5 Cara Melatih Otak agar Tetap Fokus Bekerja Meski Sedang Berpuasa
Beauties, berpuasa seharian bukan berarti produktivitas harus ikut berhenti. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa rasa lapar, haus, dan perubahan pola tidur selama Ramadan bisa membuat konsentrasi menurun dan semangat bekerja terasa lebih berat dari biasanya.
Sebelum masuk ke tipsnya, penting diketahui bahwa puasa sebenarnya tidak merusak kemampuan berpikir otak. Melansir Healthline, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa puasa jangka pendek kurang dari 24 jam tidak terbukti menurunkan kemampuan berpikir orang dewasa.
Para peneliti melaporkan bahwa tubuh manusia telah beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi pengganti saat berpuasa. Bahkan, puasa dapat meningkatkan kadar protein pendukung sel saraf di dalam otak yang berperan dalam kemampuan belajar dan daya ingat.
Jadi, dengan strategi yang tepat, otak kamu tetap bisa bekerja dengan baik sepanjang hari puasa. Karena itu, kamu perlu tahu sederet cara melatih otak agar tetap fokus bekerja meski sedang berpuasa. Simak, yuk!
1. Kerjakan Tugas Terpenting di Pagi Hari
Ilustrasi bekerja/Foto: pexels.com/tima-miroshnichenko
Salah satu kunci produktivitas saat berpuasa adalah kepintaran dalam mengatur waktu dan energi. Pagi hari, terutama setelah sahur adalah saat tubuh dan pikiran masih berada di kondisi terbaik karena energi baru saja terisi.
Mengutip Johns Hopkins Aramco Healthcare, sebaiknya kerjakan tugas-tugas yang paling penting, kompleks, atau membutuhkan banyak pikiran di pagi hari ketika energi dan fokus masih berada di puncaknya. Simpan pekerjaan rutin yang tidak terlalu sulit untuk sore hari ketika kadar gula darah sudah berada di titik terendah dan konsentrasi mulai menurun.
2. Terapkan Teknik Kerja Berfokus (Pomodoro)
Ilustrasi istirahat/Foto: Freepik.com/drobotdean
Bekerja dalam waktu panjang tanpa jeda bisa menguras energi mental lebih cepat, apalagi saat sedang berpuasa. Salah satu teknik yang terbukti efektif untuk menjaga fokus adalah teknik Pomodoro, yakni metode kerja yang membagi waktu kerja menjadi sesi-sesi pendek yang diselingi istirahat.
Healthline mengatakan cara menerapkan teknik ini sebagai berikut:
- Setel pengatur waktu selama 25 menit dan mulai bekerja penuh tanpa gangguan.
- Saat waktu habis, istirahat selama 5 menit.
- Ulangi empat kali, lalu ambil istirahat lebih panjang sekitar 20 hingga 30 menit.
Pada cara ini, hindari kebiasaan multitasking karena penelitian membuktikan bahwa otak manusia bekerja jauh lebih baik saat fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Teknik ini sangat cocok diterapkan saat puasa karena sesi kerja yang singkat membuat otak tidak merasa kewalahan. Waktu istirahat 5 menit di antara sesi bisa kamu gunakan untuk meregangkan badan, mengatur napas, atau sekadar mengistirahatkan mata dari layar.
3. Minimalkan Gangguan di Sekitar
Ilustrasi bekerja/Foto: pexels.com/cristian-rojas
Saat energi sudah tidak setinggi biasanya, gangguan kecil sekalipun bisa memutus alur pikiran dan membuat kamu butuh waktu lebih lama untuk kembali fokus. Karena itu, menciptakan lingkungan kerja yang minim gangguan menjadi lebih penting dari biasanya saat berpuasa.
Batasi penggunaan ponsel saat jam kerja agar perhatianmu tidak teralihkan. Selain itu, jangan juga berfokus untuk selalu memeriksa jam karena akan menguras energi mental yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Lingkungan yang mendukung akan sangat membantu otak untuk tetap pada jalurnya.
4. Tidur Cukup dan Manfaatkan Tidur Siang Singkat
Ilustrasi tidur siang/Foto: Freepik/jcomp
Pola tidur yang berubah selama Ramadan dengan bangun lebih awal untuk sahur dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi keesokan harinya. Kurang tidur pada sebagian besar malam dalam seminggu dapat berdampak negatif pada kemampuan berkonsentrasi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar orang dewasa tidur tujuh jam atau lebih setiap malam untuk menjaga fungsi kognitif tetap optimal. Lalu, laman Johns Hopkins Aramco Healthcare mengatakan pentingnya memanfaatkan tidur siang singkat selama 20 menit saat jam istirahat. Cara ini sangat efektif untuk memulihkan fokus.
Pasang alarm agar tidak tertidur terlalu lama karena tidur siang lebih dari 30 menit justru dapat membuat tubuh semakin lemas saat bangun. Usahakan tidur lebih awal di malam hari dan manfaatkan jeda istirahat siang sebaik mungkin. Dua puluh menit tidur siang sudah cukup untuk memulihkan energi dan membantu otak kembali segar untuk menyelesaikan sisa pekerjaan hari itu.
5. Pilih Menu Sahur yang Mendukung Fungsi Otak
Ilustrasi sahur/Foto: Freepik.com/freepik
Apa yang kamu makan saat sahur berpengaruh langsung pada seberapa baik otak bisa bekerja sepanjang hari. Pilihan menu yang salah bisa membuat energi cepat habis dan konsentrasi menurun jauh sebelum waktu berbuka tiba.
Melansir WebMD, glukosa adalah sumber energi utama otak, bukan gula di dapur, melainkan glukosa yang diproses tubuh dari karbohidrat yang dikonsumsi. Tidak mendapatkan cukup nutrisi penting dapat mengganggu kemampuan berkonsentrasi. Makanan berprotein tinggi seperti ikan yang kaya asam lemak omega-3 adalah yang paling direkomendasikan untuk mendukung fungsi otak.
Saat sahur pilih makanan yang memberikan energi panjang, bukan yang menyebabkan lonjakan energi sesaat. Karbohidrat kompleks dari oatmeal, roti gandum, dan nasi merah adalah pilihan terbaik, dikombinasikan dengan sumber protein sehat seperti telur, tahu, dan ikan.
Hindari makanan yang terlalu manis atau tinggi gula saat sahur karena meskipun memberikan energi cepat, kadar gula darah akan anjlok beberapa jam kemudian dan membuat kamu semakin sulit berkonsentrasi. Tambahkan buah-buahan segar dan minum air putih yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.
Beauties, itu dia lima cara yang bisa kamu terapkan untuk membantu otak tetap fokus dan produktif meski sedang berpuasa. Kuncinya adalah mengatur energi dengan bijak, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, dan memberikan tubuh serta pikiran istirahat yang cukup.
Ingat, berpuasa bukan halangan, kamu bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik sambil tetap menjalani ibadah Ramadan dengan penuh!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!