4 Kalimat yang Sering Diucap Atasan Toksik di Tempat Kerja

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 22 Apr 2026 12:04 WIB
“Kamu Terlalu Sensitif”
Ilustrasi karyawan dan bos/Foto: Freepik.com

Menghadapi atasan toksik menjadi tantangan berat bagi para karyawan. Kondisi ini tidak hanya menguras energi secara fisik, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan mental.

Bahkan, sebuah studi Pew Research Center tentang fenomena pengunduran diri mengungkapkan atasan yang buruk adalah salah satu pendorong terbesar bagi karyawan untuk meninggalkan pekerjaan.

Selain melalui tindakannya, atasan toksik juga bisa dikenali dari kalimat yang diucapkannya sehari-hari. Menurut YourTango, ini dia deretan kalimat yang sering diucap atasan toksik di tempat kerja. Simak!

“Cari Solusinya Sendiri”

kalimat yang sering diucap atasan toksik di tempat kerja. Saat karyawannya mengalami masalah, atasan toksik cenderung tidak akan membantu. Mereka akan dengan cepat dan ketus mengatakan, “cari solusinya sendiri”.

Ilustrasi karyawan dan bos/Foto: Freepik.com/DC Studio

Saat karyawannya mengalami masalah, atasan toksik cenderung tidak akan membantu. Mereka akan dengan cepat dan ketus mengatakan, “cari solusinya sendiri”.

Meski penting bagi karyawan menemukan cara penyelesaian masalahnya sendiri, tetapi mengatakan kalimat tersebut tidak bisa dibenarkan. Mereka tidak berupaya untuk memberi arahan, tidak mendukung, dan tidak memberikan ketenangan kepada para pekerjanya.

Alih-alih memotivasi, kalimat tersebut justru dapat merusak kepercayaan diri karyawannya. Padahal, kerja sama di tempat kerja sangat penting untuk budaya kerja yang sehat.

Seorang pemimpin tidak bisa melepas tanggung jawab begitu saja. Walau lingkungan kerja menuntut karyawannya untuk produktif dan kompetitif, membimbing dan mendukung karyawan sangat penting untuk kesuksesan bersama.

“Kami Belum Pernah Melakukan Cara Itu”

kalimat yang sering diucap atasan toksik di tempat kerja. Atasan toksik akan langsung mengatakan, “kami belum pernah melakukan cara itu” saat karyawannya menawarkan opsi lain untuk menyelesaikan masalah.

Ilustrasi karyawan dan bos/Foto: Freepik.com/yanalya

Atasan toksik akan langsung mengatakan, “kami belum pernah melakukan cara itu” saat karyawannya menawarkan opsi lain untuk menyelesaikan masalah.

Kalimat tersebut memang terkesan biasa, tetapi sebenarnya bisa mengecilkan hati dan membatasi ide karyawan. Sebaliknya, pemimpin yang hebat akan mendorong ide-ide baru dan mendukung karyawan mengeksplorasi berbagai cara menariknya.

Menurut laporan dari Stanford Social Innovation Review mengenai perubahan sosial di tempat kerja, ada tiga tipe pemimpin sukses, yakni penggerak perubahan, inovator, dan pengatur. Saat seorang bos tertutup dengan ide-ide baru yang inovatif, mereka tidak hanya gagal mendukung karyawan, tetapi juga menutup diri dari kesuksesan baru, ide-ide, dan budaya tempat kerja yang lebih baik.

“Kamu Terlalu Sensitif”

kalimat yang sering diucap atasan toksik di tempat kerja

Ilustrasi karyawan dan bos/Foto: Freepik.com

Bos toksik sering kali menjadi orang terakhir yang tersadar bahwa dirinya melakukan kesalahan. Lalu, mereka akan mengatakan, “kamu terlalu sensitif” sebagai tamengnya.

Mereka menolak untuk mengakui kesalahan. Bos toksik akan dengan cepat melemparkan masalahnya padamu untuk diselesaikan.

“Ini Sepertinya Masalahmu”

kalimat yang sering diucap atasan toksik di tempat kerja. Ciri pemimpin toksik juga akan mengatakan kalimat, “Ini sepertinya masalahmu” saat karyawanya dihadapkan dengan kesulitan.

Ilustrasi karyawan dan bos/Foto: Freepik.com/katemangostar

Ciri pemimpin toksik juga akan mengatakan kalimat, “Ini sepertinya masalahmu” saat karyawannya dihadapkan dengan kesulitan.

Tak bisa dipungkiri, memang ada kalanya tugas atau masalah harus diselesaikan sendiri. Namun, pemimpin yang baik tidak akan menyampaikan kalimat tersebut, apalagi dengan nada mengabaikan.

Terkadang kalimat ini muncul saat karyawan memiliki masalah di luar pekerjaan yang menyangkut keluarga, kesehatan, atau kebutuhannya. Atasan toksik cenderung mengabaikan karena beberapa alasan, termasuk kurangnya empati.

Jika atasan tidak memberi dukungan saat karyawannya kesulitan, mereka telah menyimpang dari peran kepemimpinan yang sesungguhnya.

Beauties, itu dia deretan kalimat yang sering diucap atasan toksik di tempat kerja. Bagaimana, kamu pernah menemuinya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE