4 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Datang Terlambat Menurut Psikolog

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Minggu, 11 Jan 2026 11:30 WIB
2. Kurang Kesadaran Akan Waktu
Kurang kesadaran akan waktu. Mereka tidak optimis akan waktu dan merasa waktu mereka fleksibel./ Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Datang tepat waktu baik ke sebuah acara, kerja, ataupun ke kelas, memang merupakan perbuatan positif. Tepat waktu menunjukkan seseorang yang menghargai waktu. Namun tak jarang pula orang justru suka datang terlambat. Bahkan hampir setiap kali.

Ternyata orang yang suka datang terlambat punya ciri kepribadian yang mudah dikenali, Beauties. Psikolog Dr. Gayle MacBride, Ph.D., LP mengatakan kepada Parade bahwa orang yang konsisten terlambat mengomunikasikan mereka lebih menghargai waktu mereka sendiri dibandingkan waktu orang lain. "Perasaan diabaikan ini bisa sangat menjengkelkan, terutama dalam konteks profesional atau situasi pribadi yang berisiko tinggi," ucapnya.

1. Toxic Positivity

Orang yang suka telat terlalu optimis akan kemampuannya mengatur waktu. Namun kenyataannya sering meleset.

Orang yang suka telat terlalu optimis akan kemampuannya mengatur waktu. Namun kenyataannya sering meleset./ Foto: pexels.com/MikhailNilov

Ciri kepribadian pertama yang ditunjukkan oleh orang yang suka datang terlambat adalah toxic positivity. Ini karena mereka terlalu optimis akan kemampuannya mengatur waktu. Mereka merencanakan perjalanan hanya memakan waktu 10 menit, tapi melupakan waktu yang habis untuk parkir, macet, dan sebagainya.

2. Kurang Kesadaran Akan Waktu

Kurang kesadaran akan waktu. Mereka tidak optimis akan waktu dan merasa waktu mereka fleksibel.

Kurang kesadaran akan waktu. Mereka tidak optimis akan waktu dan merasa waktu mereka fleksibel./ Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Ada pula yang tidak optimis akan waktu, melainkan memang kurang kesadaran akan waktu. Psikolog Dr. Ernesto Lira de la Rosa, Ph.D. mengatakan kelalaian ini bisa berkaitan dengan “tantangan fungsi eksekutif, seperti yang terlihat pada ADHD, atau sekadar perbedaan kepribadian di mana waktu terasa lebih fleksibel.”

3. Kurang Regulasi Diri dan Mudah Terdistraksi

Kurang regulasi diri dan mudah terdistraksi. Terlalu asik bermain handphone, melihat notifikasi, chat orang, dan sebagainya bisa menyebabkan orang lupa waktu

Kurang regulasi diri dan mudah terdistraksi. Terlalu asik bermain handphone, melihat notifikasi, chat orang, dan sebagainya bisa menyebabkan orang lupa waktu/ Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Kurangnya kemampuan regulasi diri sehingga mereka mudah terdistraksi juga bisa jadi penyebab sering telat. Terlalu asik bermain handphone, melihat notifikasi, chat orang, dan sebagainya bisa menyebabkan orang lupa waktu. “Hal ini bisa disebabkan oleh gaya kepribadian, ADHD, atau kurangnya kemampuan mengatur diri. Menit-menit berlalu dengan cepat, tetapi orang-orang ini tidak menyadarinya,” imbuh Dr. MacBride.

4. Mencari Sensasi

Mereka menyukai rasa yang dialami saat terlambat. Mulai dari takut, deg-degan, hingga tekanan tertentu.

Mereka menyukai rasa yang dialami saat terlambat. Mulai dari takut, deg-degan, hingga tekanan tertentu./ Foto: Pexels.com/Gu Ko

Terlambat juga membuat seseorang merasakan sensasi mulai dari takut, deg-degan, hingga tekanan tertentu. Terkadang, ada orang yang justru mencari sensasi ini, Beauties. Melansir dari The Expert Editor, studi yang dilakukan Jeff Conte dari San Diego University menjelaskan orang yang sering terlambat cenderung lebih tertarik pada sensasi menegangkan yang ditimbulkan oleh tenggat waktu. Perasaan akan terlambat tidak menimbulkan stres yang berarti untuk mereka, melainkan mereka menikmati sensasi itu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE