4 Kalimat Ini Diucapkan Orang yang Pura-Pura Menjadi Korban

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Jumat, 27 Feb 2026 12:00 WIB
1. “Aku Tidak Tahu Caranya”
Ilustrasi dua orang yang sedang berdebat/Foto: Pexels.com/Ketut Subiyanto

Dia pelakunya, tetapi justru dia yang berlaga sebagai korban. Dia bukanlah korban sesungguhnya, tetapi suka mendramatisir keadaan. Merasa paling tersakiti, si paling korban, dan dirugikan atas apa yang terjadi. Pernah menjumpai orang seperti itu?

Yap, bagi anak Gen Z itu bisa diartikan sebagai orang yang suka playing victim. Merujuk Psychology Today, orang yang berperan sebagai korban secara aktif memanipulasi orang lain dengan cara mencari perhatian, menimbulkan rasa bersalah dalam diri orang lain, dan menghindari pertanggungjawaban.

Lantas dalam realita sehari-hari bagaimana mengenali ciri-ciri orang yang playing victim? Kalimat atau frasa apakah yang sering diucapkan oleh orang-orang yang pura-pura sebagai korban?

1. “Aku Tidak Tahu Caranya”

Ilustrasi dua orang yang sedang berdebat/Foto: Pexels.com/Ketut Subiyanto

Kalimat semacam ini sering jadi andalan pelaku playing victim. Mereka sebenarnya mampu mencobanya, tetapi memilih untuk menghindar. Penghindaran tersebut seringkali berasal dari ketakutan akan kegagalan atau kerentanan.

Dalam hubungan, pola ini dapat membuat salah satu pasangan merasa seperti satu-satunya orang dewasa dalam ruangan itu, yang memikul beban emosional dan praktis dari hubungan tersebut.

2. “Kan, Kamu Sih. Aku Tidak Ada Pilihan Lain. Lagian Kenapa Kamu Tadi Begitu.”

Ilustrasi orang sedang berselisih paham/Foto: Pexels.com/Vera Artic

Bukan hal yang aneh untuk pelaku playing victim mengalihkan tanggung jawabnya pada orang lain, bahkan untuk hal-hal yang mereka sebabkan secara langsung.

Mereka mungkin mengatakan bahwa mereka “tidak punya pilihan” atau bertindak seolah-olah tindakanmu membuat kesalahan mereka tidak bisa dihindari. Seiring waktu, pola hubungan toksik ini bisa membuat kamu merasa bersalah atas apa yang sebenarnya bukan salahmu, melansir Marriage.

 

3. “Tidak Ada yang Peduli Denganku. Segala Hal Buruk Selalu Terjadi Padaku.”

Ilustrasi orang yang selalu berpikir tidak ada yang peduli dengannya/Foto: Pexels.com/Mart Production

Next, membicarakan hal-hal negatif terhadap diri sendiri seperti “Tidak ada yang peduli padaku. Segala hal buruk selalu terjadi,” juga masuk dalam ciri-ciri orang yang playing victim. Salah satu tujuan dari tindakan ini adalah membuat orang lain merasa kasihan.

Lambat laun, pola pikir negatif ini akan memanipulasi diri mereka untuk tidak melakukan pergerakan sama sekali. Hal ini selaras dengan definisi pelaku playing victim menurut Dr. Brandy Smith, psikolog berlisensi spesialis anxiety di Birmingham.

Mengutip Thriveworks, Dr. Smith mengatakan bahwa pelaku playing victim cenderung terus mengeluh tanpa mengambil langkah untuk memperbaiki keadaan dan berbicara seolah-olah situasinya selalu lebih buruk dari orang lain.  

4. “Aku Tidak Akan Mentoleransi Perilaku Seperti Itu dalam Hidupku.”

Ilustrasi orang yang sedang marah sekaligus sedih/Foto: Pexels.com/Liza Summer

Menurut psikiater Steven Gans, yang melansir Your Tango, orang yang selalu berperan sebagai korban seringkali menghadapi situasi dari sudut pandang negatif. Mereka cenderung marah ketika orang lain mencoba menghiburnya dan menganjurkannya untuk mengambil kendali yang sebenarnya ingin mereka hindari dalam hidup.

Itulah sederet frasa atau kalimat yang sering diucapkan oleh orang-orang yang selalu merasa sebagai korban. Kalau menurut, Beauties, adakah ciri lainnya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE