5 Cara Berhenti Jadi People Pleaser agar Kamu Nggak Terus Mengorbankan Diri

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 08 Sep 2026 10:00 WIB
Belajar Melepaskan Penilaian Orang Lain
Tidak Terlalu Memikirkan Pendapat Orang Lain/Foto: Magnific

Pernah nggak, kamu sebenarnya ingin menolak, tetapi mulut malah otomatis berkata, “Iya, nggak apa-apa”? Kalau sering terjadi, mungkin sudah waktunya kamu memahami cara berhenti jadi people pleaser tanpa harus berubah menjadi orang yang cuek.

Menjadi orang yang suka membantu memang bukan sesuatu yang buruk. Namun, kalau kamu terus mengabaikan kebutuhan sendiri demi menjaga perasaan orang lain, hubungan pun bisa terasa melelahkan. Nah, Beauties, yuk pelan-pelan belajar membuat batas yang lebih sehat!

Dilansir dari Psychology Today, ini cara berhenti jadi people pleaser!

Mulai Kenali Perasaan dan Kebiasaanmu

Kenali Kebiasaan dan Perasaan/Foto: Magnific

Langkah pertama dalam cara berhenti jadi people pleaser adalah memahami diri sendiri tanpa buru-buru menghakimi. Coba perhatikan, kapan kamu paling sering merasa harus menyenangkan orang lain?

Misalnya, kamu langsung menawarkan bantuan karena takut dianggap egois atau kamu menyetujui ajakan meski sebenarnya sedang kelelahan. Dengan menyadari pola tersebut, kamu punya kesempatan untuk berhenti sebentar sebelum bereaksi.

Jadi, daripada bertanya, “Kenapa aku begini terus?”, coba tanyakan, “Sebenarnya aku sedang merasa apa?” Dari sana, kamu bisa mulai memahami dorongan untuk selalu membuat orang lain senang.

Sadari bahwa Terlalu Banyak Membantu Bisa Merugikan

Tidak Terlalu Banyak Membantu/Foto: Magnific

Membantu orang lain memang menyenangkan, tetapi melakukannya secara berlebihan belum tentu membuat hubungan semakin sehat. Ketika kamu selalu mengambil terlalu banyak tanggung jawab, orang lain justru bisa semakin bergantung kepadamu.

Pada akhirnya, kamu mengerjakan bagian yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka. Sementara itu, kamu sendiri mungkin semakin lelah, kesal, dan diam-diam merasa tidak dihargai.

Kalau ingin stop jadi people pleaser, coba mulai bedakan antara membantu dan mengambil alih. Kamu boleh peduli, tetapi kamu tidak harus menyelesaikan semua masalah orang lain.

Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Jadi Diri Sendiri/Foto: Magnific

Beauties, pernah nggak kamu mengubah pendapat hanya karena takut seseorang tidak menyukainya? Kalau iya, mungkin kamu terlalu sering menempatkan penerimaan orang lain di atas kejujuran terhadap diri sendiri.

Setiap orang punya nilai, kebutuhan, dan pandangan yang berbeda. Karena itu, kamu berhak menjalani hidup berdasarkan hal-hal yang memang penting untukmu, bukan sekadar mengikuti keinginan orang lain.

Menjadi autentik bukan berarti harus keras kepala. Justru, kamu sedang belajar mengatakan apa yang benar-benar kamu pikirkan sambil tetap menghargai orang lain.

Belajar Melepaskan Penilaian Orang Lain

Tidak Terlalu Memikirkan Pendapat Orang Lain/Foto: Magnific

Kadang, kebiasaan menyenangkan orang lain muncul karena pengalaman masa lalu. Kamu mungkin pernah diremehkan, ditolak, atau dibuat merasa tidak cukup baik oleh orang tertentu.

Tanpa disadari, perkataan mereka bisa terus memengaruhi cara kamu melihat diri sendiri. Akibatnya, kamu berusaha keras mendapatkan persetujuan orang lain agar tidak kembali merasakan penolakan.

Padahal, pendapat orang lain tidak harus menjadi ukuran harga dirimu. Salah satu cara berhenti jadi people pleaser adalah belajar melepaskan perkataan yang membuatmu terus takut mengecewakan orang.

Jangan Selalu Menghindari Ketidaknyamanan

Tidak Menghindari Ketidaknyamanan/Foto: Magnific

Berkata “tidak” mungkin terasa tidak nyaman pada awalnya. Kamu mungkin takut orang marah, kecewa, atau menganggapmu berubah, tetapi rasa tidak nyaman tersebut tidak selalu berarti kamu melakukan kesalahan.

Justru, terus menghindari konflik bisa membuat masalah semakin besar. Kamu menahan perasaan, menerima terlalu banyak hal, kemudian akhirnya merasa lelah karena kebutuhan sendiri tidak pernah didengar.

Karena itu, kalau ingin stop jadi people pleaser, berikan dirimu ruang untuk menghadapi ketidaknyamanan. Kamu tidak harus langsung jago berkata “tidak”; mulai saja dengan satu batas kecil yang terasa realistis.

Menjadi people pleaser bukan berarti kamu harus berhenti menjadi pribadi yang baik dan perhatian. Kamu hanya perlu memahami bahwa kebaikan juga seharusnya mencakup dirimu sendiri.

Jadi, kalau selama ini kamu selalu takut mengecewakan orang lain, coba mulai perlahan-lahan ya, Beauties! Belajar mengenali kebutuhan, menetapkan batas, dan menerima bahwa tidak semua orang harus selalu menyukaimu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE