sign up SIGN UP

4 Mitos Seputar Gerhana Bulan, Mulai dari Serigala Mencari Mangsa hingga Naga Memakan Bulan

Ghena Oktafira | Jumat, 19 Nov 2021 23:30 WIB
4 Mitos Seputar Gerhana Bulan, Mulai dari Serigala Mencari Mangsa hingga Naga Memakan Bulan
caption

Menurut pengamatan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), bertepatan hari Jumat (19/11) ini akan terjadi fenomena gerhana bulan sebagian. Fenomena tertutupnya bulan dari cahaya matahari akibat keberadaan bayangan bumi ini sudah menjadi fenomena alam yang lazim terjadi dalam kurun waktu tertentu sedari zaman dahulu.

Namun karena teknologi yang belum secanggih sekarang, banyak orang-orang zaman dahulu percaya mitos bahwa terjadinya gerhana bulan merupakan suatu tanda buruk bagi kehidupan. Mulai dari cerita bulan yang telah dimakan hingga udara mengandung racun, inilah beberapa mitos soal gerhana bulan yang dirangkum dari berbagai sumber. Check it out!

Batara Kala dan Naga Memakan Bulan

Mitos seputar gerhana bulan
Ilustrasi naga turun ke bumi/Pixabay.com/Thomas Lhotsky

Menghilangnya bulan di langit untuk sementara waktu menimbulkan persepsi bahwa sesuatu telah memakan bulan. Masyarakat Jawa Kuno percaya bahwa ketiadaan bulan di malam gerhana disebabkan karena bulan telah disantap oleh kepala Batara Kala, sosok raksasa jahat yang sangat kuat.

Sedangkan di Cina, masyarakatnya meyakini jika sesekali naga akan turun dari peraduannya di langit untuk memangsa bulan. Hal Inilah yang menjadi sebab mengapa langit menjadi gelap tanpa adanya cahaya bulan di malam terjadinya gerhana.

Udara Mengandung Racun

Mitos seputar gerhana bulan
Ilustrasi makanan/Unsplash.com/Lily Banse

Masyarakat India percaya jika gerhana bulan terjadi maka udara akan terpapar racun yang sangat banyak. Akibatnya, racun-racun yang beterbangan ini akan menempel pada makanan maupun minuman yang nggak tertutup rapat. Untuk menghindari terjadinya keracunan, mereka akan berpuasa makan dan minum selama fenomena alam ini berlangsung.

Manusia Serigala Semakin Kuat

Mitos seputar gerhana bulan
Ilustrasi serigala/Pixabay.com/Mohamed Hassan

Siapa nih yang suka nonton film Twilight? Pasti kamu sudah nggak asing lagi dengan istilah manusia serigala atau werewolf. Sebagian masyarakat yang hidup di zaman dahulu merasa bahwa keberadaan manusia serigala benar adanya. Mereka percaya bahwa jika pada saat bulan purnama saja kekuatan kelompok manusia serigala bertambah, apalagi ketika gerhana terjadi. Mereka dianggap akan berkeliaran untuk mencari mangsa.

Serangan terhadap Raja

Di Mesopotamia, lain lagi mitos terkait gerhana bulan yang berkembang. Kebanyakan masyarakatnya menganggap bahwa fenomena gerhana bulan merupakan sinyal akan terjadinya serangan terhadap raja mereka.

Pihak kerajaan lalu menyusun taktik agar raja asli nggak diculik dengan cara menyembunyikan raja tersebut dan menggantikannya dengan raja palsu selama gerhana terjadi. Setelah situasi kembali normal maka sistem pemerintahan pun berjalan seperti biasanya.

Pertanda Terjadinya Bencana dan Hal-hal Buruk

Mitos seputar gerhana bulan
Ilustrasi bencana tsunami/Pixabay.com

Bencana sedari dulu sudah menjadi momok yang menakutkan bagi manusia. Fenomena nggak lazim di mana langit malam gelap gulita karena bulan absen saat gerhana dianggap sebagai pertanda datangnya bencana atau hal-hal buruk yang akan menimpa bumi beserta makhluknya.

Sebagian masyarakat kuno akan menggelar ritual pemujaan terhadap Dewa sebagai wujud permohonan agar terhindar dari marabahaya. Di Indonesia sendiri, para ibu yang sedang hamil dilarang keluar untuk mencegah terjadinya kecacatan pada janin yang dikandungnya.

Itulah beberapa mitos yang sempat berkembang di masyarakat zaman dahulu dan masih dipercaya juga hingga saat ini oleh sebagian orang. Kalau kamu pernah mendengar mitos yang mana, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id