5 Alasan Belajar Cuek Menurut Psikologi: Kamu Tak Sepenting Itu di Hidup Orang Lain

Adinda Dhini Firlianti | Beautynesia
Senin, 13 Jul 2026 16:00 WIB
4. Menghindari Decision Fatigue
Menghindari Decision Fatigue/Foto: Magnific/freepik

Beauties, pernah nggak sih kamu membatalkan niat memakai outfit tertentu karena takut dinilai aneh oleh orang lain? Atau mungkin pernah  overthinking  ingin mencoba sesuatu tapi jadi maju-mundur karena takut dilihat gagal?

Rasa cemas dan selalu diawasi seperti ini memang melelahkan. Namun, ilmu psikologi dan komika Raditya Dika sama-sama mengingatkan lho, bahwa kita nggak sepenting itu di hidup orang lain. Bukan karena kita tidak berharga, melainkan setiap orang sebenarnya sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Daripada energi emosionalmu terkuras habis memikirkan opini orang lain, yuk simak alasan ilmiah mengapa kamu harus mulai belajar cuek demi kedamaian pikiranmu sendiri, Beauties.

1. Terjebak dalam Spotlight Effect

Terjebak dalam Spotlight Effect/Foto: Magnific/Balash Mirzabey

Apakah Beauties pernah merasa menjadi pusat perhatian? Dalam psikologi sosial, fenomena ini dikenal dengan istilah spotlight effect.

Melansir Very Well Mind, istilah ini menunjukkan kondisi di mana kita melebih-lebihkan seberapa banyak orang memperhatikan kita seolah-olah ada lampu sorot yang mengikuti ke mana pun kita pergi. 

Riset psikologi tentang spotlight effect membuktikan bahwa orang lain dua kali lebih cuek terhadap penampilan atau kesalahan kita dibanding dengan apa yang kita bayangkan.

Jadi, jika Beauties merasa semua mata tertuju padamu, maka tenangkan dirimu karena 'lampu sorot' itu sebenarnya hanya ada di dalam kepalamu sendiri. 

2. Melindungi Diri dari Social Anxiety

Melindungi Diri dari Social Anxiety/Foto: Magnific/freepik

Masih berkaitan dengan alasan di atas, berlarut-larut dalam spotlight effect menyebabkan bias kognitif yang memengaruhi cara kita menilai diri sendiri dan dunia. Akibatnya, justru bisa memicu kecemasan sosial (social anxiety). 

Belajar cuek terhadap standar orang lain yang belum tentu cocok adalah langkah awal yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri. Data dari The Decision Lab menyebutkan bahwa dengan melepas beban pikiran "apa kata orang",  interaksi sosialmu akan terasa lebih jujur, tulus dan mengalir alami, lho. 

3. Bye-bye Social Comparison

Menghentikan Social Comparison/Foto: Magnific/drobotdean

Apakah Beauties termasuk orang yang memiliki kebiasaan kepo dan sering kali membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Wah, hati-hati.

Disadari atau tidak memang kita rentan terjebak dalam social comparison antara kehidupan nyata pribadi dengan potongan momen terbaik yang diunggah orang lain di media sosial mereka. 

Ketika kamu menyadari bahwa kamu tidak sepenting itu bagi orang lain, otomatis kamu akan berhenti merasa perlu bersaing dengan mereka. Artinya, kamu bisa fokus merawat dirimu sendiri tanpa tekanan mental ataupun rasa insecure

4. Menghindari Decision Fatigue

Menghindari Decision Fatigue/Foto: Magnific/freepik

Belajar cuek dari asumsi-asumsi tidak berdasar bisa jadi strategi yang efektif untuk mengatasi decision fatigue (kelelahan dalam mengambil keputusan).

Kamu tidak perlu lagi memikirkan "Aduh, kalau aku pakai baju ini nanti si A mikir apa ya?" atau "kalo aku nge-post ini, si B bakal ilfeel ngga ya?" yang cuma menambah beban pikiran. 

Dilansir dari The Decision Lab, semakin banyak keputusan yang dibuat setiap hari, bisa membuat kualitas keputusan kita memburuk karena otak mencari jalan pintas untuk menghindari kelelahan.

Dengan belajar cuek dan menyadari bahwa orang lain tidak terlalu memedulikanmu, Beauties bisa memotong beban pikiran yang tidak penting. 

5. Fokus pada Hal yang Bisa Kamu Kontrol

Fokus pada Hal yang Bisa Kamu Kontrol/Foto: Magnific/Balash Mirzabey

Beauties, masih ingat dengan konsep gaya hidup filosofi stoic (stoicism)? Konsep tersebut mengajarkan kita untuk menyalurkan energi hanya pada hal-hal yang bisa kita ubah, seperti pikiran, tindakan, dan respon kita sendiri. 

ketika kamu memilih untuk tidak baper pada hal-hal eksternal yang tidak bermanfaat, kamu bisa merawat kesehatan mentalmu sambil fokus melakukan self-upgrading

Menyadari bahwa kamu "tidak sepenting itu" bukanlah hal yang menyedihkan, melainkan sebuah bentuk kebebasan sejati. Tapi ingat ya Beauties, penerapan sikap cuek ini harus sesuai dengan tempat dan porsinya jangan sampai kamu malah kehilangan empati!

Apakah Beauties sudah mulai menerapkan sikap ini dalam kehidupan sehari-hari? 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.