4 Ciri Kepribadian Orang Dewasa yang Tumbuh dengan Orang Tua Terlalu Kritis

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Jumat, 01 May 2026 19:30 WIB
3. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain
Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain/Foto: Freepik/freepik

Beauties, pernah merasa terlalu keras pada diri sendiri atau langsung merasa bersalah saat melakukan kesalahan kecil? Perasaan seperti ini kadang tidak muncul begitu saja.

Sebagian orang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kritik dan tuntutan tinggi. Tanpa disadari, pengalaman tersebut bisa membentuk cara seseorang memandang dirinya hingga dewasa.

Dilansir dari laman GE Editing, orang yang dibesarkan oleh orang tua terlalu kritis sering memiliki pola emosional tertentu. Pola ini kemudian terlihat dari beberapa ciri kepribadian yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran apa saja tandanya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Terlalu Sensitif

Terlalu Sensitif/Foto: Freepik/karlyukav

Beauties, orang yang tumbuh dengan kritik berlebihan sering menjadi lebih sensitif terhadap komentar orang lain. Bahkan kritik kecil bisa terasa sangat menyakitkan bagi mereka.

Hal ini terjadi karena sejak kecil mereka terbiasa merasa dinilai. Akibatnya, kritik sering dianggap sebagai tanda bahwa diri mereka masih banyak kekurangan. 

Pengalaman dibesarkan oleh orang tua yang terlalu kritis juga membuat mereka lebih waspada terhadap penilaian orang lain. Mereka sering mengantisipasi kemungkinan dikritik bahkan sebelum hal itu terjadi.

Mereka juga akan menjadi sangat berhati-hati dalam bertindak. Mereka berusaha menghindari kesalahan sekecil apa pun yang bisa memicu penilaian negatif.

2. Sering Menyalahkan Diri Sendiri

Sering Menyalahkan Diri Sendiri/Foto: Freepik/freepik

Tumbuh dengan banyak kritik dari orang tua bisa membuat seseorang terbiasa menyalahkan diri sendiri. Pola seperti ini sering terbawa hingga mereka dewasa.

Mereka cenderung menilai setiap tindakan dengan sangat keras. Bahkan kesalahan kecil pun bisa terasa seperti kegagalan besar.

Tidak jarang mereka fokus pada kekurangan yang sebenarnya sepele. Sementara pencapaian yang sudah diraih justru dianggap hal biasa.

Akibatnya, muncul perasaan seolah mereka tidak pernah cukup baik. Padahal, usaha yang mereka lakukan sebenarnya sudah banyak.

3. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain/Foto: Freepik/freepik

Sebagian orang yang tumbuh dengan orang tua terlalu kritis juga cenderung ingin menyenangkan orang lain. Mereka berusaha keras agar tidak mengecewakan siapa pun.

Hal ini muncul karena sejak kecil mereka terbiasa berusaha mendapatkan persetujuan. Pujian terasa seperti sesuatu yang harus diperjuangkan oleh mereka.

Akibatnya, mereka sering memprioritaskan orang lain daripada diri sendiri. Mereka takut membuat orang lain kecewa.

Kebiasaan ini akan membuat mereka mudah lelah secara emosional. Mereka terus berusaha memenuhi ekspektasi orang lain. 

4. Terbiasa Memikul Tanggung Jawab

Terbiasa Memikul Tanggung Jawab/Foto: Freepik/freepik

Pola asuh yang penuh kritik sering membuat seseorang merasa harus bertanggung jawab atas banyak hal. Bahkan pada situasi yang sebenarnya berada di luar kendali mereka.

Sejak kecil, mereka terbiasa berpikir bahwa semuanya harus dilakukan dengan benar. Jika tidak, mereka takut mendapat kritik lagi.

Kebiasaan ini kemudian terbawa hingga mereka dewasa. Mereka akan menjadi sosok yang sangat perfeksionis dalam banyak hal.

Tidak jarang mereka mengambil terlalu banyak tugas sekaligus. Semua dilakukan demi menghindari rasa bersalah atau mengecewakan orang lain.

Beauties, setiap orang memiliki cerita masa kecil yang ikut membentuk kepribadiannya saat dewasa. Termasuk pengalaman tumbuh dengan orang tua yang terlalu kritis.

Ketika kita mulai menyadari pola tersebut, kita juga punya kesempatan untuk membangun cara pandang yang lebih sehat terhadap diri sendiri.

***

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE