“Kalau sayurannya habis, boleh main tablet.”
Kalimat seperti ini mungkin sudah tidak asing bagi kita, terutama bagi para orang tua. Ya, memberikan hadiah memang bisa membuat anak lebih cepat melakukan sesuatu.
Namun, jika terlalu sering digunakan, reward atau penghargaan justru bisa membuat anak terbiasa melakukan sesuatu hanya karena mengharapkan imbalan. Padahal, yang ingin dibangun bukan sekadar kepatuhan, melainkan motivasi dari dalam diri anak. Lantas sejauh mana reward ini bisa mengganggu motivasi anak?
Reward Dapat Berhasil, Tetapi Sementara
|
Reward dapat membuat anak lebih termotivasi dalam jangka pendek, tetapi motivasi tersebut bisa menurun ketika hadiah tidak lagi diberikan/ Foto: Magnific.com/Magnific |
Memberikan hadiah dapat meningkatkan semangat anak dalam jangka pendek. Anak mungkin lebih rajin belajar karena dijanjikan mainan atau lebih cepat membereskan kamar karena mendapat tambahan waktu bermain. Masalahnya, ketika hadiah tersebut tidak lagi diberikan, motivasinya bisa ikut menurun. Anak akhirnya lebih fokus pada apa yang akan didapat daripada memahami alasan mengapa ia perlu melakukan hal tersebut.