Emansipasi kerap dikaitkan dengan perjuangan salah satu pahlawan perempuan pejuang kemerdekaan kaumnya, Raden Ajeng Kartini. Perjalanan perempuan untuk memerangi patriarki dan memperjuangkan hak yang sama dengan pria mungkin bahkan telah lebih dahulu dimulai sebelum era Kartini.
Namun, tampaknya perjuangan perempuan untuk mencapai kesetaraan gender masih jauh dari kata selesai. Oleh karena itu, perempuan harus selalu mengingat setiap detail perjuangan yang dilakukan para pendahulu demi meneruskan tugas mulia itu.
Hari perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD) yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 8 Maret lalu adalah salah satu momen yang tepat untuk merayakan pencapaian dan prestasi yang diraih oleh pendahulu.
Dilansir dari Heartware, inilah beberapa perempuan paling berpengaruh dalam mengangkat derajat kaum perempuan sepanjang sejarah.
Jane Austen (1775-1817)
Jane Austen (Foto: Pinterest.com) |
Jane Austen adalah seorang penulis asal Inggris dan salah satu penulis paling terkenal dalam sejarah literatur di negeri itu. Ia menulis sebanyak 6 novel, termasuk yang paling fenomenal adalah novel populer berjudul Pride and Prejudice.
Berkat karyanya di bidang literatur itu, Austen menjadi publik figur penting dan salah satu penulis yang pertama kali memperkenalkan gaya menulis baru. Kini, buku-bukunya telah dibaca oleh banyak orang di seluruh dunia dan dibuat ke dalam banyak karya adaptasi.
Ada Lovelace (1815-1852)
Ada Lovelace (Foto: Twitter/World of Engineering) |
Ada Lovelace adalah seorang ahli matematika yang pada tahun 1843 menjadi programmer komputer pertama di dunia. Ia bekerja dengan Charles Babbage saat Babbage mengerjakan Analytical Engine, komputer mekanikal paling awal yang dibuatnya.
Saat bekerja sama dengan Babbage, Lovelace menulis algoritma mesin pertama di dunia. Karya Lovelace memang terkenal visioner dan menginspirasi mengingat perempuan di masa itu kekurangan akses pendidikan terutama dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Mesin, dan Matematika).