4 Tanda Anak Dididik dalam Keluarga yang Sehat

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Minggu, 27 Sep 2026 09:30 WIB
4. Anak Mengenal Diri dengan Baik
Sebagai tanda anak tumbuh dalam keluarga yang sehat secara psikologis, tentu ia mengenali kelebihan dan tidak menutup diri untuk memperbaiki diri jadi lebih baik/Foto: Freepik.com/freepik

Beauties, kamu pasti pernah merasa kagum melihat anak yang berani berbicara dan mengutarakan pendapatnya, di hadapan orang dewasa sekali pun. Anak juga tidak takut ketika harus mencoba berbagai hal yang berada di luar zona nyamannya. Bahkan ketika ikut perlombaan, anak tak hanya memikirkan menang atau kalah, tapi bagaimana cara ia bisa tetap menikmati perlombaan itu.

Sejumlah hal tadi menandakan kalau besar kemungkinan anak dididik dan tumbuh dalam keluarga yang sehat. Dikutip dari penelitian Erikson dan Albert Bandura dalam buku Human Development, berikut 5 tanda anak yang dididik dari keluarga dengan pola asuh yang sehat, Beauties!

1. Anak Punya Value yang Tinggi

Erikson menekankan setiap usia perkembangan anak punya pencapaiannya sendiri. Rata-rata di usia anak-anak hingga remaja, mereka perlu diberi waktu untuk mencoba hal baru, mengeksplorasi dunia luar, hingga menekuni bidang yang disukai atau diminati.

Beauties, seorang anak yang diberikan kesempatan oleh orang tuanya untuk mencoba berbagai hal, cenderung menilai diri mereka punya kualitas yang dapat diandalkan. Ketika orang tua mengajak anak untuk lomba di berbagai bidang, anak menilai kalau dirinya ternyata punya bakat yang patut dieksplorasi dan dapat dilatih.

Mungkin awalnya anak masih ragu apakah ia punya bakat di bidang menyanyi atau pun bidang lain, tapi ketika kesempatan diberikan, anak yakin dengan kemampuan yang ia miliki. Ia pun menilai dirinya sebagai anak yang punya kualitas atau nilai yang berharga. Anak pun tidak mudah minder ketika berhadapan dengan masalah.

Dalam psikologi istilah ini dikenal dengan self esteem karena anak merasa punya value atau nilai yang patut dibanggakan. Ketika berada di dalam pergaulan, anak pun tetap mudah menghargai prestasi orang lain dan tetap bangga dengan kualitas yang ia miliki. 

2. Anak Punya Empati

Salah satu ciri dari seorang anak yang tumbuh dalam didikan yang sehat, pastinya mau mendengarkan orang lain. Anak merasa dirinya dapat belajar dari siapa saja/Foto: Freepik.com/Freepik

Dalam relasi sosial, Erikson menilai, anak tidak boleh terus menerus menjadi pusat perhatian. Anak perlu sadar kalau di sekitarnya juga ada orang lain yang perlu dibantu atau diperhatikan.

Punya empati atau kemampuan merasakan kesulitan orang lain tentu tanda seorang anak yang dididik dengan pola asuh yang sehat secara mental. Ketika anak berada di suatu pertemanan dan melihat temannya sedang kesulitan, butuh bantuan karena mungkin memiliki masalah pribadi, anak yang punya empati siap jadi pendengar yang baik.

Anak tidak hanya ikut-ikutan trend dan tidak ikut mengucilkan temannya itu, tapi justru membantu dan tidak takut dianggap berbeda oleh teman-temannya yang lain.

Bahkan anak yang punya empati tinggi juga mau belajar dari siapa pun, baik dari yang lebih senior atau lebih junior darinya, karena orang tuanya pasti menanamkan pentingnya belajar tentang apa yang dapat dipetik dari orang lain bukan dari siapa belajar tentang hal baik itu. 

3. Tidak Takut Kekalahan

Kalah dalam sebuah pertandingan justru menjadi kenangan dan pengalaman tersendiri bagi anak yang tumbuh dalam didikan dari keluarga yang sehat mental/Foto: Freepik.com/Freepik

Pakar psikologi klinis, Albert Bandura, di dalam penelitiannya tentang role model menekankan anak perlu punya role model atau contoh yang tepat untuk tampil berani, tidak takut dengan kekalahan dan memiliki keinginan untuk mencoba hal positif. Salah satunya panutan dari orang tuanya sendiri.

Ketika dalam suasana perlombaan atau permainan sehari-hari dengan teman seumurannya atau saat bermain dengan keluarga, anak mungkin kalah dalam permainan atau pertandingan tertentu. Tapi bagi anak yang dididik dengan pola asuh yang sehat, ia tidak iri dengan pencapaian orang lain, mereka tidak kecewa yang terus menerus hingga berkepanjangan hanya karena dirinya kalah.

Mungkin awalnya mereka tetap merasa sedih, tapi mereka siap menjadikan kekalahan itu sebagai satu pembelajaran dan tetap mau mencoba untuk bermain dan bertanding dengan sportif. Mereka yakin akan ada kesempatan baru yang menunggunya untuk memulai kembali dengan langkah yang lebih baik dan menikmati setiap permainan atau pertandingan yang dicoba. 

4. Anak Mengenal Diri dengan Baik

Sebagai tanda anak tumbuh dalam keluarga yang sehat secara psikologis, tentu ia mengenali kelebihan dan tidak menutup diri untuk memperbaiki diri jadi lebih baik/Foto: Freepik.com/freepik

Kedengarannya mungkin sepele dan sederhana. Mengenal diri tak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja. Namun sejak kecil, anak perlu mengenali berbagai hal yang menjadi kelebihan, seperti sifat baik, ceria, mau mencoba hal baru, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi untuk mengeksplorasi berbagai hal.

Di sisi lain, anak juga perlu tahu kalau hal yang wajar jika ia memiliki batasan, seperti terkadang ia unggul dalam pelajaran di sekolah yang berhubungan dengan aktivitas fisik, olahraga tapi perlu memperbaiki diri dan berlatih jika mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan seni, dan perlu melatih ketelitiannya. 

Maka, anak yang tumbuh dalam didikan yang sehat tentu tidak akan dipaksa untuk mengejar prestasi di bidang yang kurang dikuasai oleh anak. Orangtua cenderung fokus pada kelebihan anak, sehingga anak tidak merasa tertekan.

Ini penting, karena anak tahu ke depannya cara untuk mengejar goals, prestasi seputar bidang unggulannya. Anak tidak terus menerus memaksa diri untuk unggul di semua bidang, terutama untuk hal yang kurang ia kuasai.

Oke, Beauties berikut tadi tanda anak yang tumbuh dan dididik dalam lingkungan yang sehat dan positif!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE