3 Toko Buku Paling Cantik di Dunia, Surganya Pecinta Buku dan Estetika
Para pencinta buku melakukan perjalanan bukan hanya untuk bertemu penulis, menemukan ide, atau menelusuri sejarah, melainkan juga untuk menikmati suasana ruangan dari tempat buku-buku itu dijual. Di sisi lain, toko buku yang istimewa bukan sekadar tempat membeli buku, melainkan juga ruang yang mampu memberikan pengalaman atau “pelarian” dari rutinitas sehari-hari, dan hal itu bisa dirasakan melalui desain dan arsitektur tokonya.
Beberapa toko buku terindah di dunia tidak hanya berfungsi sebagai tempat orang membeli buku, tetapi sudah menjadi tempat yang punya nilai khusus atau prestise sebagai destinasi wisata sekaligus tempat foto instagrammable. Nah, Beauties yang hobi baca bisa temukan 3 lokasi menakjubkan dari toko buku paling cantik di dunia ini lewat artikel yang dilansir dari Fodors Travel ini dan tambahkan ke daftar tempat favorit pribadimu sekarang juga!
Libreria Acqua Alta — Venesia, Italia
![]() Toko buku terindah di dunia ini berdiri di kawasan rawan banjir dekat Piazza San Marco, Venesia, dan dikenal dengan nama Libreria Acqua Alta/Foto: libreriacqualta.it |
Pada tahun 2002, penjual buku Venesia, Luigi Frizzo, menyewa tempat yang terletak di zona rawan banjir dekat Piazza San Marco. Meskipun tempat yang disewa berada di area yang rawan banjir, ia tidak mundur atau takut menghadapi risiko tersebut. Sebaliknya, ia justru memanfaatkan kondisi itu sebagai inspirasi dan menamai tokonya “Libreria Acqua Alta” yang merujuk pada fenomena pasang naik musiman di Venesia, yaitu ketika air laut secara rutin naik dan merembes ke bagian-bagian kota yang paling rendah, termasuk area di sekitar tokonya.
Toko ini menghadirkan koleksi buku yang beragam, mulai dari sejarah Venesia, buku seni, novel, komik, hingga edisi buku-buku bekas langka. Untuk melindungi ratusan ribu buku, termasuk karya langka dan yang sudah tidak dicetak lagi, Frizzo menciptakan sistem pertahanan banjir yang sudah dikembangkan sendiri dengan menyimpan buku di bak mandi, kotak kedap air, dan perahu gondola. Begitu pula tangga yang sekarang terlihat sebagai atraksi terkenal di Libreria Acqua Alta awalnya tidak dibuat untuk tujuan estetika atau sebagai objek wisata, tetapi sebagai solusi praktis untuk menyimpan buku-buku.
Boekhandel Dominicanen — Maastricht, Belanda
Toko buku paling cantik di dunia, Boekhandel Dominicanen di Maastricht, Belanda, menempati gereja Gotik abad ke-13 yang telah lama tidak digunakan untuk ibadah/Foto: museumnachtmaastricht.nl
Boekhandel Dominicanen, yang sebelumnya dikenal dengan nama Selexyz Dominicanen, berada di bangunan gereja bergaya Gotik dari abad ke-13. Gereja ini sudah tidak digunakan lagi untuk kegiatan keagamaan sejak lebih dari 200 tahun yang lalu.
Sejak tidak lagi difungsikan sebagai kegiatan keagamaan, bangunan ini telah digunakan untuk berbagai tujuan lain, mulai dari tempat parkir sepeda, gudang penyimpanan, hingga lokasi perayaan karnaval, sebelum dibuka kembali pada tahun 2006 sebagai toko buku.
Transformasi ini dipimpin oleh arsitek Belanda, Merkx + Girod, yang menjaga keutuhan langit-langit tinggi dan lukisan fresco gereja dengan menempatkan rak buku dua lantai dari baja hitam di sepanjang salah satu sisi nave (ruang utama gereja tempat jemaat biasanya berkumpul).
Kini, buku-bukulah yang memenuhi ruang yang dulu digunakan untuk nyanyian himne itu. Terdapat pilihan judul baru dan bekas dalam bahasa Belanda maupun Inggris di sana dan kabar baiknya, toko ini buka setiap hari lho, Beauties!
Shakespeare and Company — Paris, Prancis
Toko buku terindah di dunia, Shakespeare and Company berdiri di seberang Notre-Dame, tepatnya di 37 rue de la Bucherie, Paris/Foto: Unsplash/mana5280
Shakespeare and Company terletak tepat di seberang Notre-Dame, di 37 rue de la Bucherie, Paris. Toko buku ini berada di bekas biara abad ke-17 dan dibuka oleh ekspatriat Amerika, George Whitman, pada tahun 1951 sebagai pusat kegiatan sastra berbahasa Inggris di kota tersebut. Seiring waktu, toko ini menjadi tempat berkumpulnya banyak penulis ternama, termasuk Allen Ginsberg, James Baldwin, dan Julio Cortazar.
Awalnya toko ini bernama Le Mistral, lalu berganti nama menjadi Shakespeare and Company pada tahun 1964 sebagai bentuk penghormatan terhadap toko asli Shakespeare and Company yang didirikan oleh Sylvia Beach pada 1919 di Rue de l’Odéon, Paris. Selain menyelenggarakan acara dan festival sastra, toko ini juga menjalankan program Tumbleweeding, yang memungkinkan penulis tinggal, menulis, dan membaca di toko hingga sebulan lamanya sambil membantu kegiatan yang berlangsung di sana.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
