diri sendiri untuk mengapresiasi setiap usaha maksimal yang sudah kita lakukan dan mulailah berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua hal di dunia kerja bisa berjalan 100% sesuai kendali kita. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)

RELATED ARTICLE