4 Cara Mengenali Orang yang Suka Berbohong dari Ucapannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Sabtu, 20 Jun 2026 19:30 WIB
Nada Suaranya Terdengar Tidak Biasa
Nada Suara Terdengar Tak Biasa/Foto: Magnific

Cara mengenali orang yang suka berbohong ternyata tidak semudah yang sering digambarkan dalam film atau serial kriminal. Banyak orang mengira kebohongan bisa langsung terlihat, padahal kenyataannya jauh lebih rumit dari itu.

Menariknya, menurut Vanessa Van Edwards, penulis buku Captivate sekaligus pendiri Science of People, hanya sekitar 54 persen kebohongan yang berhasil dikenali dengan tepat. Bahkan, penelitiannya menunjukkan bahwa sebagian besar kebohongan justru lolos tanpa disadari oleh orang lain.

Oleh karena itu, kemampuan mengenali tanda-tanda kebohongan bisa menjadi keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Nah, Beauties, pernahkah kamu merasa ada seseorang yang ucapannya terdengar janggal, tetapi sulit menjelaskan alasannya?

Yuk, kita simak bagaimana cara mengenali orang yang suka berbohong dari ucapannya dilansir dari Forensic’s Colleges!

Pola Bicaranya Tiba-Tiba Berubah

Pola Bicara Berubah/Foto: Magnific

Menurut Gregg McCrary, mantan profiler kriminal FBI yang dikutip Forbes, perubahan pola bicara sering menjadi salah satu petunjuk awal adanya kebohongan. Karena itu, penting untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara seseorang berbicara dalam kondisi normal.

Misalnya, seseorang biasanya menjawab dengan santai dan lugas. Namun, ketika topik tertentu dibahas, ia tiba-tiba berbicara lebih cepat, lebih lambat, atau terdengar tidak senatural biasanya. Perubahan kecil seperti ini sering kali muncul ketika seseorang sedang merasa tertekan atau berusaha menyembunyikan sesuatu.

Tentu saja, perubahan pola bicara bukan bukti mutlak bahwa seseorang sedang berbohong. Namun, jika perubahan tersebut muncul tepat saat pertanyaan sensitif diajukan, kamu bisa mulai lebih memperhatikan konteks percakapannya.

Terlalu Sedikit Memberikan Detail

Sedikit Memberikan Detail/Foto: Magnific

Pernah bertanya sesuatu kepada seseorang, lalu jawabannya terasa sangat singkat dan sulit dikembangkan? Menurut peneliti yang dikutip American Psychological Association (APA), hal ini bisa menjadi salah satu tanda kebohongan melalui penghilangan informasi.

Ketika seseorang berkata jujur, biasanya ia mampu mengingat kembali kejadian yang dialami dan menambahkan detail-detail baru saat ditanya lebih lanjut. Sebaliknya, pembohong sering kesulitan keluar dari cerita yang sudah mereka siapkan.

Karena itulah, peneliti sering meminta seseorang menceritakan ulang sebuah kejadian secara lebih rinci atau bahkan dari urutan terbalik. Orang yang berkata jujur umumnya tetap konsisten, sedangkan pembohong lebih mudah tersandung oleh detail yang berubah-ubah.

Kalau kamu pernah merasa seseorang selalu memberikan jawaban pendek tanpa penjelasan tambahan, mungkin ada alasan mengapa informasi itu sengaja dibatasi.

Justru Memberikan Terlalu Banyak Detail

Terlalu Banyak Memberi Detail/Foto: Magnific

Kalau poin sebelumnya berbicara tentang informasi yang terlalu sedikit, kali ini justru kebalikannya. Penelitian dari Harvard Business School menemukan bahwa sebagian pembohong cenderung memberikan detail berlebihan saat bercerita.

Mengapa bisa begitu? Karena ketika seseorang mengarang cerita sambil berbicara, ia sering menambahkan berbagai informasi tambahan untuk membuat ceritanya terdengar lebih masuk akal. Akibatnya, penjelasan yang diberikan menjadi sangat panjang dan kadang terasa tidak relevan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pembohong lebih sering menggunakan kata-kata tertentu untuk menjauhkan dirinya dari cerita yang sedang dibahas. Misalnya dengan lebih banyak menggunakan kata "dia", "mereka", atau "orang itu" dibandingkan "saya".

Jadi, kalau suatu cerita terasa terlalu panjang dan penuh detail yang sebenarnya tidak diperlukan, mungkin ada baiknya kamu mendengarkannya dengan lebih kritis.

Nada Suaranya Terdengar Tidak Biasa

Nada Suara Terdengar Tak Biasa/Foto: Magnific

Saat seseorang gugup, nada suaranya sering berubah tanpa disadari. Hal inilah yang juga menjadi perhatian dalam berbagai penelitian mengenai deteksi kebohongan.

Dr. David Matsumoto, profesor psikologi dari San Francisco State University sekaligus CEO Humintell, menjelaskan bahwa perubahan nada suara dapat berkaitan dengan kebohongan. Namun menariknya, perubahan tersebut tidak selalu sama pada setiap kelompok budaya.

Dalam penelitiannya, peserta dari China cenderung berbicara dengan nada lebih tinggi saat berbohong. Sebaliknya, beberapa peserta Hispanik justru menunjukkan nada suara yang lebih rendah ketika tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Karena itu, Beauties, perubahan nada suara sebaiknya tidak langsung dijadikan satu-satunya patokan. Hal yang lebih penting adalah melihat apakah perubahan itu berbeda dari kebiasaan normal orang tersebut.

Cara mengenali orang yang suka berbohong memang tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat satu tanda saja. Setiap orang memiliki karakter, kebiasaan berbicara, dan respons emosional yang berbeda-beda.

Jadi, setelah membaca tanda-tanda di atas, apakah kamu pernah menemukan salah satu ciri tersebut dalam percakapan sehari-hari?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.