5 Cara Meminta Maaf kepada Anak dengan Tulus, Orang Tua Wajib Tahu

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Jumat, 17 Jul 2026 19:30 WIB
2. Minta Maaf dengan Tulus
Minta Maaf dengan Tulus/Foto: Magnific/freepik

Pernah merasa bersalah setelah memarahi anak, tetapi bingung harus memulai dari mana untuk meminta maaf? Situasi seperti ini ternyata cukup sering dialami oleh banyak orang tua.

Padahal, cara meminta maaf kepada anak juga perlu diperhatikan. Permintaan maaf yang tulus bisa membuat anak merasa didengar sekaligus dihargai.

Mengakui kesalahan kepada anak tidak membuat orang tua terlihat lemah. Sebaliknya, sikap ini bisa membantu membangun hubungan orang tua dan anak yang lebih hangat.

Nah, supaya permintaan maaf yang disampaikan benar-benar tulus, berikut beberapa tips yang bisa kamu simak di bawah ini. 

1. Akui Kesalahan

Akui Kesalahan/Foto: Magnific/freepik

Pernah tanpa sadar membentak atau memarahi anak saat sedang emosi? Kalau sudah begitu, jangan ragu mengakui bahwa kamu memang melakukan kesalahan.

Melansir dari Parents.com, Susan Shapiro, seorang profesor perguruan tinggi dan penulis buku terlaris New York Times menjelaskan, mengakui kesalahan merupakan langkah pertama dalam menyampaikan permintaan maaf yang baik. Langkah ini membuat anak merasa perasaannya tidak diabaikan.

Berani mengakui kesalahan juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai orang tua. Sikap ini mengajarkan anak bahwa setiap orang perlu bertanggung jawab atas tindakannya.

2. Minta Maaf dengan Tulus

Minta Maaf dengan Tulus/Foto: Magnific/freepik

Setelah mengakui kesalahan, jangan lupa mengucapkan maaf secara langsung kepada anak. Kalimat yang sederhana sering kali terasa lebih bermakna daripada penjelasan yang bertele-tele.

Permintaan maaf juga sebaiknya disampaikan dengan jelas dan tulus. Hindari menggunakan kata-kata yang justru terdengar seperti menyalahkan anak atau membenarkan kesalahan sendiri.

Ucapan maaf yang tulus membuat anak merasa dihargai sekaligus didengarkan. Dari kebiasaan kecil ini, hubungan orang tua dan anak pun bisa menjadi lebih hangat.

3. Jelaskan Penyebabnya dengan Jujur

Jelaskan Penyebabnya dengan Jujur/Foto: Magnific/freepik

Setelah meminta maaf, orang tua bisa menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Namun, penjelasannya tidak boleh untuk mencari pembenaran, ya, Beauties. 

Menjelaskan situasi bisa membantu anak memahami apa yang terjadi. Meski begitu, orang tua tetap perlu bertanggung jawab atas sikap atau ucapan yang telah menyakiti hati anak.

Dengan cara ini, anak belajar bahwa setiap kesalahan bisa dijelaskan tanpa harus menyalahkan orang lain. Permintaan maaf pun terasa lebih tulus dan mudah diterima.

4. Dengarkan Perasaan Anak

Dengarkan Perasaan Anak/Foto: Magnific/freepik

Setelah minta maaf, beri anak waktu untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Dengarkan tanpa memotong pembicaraan atau terburu-buru membela diri.

Mengutip Parents.com, menurut Dr. Tovah P. Klein, direktur Barnard College Center for Toddler Development sekaligus penulis How Toddlers Thrive, anak bisa merasa takut ketika orang tua marah kepadanya. Karena itu, mengakui bahwa perasaannya terluka bisa membantu memperbaiki hubungan yang sempat renggang.

Saat anak merasa didengar, mereka akan lebih mudah menerima permintaan maaf yang disampaikan. Sikap ini juga menunjukkan bahwa orang tua menghargai perasaan dan sudut pandang anak.

5. Perbaiki Kesalahan

Perbaiki Kesalahan/Foto: Magnific/freepik

Mengucapkan maaf memang penting, tetapi anak juga perlu melihat perubahan dari sikap orang tua. Tindakan seperti ini lebih berarti daripada sekadar ucapan maaf saja.

Permintaan maaf juga perlu dibuktikan dengan perubahan sikap. Hal ini membantu membangun kembali rasa percaya anak kepada orang tua. 

Tidak ada orang tua yang selalu sempurna. Namun, kemauan untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik adalah bentuk tanggung jawab orang tua yang akan memberikan contoh positif bagi anak.

Beauties, cara meminta maaf kepada anak mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat besar. Dalam parenting, kebiasaan sederhana seperti ini bisa membantu menciptakan hubungan orang tua dan anak yang lebih hangat, saling memahami, dan saling percaya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE