4 Perilaku Pasangan yang Tidak Bahagia Tapi Memilih Bungkam

Rini Apriliani | Beautynesia
Kamis, 20 Aug 2026 22:00 WIB
4. Memilih Asyik Bermain HP atau Nonton TV daripada Quality Time
Ilustrasi pasangan tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Beauties, tidak ada hubungan yang selalu berjalan mulus dan dipenuhi kebahagiaan. Tentu, setiap pasangan memiliki perjuangan dan masalahnya masing-masing.

Terkadang, merasa tidak bahagia dalam hubungan pun adalah hal yang wajar. Namun, pasangan yang mau berusaha memperbaiki hubungan akan berupaya menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.

Sayangnya, ada juga tipe orang yang merasa tidak bahagia dalam hubungannya, tetapi memilih bungkam. Mereka tidak mengatakan keluh kesah, alasan tidak bahagia, atau berusaha perbaikinya, justru mereka hanya menunjukkan perubahan perilaku kepada pasangan.

Melansir Cottonwood Psychology, ada beberapa perilaku pasangan yang tidak bahagia tapi memilih bungkam daripada membicarakannya. Apa saja itu, simak!

1. Berhenti Menceritakan Hal-Hal Kecil

Perilaku pasangan tidak bahagia yang pertama adalah berhenti menceritakan hal-hal kecil tentang kesehariannya.

Ilustrasi pasangan tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Perilaku pasangan tidak bahagia yang pertama adalah berhenti menceritakan hal-hal kecil tentang kesehariannya. Alih-alih menceritakannya, mereka akan mengalihkan dengan mengatakan, “Aku sibuk”.

Padahal, saling menceritakan hal-hal kecil bisa membuat hubungan semakin dekat. Psikolog mengatakan bahwa momen kecil ini membangun kepercayaan dari waktu ke waktu.

“Ketika kamu berhenti berbagi, kamu kehilangan puluhan kesempatan untuk merasa seperti sebuah hubungan,” katanya.

Psikolog klinis Dr. Barbara Wilson berbagi cerita bahwa temannya berhenti menceritakan hal-hal kecil ke pasangan karena respons dingin yang diterimanya. Saat berbagi cerita, respons pasangannya hanya anggukan, kata singkat “bagus”, dan kembali fokus bermain ponsel. Hal tersebut yang membuat antusiasmenya terasa seperti gangguan, hingga akhirnya jarak emosional pun tumbuh.

2. Suka Menjawab Pertanyaan Pasangan dengan Singkat “Baik”

Jawaban seperti “Baik-baik saja” sering diucapkan oleh pasangan tidak bahagia untuk agar percakapan lebih cepat selesai tanpa harus menjelaskan.

Ilustrasi pasangan tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Jawaban seperti “Baik-baik saja” sering diucapkan oleh pasangan tidak bahagia untuk agar percakapan lebih cepat selesai tanpa harus menjelaskan.

Namun, dalam kalimat tersebut menjelaskan adanya tanda kewalahan yang tidak diucapkannya. Otaknya terasa penuh dan emosinya kacau, tetapi mereka merasa bertanggung jawab untuk menjaga hubungan tetap baik, di situlah kalimat “baik” pun diucapkannya.

Menurut para peneliti hubungan, ada pola di mana satu orang memulai percakapan, sedangkan pasangannya justru menarik diri. Karena tidak ingin memulai pertengkaran dan tidak ingin berbohong, jadi kata “baiklah” sering menjadi titik tengah. Hal tersebut yang membuat kesulitan dalam komunikasi.

3. Merasa Lebih Bahagia saat Tidak Bersama

Merasa lebih bahagia saat tidak bersama merupakan tanda pasangan tidak bahagia, tetapi mereka tidak mengatakannya. Mereka merasa bahwa kebersamaan itu memicu ketegangan.

Ilustrasi pasangan tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Merasa lebih bahagia saat tidak bersama merupakan tanda pasangan tidak bahagia, tetapi mereka tidak mengatakannya. Mereka merasa bahwa kebersamaan itu memicu ketegangan.

Mungkin ketegangan berasal dan konflik, kritik, atau tuntutan harus tampil baik. Akhirnya, mereka terus bersikap waspada yang bikin kebersamaan jadi terasa tidak bahagia dan melelahkan.

Seiring berjalannya waktu, mereka justru lebih bahagia saat sendirian tanpa pasangan. Mereka mungkin masih menyayangi pasangannya, tetapi kebersamaan bisa terasa mencekiknya. Di sinilah pentingnya untuk diperhatikan agar kebersamaan tidak berubah menjadi hal yang bikin tegang.

4. Memilih Asyik Bermain HP atau Nonton TV daripada Quality Time

pasangan tidak bahagia memilih lebih asyik bermain HP atau menonton TV daripada melakukan quality time. Walaupun bersama, mereka membiarkan ruangan sunyi dan sibuk dengan kesukaannya masing-masing.

Ilustrasi pasangan tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Terakhir, pasangan tidak bahagia memilih lebih asyik bermain HP atau menonton TV daripada melakukan quality time. Walaupun bersama, mereka membiarkan ruangan sunyi dan sibuk dengan kesukaannya masing-masing.

Sesekali berada dalam keadaan ini memang tidak masalah dan wajar, terutama saat keduanya lelah dan butuh beristirahat. Namun, pasangan yang tidak bahagia akan terus menetap dengan kebiasaan tersebut untuk menghindari interaksi.

Padahal, dalam sebuah hubungan, obrolan singkat bisa menjaga kehangatan, membangun perhatian, dan bentuk romantisme.

Beauties, itu dia deretan perilaku pasangan tidak bahagia yang memilih bungkam. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE