4 Tanda Orang yang Hanya Pura-Pura Bahagia, Tapi Aslinya Menderita!

Rini Apriliani | Beautynesia
Sabtu, 16 May 2026 22:00 WIB
Suka Bercanda yang Merendahkan Diri Sendiri
Ilustrasi tertawa/Foto: Freepik/freepik

Rasa kesepian bisa dirasakan oleh siapa pun, tanpa terkecuali. Padahal, manusia sebagai makhluk sosial perlu untuk terhubung dengan orang lain.

Jika dibiarkan, rasa kesepian itu bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Menurut WHO, masalah kesehatan mental seperti depresi dapat menghalangi seseorang untuk berprestasi, sekaligus menjalin hubungan baik dengan teman, pasangan, atau keluarganya.

Karena itu, penting untuk mengenali tanda orang yang hanya pura-pura bahagia, tapi aslinya menderita. Cara ini penting agar kita bisa melindungi orang terdekat dari dampak fatal akibat memendam masalah sendirian. Atau, jangan-jangan kamu sendirilah yang sering berpura-pura bahagia, Beauties?

Melansir YourTango, ini dia deretan tanda orang pura-pura bahagia, tapi aslinya menderita. Simak!

Menghindari Percakapan Mendalam

orang pura-pura bahagia cenderung menghindari percakapan mendalam tersebut. Mereka tidak suka saat ada orang lain yang mengetahui masalah hidupnya atau ikut campur.

Ilustrasi menghindari mengobrol/Foto: Pexels.com/Timur Weber

Komunikasi sangat penting dalam sebuah hubungan apa pun. Bahkan, menurut sebuah studi mengatakan, komunikasi yang mendalam memiliki dampak signifikan untuk menciptakan ikatan yang kuat dan meningkatkan kebahagiaan.

Sayangnya, orang pura-pura bahagia cenderung menghindari percakapan mendalam tersebut. Mereka tidak suka saat ada orang lain yang mengetahui masalah hidupnya atau ikut campur.

Akibatnya, mereka sering sering menghindar atau langsung mengubah topik obrolan. Mereka akan langsung mengatakan, “Sudahlah, lupakan”, untuk menghindari pembahasan yang mendalam tentang hidupnya.

Mengisolasi Diri dan Beralasan “Sibuk”

orang yang hanya pura-pura bahagia padahal aslinya sedang menderita, cenderung menggunakan alasan “sibuk” untuk menghindari pertemuan dengan teman atau keluarga.

Ilustrasi sibuk/Foto: Magnific.com/senivpetro

Setiap orang tentu memiliki kesibukannya masing-masing. Namun, orang yang hanya pura-pura bahagia padahal aslinya sedang menderita, cenderung menggunakan alasan “sibuk” untuk menghindari pertemuan dengan teman atau keluarga.

Menurut studi di bidang Psikiatri Umum, mereka sebenarnya bukan benar-benar sibuk dengan beragam aktivitasnya, tetapi sedang menarik diri dari lingkungan sosial. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelarian akibat kecemasan dan depresi yang mereka pendam sendirian, sekaligus mengurangi tekanan emosional saat harus berinteraksi.

Suka Bercanda yang Merendahkan Diri Sendiri

untuk menghindari konflik atau rasa insecure, orang pura-pura bahagia suka bercanda yang merendahkan diri sendiri.

Ilustrasi tertawa/Foto: Freepik/freepik

Terkadang, untuk menghindari konflik atau rasa insecure-nya, mereka juga suka bercanda yang merendahkan diri sendiri. Walau disebut "hanya bercanda" yang diiringi tawa, ternyata itu adalah cerminan jujur dari isi hati mereka yang sedang menderita.

Menurut studi dalam Journal of Affective Disorders, rasa tidak aman yang kronis itu bisa berdampak buruk untuk kesejahteraan mental dan kebahagiaannya. Karena itu, orang terdekat yang mendengarnya harus langsung menyemangati jika mendengar mereka sedang merendahkan diri sendiri. Kalimat dukungan sangat dibutuhkan oleh mereka.

Ceria yang Berlebihan

tanda orang pura-pura bahagia juga bisa terlihat dari sikap mereka yang suka ceria berlebihan. Mereka memaksakan dirinya tetap optimis dan ceria, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.

Ilustrasi tertawa/Foto: Freepik/lookstudio

Siapa sangka, tanda orang pura-pura bahagia juga bisa terlihat dari sikap mereka yang suka ceria berlebihan. Mereka memaksakan dirinya tetap optimis dan ceria, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.

Orang pura-pura bahagia yang aslinya menderita ini, terus membohongi dirinya sendiri demi terlihat baik-baik saja. Padahal, sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa kebiasaan menekan emosi terus-menerus bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Mengekspresikan diri, baik itu sedih, marah, maupun kecewa sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup. Walau sulit dikenali, jika menemukan orang seperti ini, penting untuk mengingatkan mereka bahwa kehadiranmu bisa menjadi tempat bersandar untuknya.

Beauties, itu dia deretan tanda orang pura-pura bahagia, tapi aslinya menderita. Bagaimana, salah satu tandanya pernah kamu temui pada orang terdekat atau kamu rasakan sendiri?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE