4 Fakta Menarik Kampong Lorong Buangkok, Perkampungan Terakhir di Singapura yang Bersejarah
Singapura dikenal sebagai salah satu negara paling modern di dunia, memiliki deretan gedung pencakar langit, pusat bisnis yang megah, dan sistem transportasi yang canggih. Tapi siapa sangka, Beauties dibalik negara maju tersebut, masih ada sudut yang mempertahankan suasana khas masa lalu, yaitu adanya perkampungan tradisional terakhir di Singapura.
Kampong Lorong Buangkok merupakan perkampungan terakhir yang ada di daratan Singapura. Rumah-rumah kayu yang sederhana, jalanan setapak, dan tetangga-tetangga yang ramah. Perkampungan ini dibangun tahun 1956 oleh seorang pengusaha Tiongkok bernama Sng Teow Koon. Perkampungan ini dihuni oleh puluhan keluarga.
1. Kepala Desa Perempuan
Fakta menarik Kampong Lorong Buangkok. Memiliki kepala desa perempuan/Foto: instagram.com/finn.barr
Kampong Lorong Buangkok dipimpin oleh seorang kepala desa perempuan. Tanah kampung ini diwariskan kepada putri bungsu sang pendiri, yaitu Mdm Sng Mui Hong. Ia mempertahankan dan mengurus kampung yang memiliki nama lain “Kampung Selak Kain” ini karena janji kepada mendiang ayahnya untuk terus melestarikan kawasan. Kawasan ini sudah beberapa kali terancam direlokasi, namun dengan tegas pemilik tetap mempertahankan kampung ini.
Kampung ini juga memiliki keistimewaan lain yang menarik, Beauties yaitu keberagaman warga kampungnya. Keluarga Melayu dan Tionghoa telah hidup berdampingan dengan harmonis sejak puluhan tahun lalu. Di kampung ini juga terdapat surau yang dibangun oleh pemilik tanah untuk masyarakat muslim yang masih aktif digunakan untuk beribadah, seperti tarawih ramadan.
2. Biaya Sewa Tanah yang Sangat Murah
Fakta menarik Kampong Lorong Buangkok. Biaya sewa tanah yang sangat murah/Foto: instagram.com/zh_lee__
Singapura jadi salah satu kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia. Namun, pemilik tanah tetap memberikan harga yang sangat murah bagi para warga. Pemilik tanah menyewakan lahan bukan rumah langsung, biasanya rumah tersebut akan dibangun oleh warga sendiri.
Pemilik tanah menyewakan tanah sekitar belas hingga puluhan dolar Singapura saja atau sekitar Rp 100.000-300.000 per bulan. Kebijakan tersebut tetap dipertahankan oleh pemilik tanah yang ingin menjaga keberlangsungan kampung tersebut.
3. Arsitektur Rumah Kayu Khas Zaman Dulu
Fakta menarik Kampong Lorong Buangkok. Arsitektur rumah kayu khas zaman dulu/Foto: instagram.com/tflpaper
Salah satu daya tarik utama Kampung Lorong Buangkok yaitu deretan rumah kayu tradisional yang berdiri kokoh. Sebagian besar, rumah di kampung ini dibangun menggunakan kayu dan beratap seng. Desain ini mencerminkan gaya hidup masyarakat Singapura era 1950-1960-an.
Rumah-rumah dengan teras terbuka, jendela yang terbuka lebar dan banyak, juga halaman yang penuh dengan tanaman. Kampung ini menjadi pemandangan yang kontras di tengah gedung-gedung modern yang berada di sekelilingnya.
4. Menjadi Destinasi Wisata Budaya
Fakta menarik Kampong Lorong Buangkok. Menjadi destinasi wisata budaya/Foto: instagram.com/soradiant803
Kampung Lorong Buangkok yang menarik menjadi destinasi wisata budaya yang unik. Banyak wisatawan lokal maupun internasional yang ingin menikmati suasana kampung yang tenang di negara yang padat dan penuh hiruk pikuk.
Kampung Selak Kain memiliki keragaman budaya yang harmonis, menjadi tempat pelarian yang menenangkan dan menyadarkan bahwa ada kedamaian di tengah kesibukan kota Singapura, dan saksi bisu perkembangan Singapura dari masa ke masa menjadikan kampung ini destinasi wisata dan sejarah yang menarik dikunjungi.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!