4 Kiat Berhenti Menjadi Seorang People Pleaser

Farah Rafalani | Beautynesia
Selasa, 11 Aug 2026 10:30 WIB
2. Menerapkan Batasan
Ilustrasi menerapkan batasan/ Foto: unsplash.com/Fallon Michael

People pleaser berbeda dengan sekedar bersikap baik pada orang lain. Karena bukan sekadar bersikap baik saja, namun kamu sampai mengubah sikap dan terlalu berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang di sekitar.

Menjadi seorang people pleaser malah bisa menjadi salah satu penyebab kita mudah merasakan burnout. Berikut beberapa kiat yang bisa kamu terapkan untuk tidak lagi menjadi people pleaser. Yuk, simak!

1. Belajar Memprioritaskan Diri Sendiri

Ilustrasi belajar memprioritaskan diri sendiri/ Foto: unsplash.com/Emilia Niedźwiedzka

Membuat diri sendiri sebagai prioritas adalah salah satu cara berhenti jadi people pleaser. Mengutip Healthline, kita membutuhkan energi serta kapabilitas emosional yang cukup untuk bisa sampai pada titik bisa membantu orang lain.

Maka dari itu, penting sekali sebenarnya untuk belajar menerapkan membuat diri sendiri sebagai prioritas. Melakukan hal ini bisa membuat dirimu dijauhkan dari potensi burnout karena terlalu sering abai terhadap kebutuhan diri sendiri.

2. Menerapkan Batasan

Ilustrasi menerapkan batasan/ Foto: unsplash.com/Fallon Michael

Membuat sebuah batasan atau boundaries yang jelas juga merupakan langkah yang bisa diambil agar bisa berhenti menjadi people pleaser. Keberadaan batasan ini ada untuk menjaga kondisi fisik serta mental milikmu. 

Batasan atau aturan ini bisa berbeda tergantung tiap individunya. Pikirkan secara perlahan mengenai apa-apa saja yang bisa membuatmu merasa tidak nyaman terhadap sesuatu, inilah hal yang bisa kamu jadikan sebagai acuan ketika menetapkan batasan pribadi milikmu.

3. Meminta Waktu Lebih Sebelum Mengiyakan Permintaan

Ilustrasi meminta waktu lebih sebelum mengiyakan permintaan/ Foto: unsplash.com/Agê Barros

Ketika orang lain meminta tolong sesuatu kepadamu, sesekali berilah waktu sebentar sebelum langsung menjawabnya. Menurut laman Verywellmind, mengiyakan segera setelah diminta sering kali membuat kita menganggap bahwa permintaan tersebut menjadi sebuah kewajiban.

Dengan merespons meminta jeda waktu untuk memikirkan permintaan tersebut kamu bisa berpikir lebih jauh lagi. Bahkan, terdapat riset yang mengatakan jika jeda ini bisa membantu mengasah kemampuan untuk mengambil sebuah keputusan.

4. Belajar untuk Mengatakan Tidak

Ilustrasi belajar untuk mengatakan tidak/ Foto: unsplash.com/Brett Jordan

Menolak atau mengatakan ‘tidak’ ketika diperlukan juga penting, lho. Seperti yang sudah dibahas dalam poin-poin sebelumnya, sebagai individu kita juga berhak menolak apabila permintaan yang diminta pada kita dirasa terlalu memberatkan.

Memulai langkah agar tidak lagi menjadi people pleaser memang bukan hal yang mudah. Terlebih jika hal tersebut sudah mengakar dalam dirimu. Namun, contoh kiat-kiat di atas bisa dicoba untuk diterapkan secara perlahan-lahan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE