5 Cara Bicara yang Salah dan Bisa Bikin Kamu Nggak Disukai Orang

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Minggu, 25 Jan 2026 09:30 WIB
3. Memberi Nasihat Tanpa Diminta
Langsung memberi solusi saat seseorang curhat bisa membuat mereka merasa tidak dipahami. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah didengarkan dan divalidasi perasaannya/ Foto: Freepik.com/Karlyukav

Pernahkah Beauties sejenak membayangkan bagaimana “gaya berbicara” yang kamu miliki selama ini ketika berada dalam sebuah percakapan? Berbicara memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat besar bagi kualitas hubungan.

Pembicaraan yang hangat mampu memperbaiki hari yang buruk, sementara pembicaraan yang canggung justru bisa membebani pikiran berhari-hari. Oleh karena itu, memahami gaya berbicara dengan baik adalah keterampilan penting.

Tanpa sadar, ada beberapa kebiasaan kecil dalam berbicara yang dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai, tidak didengarkan, atau bahkan menjauh. Mengutip dari Verywellmind, berikut adalah 5 kesalahan umum dalam berbicara yang mungkin tidak kamu sadari.

1. Terlalu Sering Memotong Pembicaraan

Memotong pembicaraan bisa membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan diabaikan. Hal ini dapat mengurangi kenyamanan mereka untuk berbagi dan merusak kualitas percakapan/ Foto: Freepik.com/Katemangostar
Memotong pembicaraan bisa membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan diabaikan. Hal ini dapat mengurangi kenyamanan mereka untuk berbagi dan merusak kualitas percakapan/ Foto: Freepik.com/Katemangostar

Memotong pembicaraan biasanya terjadi karena kita merasa sangat ingin ikut berkomentar atau memberi respons secepat mungkin. Namun, kebiasaan ini dapat membuat lawan bicara merasa tidak benar-benar didengarkan. Mereka bisa saja merasa bahwa pendapat atau cerita mereka kurang dianggap penting.

Dalam jangka panjang, hal seperti ini bisa mengurangi kenyamanan seseorang untuk berbagi cerita dengan kita. Memberikan ruang bagi orang lain untuk menyelesaikan ucapannya membuat percakapan terasa lebih menghargai dan menunjukkan bahwa kita benar-benar hadir dalam momen tersebut.

2. Terlalu Banyak Bicara tentang Diri Sendiri

Terlalu sering membicarakan diri sendiri bisa membuat percakapan terasa satu arah dan tidak seimbang. Lawan bicara pun dapat merasa tidak dihargai karena tidak diberi ruang untuk berbicara/ Foto: Freepik.com/Diana-grytsku

Berbagi pengalaman pribadi memang dapat membuat percakapan terasa lebih dekat, namun jika porsinya berlebihan, percakapan dapat berubah menjadi monolog sepihak. Lawan bicara mungkin merasa hanya menjadi “pendengar wajib” yang tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Ketika hal ini terjadi terus-menerus, hubungan pun menjadi tidak seimbang. Percakapan yang sehat membutuhkan aliran yang bergantian. Ada saat untuk bercerita, dan ada saat untuk mendengarkan. Membiarkan orang lain mengungkapkan pikirannya adalah tanda bahwa kita menghargai keberadaannya.

3. Memberi Nasihat Tanpa Diminta

Langsung memberi solusi saat seseorang curhat bisa membuat mereka merasa tidak dipahami. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah didengarkan dan divalidasi perasaannya/ Foto: Freepik.com/Karlyukav

Saat seseorang curhat, banyak dari kita refleks untuk langsung memberikan solusi. Padahal, tidak semua orang ingin masalahnya diperbaiki, kadang mereka hanya butuh tempat untuk meluapkan perasaan. Memberikan nasihat tanpa diminta sering kali membuat seseorang merasa kurang mampu mengatasi masalahnya sendiri.

Hal ini juga bisa membuat mereka berpikir bahwa pengalaman atau emosi mereka tidak divalidasi. Dengan bertanya lebih dulu apakah mereka ingin didengarkan atau ingin pendapat kita, percakapan menjadi jauh lebih nyaman dan penuh empati.

4. Mengajukan Pertanyaan Tertutup

Pertanyaan tertutup sering membuat percakapan cepat terhenti dan terasa kaku. Sebaliknya, pertanyaan terbuka memberi ruang bagi lawan bicara untuk bercerita lebih dalam/ Foto: Freepik.com/Jcomp

Pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak” sering kali membuat percakapan berhenti begitu saja. Meskipun terdengar sederhana, pertanyaan tertutup dapat membatasi ruang bagi lawan bicara untuk menjelaskan dengan lebih dalam.

Akibatnya, percakapan terasa kaku dan tidak berkembang. Menggunakan pertanyaan terbuka mendorong seseorang untuk bercerita lebih panjang dan memberikan warna pada percakapan. Hal ini membantu menciptakan suasana yang lebih hangat dan interaktif.

5. Tidak Mengajukan Pertanyaan Lanjutan

Tidak mengajukan pertanyaan lanjutan bisa membuat lawan bicara merasa ceritanya tidak penting. Padahal, pertanyaan sederhana menunjukkan perhatian dan membuat percakapan terasa lebih dekat/ Foto: Freepik.com/Azerbaijan-stockers

Pertanyaan lanjutan adalah tanda bahwa kita memperhatikan apa yang dikatakan seseorang. Ketika seseorang menjawab pertanyaan kita, lalu kita langsung mengganti topik, mereka bisa merasa bahwa cerita mereka tidak menarik atau tidak penting bagi kita.

Padahal, sering kali satu pertanyaan lanjutan sederhana dapat memperdalam hubungan dan membuat percakapan terasa lebih natural lho, Beauties! Dengan menunjukkan rasa ingin tahu pada detail yang mereka sampaikan, kita memberi sinyal bahwa kita benar-benar hadir dan peduli.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE