4 Tanda Orang yang Bersikap 'Pick Me'
Istilah “pick me” kini semakin sering terdengar, terutama di media sosial untuk menggambarkan seseorang yang berusaha tampil berbeda demi menarik perhatian. Sikap ini sering dianggap sepele, padahal jika dilihat lebih dalam, perilaku tersebut bisa mencerminkan kondisi psikologis tertentu yang tidak disadari oleh pelakunya.
Lalu, seperti apa sebenarnya tanda orang yang bersikap “pick me”? Simak!
1. Selalu Ingin Terlihat Berbeda
Ilustrasi ingin terlihat berbeda/Freepik: freepik
Perilaku ini sering terlihat dari cara seseorang menonjolkan diri sebagai “tidak seperti yang lain,” misalnya dengan mengatakan bahwa dirinya lebih nyaman bergaul dengan lawan jenis, atau tidak menyukai makeup "seperti perempuan lain", dan masih banyak contoh lainnya. Tujuannya bukan sekadar menunjukkan keunikan, tetapi untuk menarik perhatian dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitarnya.
Psikolog klinis Dr. Carla Marie Manly dalam tulisannya di Psychology Today menjelaskan bahwa kebutuhan untuk tampil berbeda secara ekstrem sering berakar dari rasa tidak aman dan rendahnya harga diri. Ia menyebutkan bahwa individu dengan self-esteem rendah cenderung mencari validasi dengan cara menonjolkan perbedaan agar merasa lebih dihargai oleh orang lain.
2. Sering Merendahkan Orang Lain secara Tersirat
Ilustrasi merendahkan orang lain/Freepik: prostooleh
Beauties, orang dengan kecenderungan “pick me” sering kali tidak langsung menjatuhkan orang lain, tetapi melakukannya secara tersirat, misalnya dengan membandingkan dirinya dengan kelompok tertentu sambil memberikan kesan bahwa dirinya lebih baik. Hal ini biasanya muncul dalam bentuk komentar yang terdengar seperti pujian, tetapi sebenarnya mengandung sindiran.
Perilaku ini merupakan bentuk social comparison yang defensif. Ia menyebutkan bahwa individu yang merasa terancam secara sosial cenderung menurunkan citra orang lain untuk meningkatkan posisi dirinya sendiri tanpa terlihat agresif.
Misalnya dalam sebuah tongkrongan, ada seseorang yang berkata, “Aku tuh nggak suka ribet kayak harus pakai cushion setiap keluar, aku lebih nyaman tampil apa adanya.” Sekilas terdengar seperti pernyataan biasa, tetapi secara tidak langsung kalimat tersebut menyiratkan bahwa perempuan lain yang suka berdandan itu “ribet” atau berlebihan.
3. Mengkritik dengan Cara Berlebihan
Ilustrasi mengkritik/Freepik:freepik
Selain merendahkan secara tersirat, perilaku lain yang sering muncul adalah kebiasaan mengkritik orang lain secara berlebihan. Kritik ini biasanya tidak selalu konstruktif, melainkan digunakan sebagai cara untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih paham, lebih benar, atau lebih baik dibanding orang lain.
Kebutuhan untuk merasa unggul sering kali muncul dari luka emosional atau pengalaman penolakan di masa lalu. Ia menyebutkan bahwa sebagian orang menggunakan kritik sebagai mekanisme pertahanan untuk menutupi rasa tidak cukup dalam dirinya.
Misalnya, ketika melihat cara berpakaian atau gaya hidup orang lain, ia berkomentar, “Aku sih nggak akan pilih gaya kayak gitu, kurang elegan menurutku.” Kritik tersebut tidak benar-benar bertujuan membantu, melainkan untuk menunjukkan bahwa dirinya punya standar yang lebih tinggi dibanding orang lain.
4. Tidak Menyadari Perilakunya Sendiri
Ilustrasi gosip/Freepik: pressfoto
Salah satu yang membuat perilaku “pick me” sulit dikenali adalah karena banyak pelakunya merasa bahwa sikap mereka wajar dan tidak bermasalah. Mereka tidak melihat bahwa cara mereka berinteraksi justru bisa berdampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Harvard Business Review menjelaskan bahwa self-awareness merupakan kemampuan yang masih rendah pada banyak orang. Ia menyebutkan bahwa meskipun sebagian besar orang merasa sudah mengenal dirinya dengan baik, hanya sebagian kecil yang benar-benar memahami pola perilaku dan dampaknya secara objektif.
Beauties, memahami tanda-tanda “pick me” bukan untuk menghakimi, tetapi sebagai kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri tanpa bergantung pada validasi orang lain.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!