5 Alasan Banyak Orang Tidak Siap Menyambut Hari Senin Menurut Ilmu Psikologi

Gita Welastiningtias | Beautynesia
Senin, 13 Apr 2026 07:15 WIB
2. Keinginan untuk Istirahat Lebih Lama
Keinginan untuk istirahat lebih lama/foto: freepik/jcomp

Suara alarm di Sabtu pagi adalah nyanyian menenangkan bagi semua orang yang sudah sibuk bekerja selama 5 hari penuh. Hanya saja, alarm menenangkan itu akan berubah menjadi hal menakutkan ketika memasuki Hari Senin.

Setelah beristirahat dua hari di akhir pekan, banyak orang yang merasa tidak bersemangat memulai kerja di Hari Senin. Istilah orang yang merasa tidak siap menyambut Senin disebut dengan Monday blues.

Lantas, apa alasan banyak orang tidak menyukai Hari Senin? Simak!

1. Pergeseran Emosional

Pergeseran emosional/foto: freepik/diana.grytsku

Mengutip BBC, alasan banyak orang merasa tidak menyukai hari Senin karena mengalami pergeseran emosional dari hari Minggu ke hari Senin. Memang tidak ada hari lain dalam seminggu yang mengalami transisi seperti itu.

Bayangkan saja ketika hari Minggu, semua orang menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri dan orang-orang terdekat. Namun, kegiatan itu akan berubah drastis menjelang Senin karena kembali ke rutinitas harian seperti bangun pagi, menyiapkan sarapan, dan berangkat bekerja.

Pergeseran mendadak itu menjadikan Senin adalah hari terburuk dan menakutkan padahal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan hari berikutnya dari Selasa sampai Jumat.

2. Keinginan untuk Istirahat Lebih Lama

Keinginan untuk istirahat lebih lama/foto: freepik/jcomp

Selain itu, alasan mengapa seseorang tidak menyukai Senin karena tidak bisa tidur lebih lama. Dua hari saat akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran sepenuhnya.

Beberapa orang sering tidak melakukan apapun saat akhir pekan karena ingin bersantai saja. Namun, keinginan untuk istirahat lebih lama mendadak lenyap setelah mengingat hari Senin.

3. Kehilangan Rasa Bebas

Kehilangan rasa bebas/foto: freepik/stockking

Mengutip CNBC Indonesia, neuropsikolog Sanam Hafeez menjelaskan bahwa akhir pekan adalah waktu penuh kebebasan untuk melakukan apapun. Seorang pekerja bisa bersantai, menonton film, bahkan tidur lebih lama saat akhir pekan.

Hari penuh kebebasan itu akan terenggut ketika kita mengetahui fakta bahwa keesokan harinya adalah hari Senin. Orang menganggap bahwa hari Senin berarti kita harus memenuhi target dan tanggung jawab pekerjaan yang artinya kebebasan itu sudah lenyap. Dalam psikologi memang sulit untuk beralih dari waktu bebas ke waktu yang penuh tanggung jawab seperti ini.

4. Sudah Menjadi Budaya

Sudah menjadi budaya/foto: freepik

Alasan berikutnya karena sudah menjadi budaya bahwa hari Senin adalah hari menyebalkan dan menakutkan. Banyak orang sering mengeluh bahwa besok adalah hari Senin dan jika hal tersebut terus diulang, narasi “hari Senin itu menyebalkan” akan semakin tertanam di pikiran.

Tanpa sadar, kita juga memiliki pendapat yang sama sehingga banyak yang tidak siap untuk kembali ke rutinitas harian.

5. Tidak Mempersiapkan Diri dengan Baik

Tidak mempersiapkan diri dengan baik/foto: freepik

Sebagian orang merasa kesal menyambut Senin karena kurang persiapan secara mental dan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. Bahkan ada beberapa orang yang tidak menyiapkan apapun satu hari sebelumnya karena bisa menimbulkan emosi negatif.

Hari Senin tidak akan menakutkan apabila kita melakukan persiapan yang matang. Agar suasana hati meningkat sebelum memulai pekerjaan, Beauties bisa menyiapkan diri dengan sarapan bergizi seimbang, menggerakkan tubuh, dan menjemput matahari pagi.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE