4 Dampak Silent Treatment dalam Hubungan yang Perlu Kamu Ketahui

Ayu Novia | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 20:00 WIB
4. Merusak Hubungan hingga Meningkatkan Risiko Perceraian
Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/cookie_studio

Komunikasi menjadi kunci penting dalam hubungan. Dengan komunikasi yang jelas, kita dapat membangun hubungan sesuai yang diharapkan.

Namun, tak jarang demi menghindari konflik, banyak yang memilih melakukan silent treatment. Beauties pernah mendapatkan perlakuan tersebut atau melakukannya?

Kebiasaan silent treatment dalam hubungan tidak bisa diabaikan. Dampaknya bisa sangat serius untuk jangka panjang. Berikut adalah dampak silent treatment yang perlu kamu ketahui. Simak!

1. Menyebabkan Rasa Sakit Psikologis yang Nyata

silent treatment bukan sekadar membuat pasangan merasa sedih, dampaknya bisa dirasakan juga secara saraf. Menurut peneliti dari University of California, saat seseorang sengaja diabaikan, bagian otak yang aktif ternyata sama dengan bagian yang memproses rasa sakit fisik. Artinya, rasa sakit akibat didiamkan nyata dan bisa dibuktikan secara ilmiah.

Ilustrasi sedih/Foto: Freepik.com/jcomp

Beauties, silent treatment bukan sekadar membuat pasangan merasa sedih, dampaknya bisa dirasakan juga secara saraf. Menurut peneliti dari University of California, saat seseorang sengaja diabaikan, bagian otak yang aktif ternyata sama dengan bagian yang memproses rasa sakit fisik. Artinya, rasa sakit akibat didiamkan nyata dan bisa dibuktikan secara ilmiah.

Mengutip Psychology Today, kebiasaan ini memicu ketidakbahagiaan dan luka batin yang akan membuat konflik dalam hubungan semakin parah. Seseorang yang didiamkan akan merasa marah, merasa diabaikan, ditolak, hingga stres.

Jadi, meskipun terlihat diam dan pasif, silent treatment adalah bentuk serangan emosional yang sangat kuat.

2. Merasa Tidak Berharga dan Cemas

Dampak jangka panjang dari silent treatment adalah membuat penerimanya merasa tidak berharga dan memicu kecemasan.

Ilustrasi pasangan/Freepik: freepik

Dampak jangka panjang dari silent treatment adalah membuat penerimanya merasa tidak berharga dan memicu kecemasan. 

Melansir The Counselling Place, penelitian dari The Gottman Institute menunjukkan bahwa sekitar 67% pasangan melaporkan pernah mengalami silent treatment dalam hubungannya. Penerimanya ini dapat merasa tidak berharga, cemas, hingga depresi. 

Selain itu, silent treatment membuat seseorang jadi ragu dengan dirinya sendiri. Hal ini bisa membuka kembali luka lama atau trauma emosional dari masa lalu yang belum sembuh.

 

3. Menciptakan Hubungan yang Tidak Bahagia

Silent treatment menciptakan hubungan yang tidak bahagia

Ilustrasi pasangan/Foto: thinkstock

Silent treatment bukan cuma soal berhenti bicara, tapi juga soal kekuasaan dan kontrol. Melansir Quiet Connections, saat seseorang mendiamkan pasangannya, ia sedang memegang kendali penuh atas hubungan tersebut. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan, karena si pelaku yang menentukan kapan, bagaimana, dan apakah komunikasi boleh dilanjutkan atau tidak.

Christine E. Rittenour dalam Psychology Todaymenyebut bahwa silent treatment adalah bagian dari adu kekuatan dalam hubungan. Ini adalah taktik manipulasi yang sengaja dibuat membingungkan, sehingga membuat korbannya merasa terasingkan dan sangat frustrasi

4. Merusak Hubungan hingga Meningkatkan Risiko Perceraian

Dampak paling fatal dari silent treatment adalah potensi hancurnya sebuah hubungan.

Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/cookie_studio

Dampak paling fatal dari silent treatment adalah potensi hancurnya sebuah hubungan. Berdasarkan riset dari Gottman Institute, kebiasaan mendiamkan pasangan merupakan salah satu pemicu utama terjadinya perceraian.

Melansir Psychology Today, kebiasaan ini menutup jalan untuk menyelesaikan masalah secara sehat. Padahal, menurut para ahli, kunci hubungan yang awet bukan berarti tidak pernah bertengkar, tetapi kemampuan pasangan untuk membicarakan hal yang tidak disukainya secara terbuka dan hangat.

Pasangan yang terus-menerus menghindari konflik dengan cara silent treatment sebenarnya sedang menimbun bom waktu. Karena masalah inti tidak pernah selesai, kekecewaan akan terus menumpuk hingga hubungan mencapai titik hancur.

Beauties, itu dia 4 dampak serius dari silent treatment dalam hubungan. Silent treatment mungkin terasa seperti cara mudah untuk menghindari konflik, tapi dampaknya jauh lebih destruktif daripada pertengkaran terbuka. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE