5 Cara Mengenali Orang Caper yang Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 12 Aug 2026 10:30 WIB
4. “Kayaknya aku payah banget ya jadi orang.”
Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/katemangostar

Tak dimungkiri, rasanya memang sangat menyenangkan jika ada seseorang yang menyadari perubahan kecil pada diri kita. Hal itu membuat kita merasa benar-benar diperhatikan dan dihargai dalam lingkungan sosial.

Namun, ketika seseorang merasa selalu ingin menjadi pusat perhatian, hal itu dapat terasa menyebalkan karena tanpa disadari telah terjebak dalam kondisi yang disebut attention-seeking (mencari perhatian) alias caper.

Orang dengan sifat ini biasanya berusaha mencuri perhatian untuk mengalihkan fokus orang lain kembali kepada diri sendiri. Lantas, kalimat apa saja yang sering mereka ucapkan? Simak rangkuman informasinya seperti dilansir dari Your Tango.

1. “Tahu nggak sih?”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/magnific

Kalimat yang memancing rasa penasaran, seperti “Tahu nggak sih?” atau “Coba kalian tahu apa yang terjadi barusan...” sering kali dipakai orang yang caper saat mengobrol. Mereka memakai kalimat ini sebagai cara cepat untuk memulai cerita, gosip, atau membagikan hal dramatis agar orang lain fokus mendengarkan mereka.

Orang yang caper ingin merasa dirinya penting atau terlibat. Dengan memakai kalimat pancingan seperti itu, mereka memaksa orang lain untuk berhenti sejenak dan memberikan perhatian penuh kepadanya.

Mereka senang menjadi orang pertama yang mengetahui atau membagikan sebuah informasi, apalagi saat orang lain penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Seakan mereka memegang kendali penuh atas percakapan, di mana memberikan kepuasan tersendiri.

2. “Emang nggak ada yang peduli sama aku?”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/magnific

Orang yang suka cari perhatian dan haus validasi sering mengucapkan kalimat seperti “Emang nggak ada yang peduli sama aku”. Kalimat bernada mengasihani diri ini biasanya dipakai untuk memicu rasa bersalah atau memancing simpati agar orang di sekitarnya langsung mendekat dan memberikan perhatian.

Secara psikologis, ucapan ini bukan sekedar kalimat biasa, melainkan sebuah taktik emosional yang sengaja dilemparkan ke orang lain. Cara ini bisa dengan cepat mengubah suatu percakapan agar beralih sepenuhnya ke drama atau masalah pribadi mereka.

3. “Tunggu, ini benar-benar lucu!”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/wayhomestudio

Sebenarnya, ada beberapa alasan mengapa orang caper senang menggunakan kata pancingan yang berlebihan atau dramatis seperti “Tunggu!”. Itu karena mereka ingin orang lain penasaran, menoleh, atau merespons obrolannya.

Ucapan tersebut juga biasanya bisa membuat orang lain menghentikan percakapan dan beralih memperhatikan mereka untuk mendengarkan apapun yang menurutnya seru, lucu, atau aneh.

Nggak jarang juga mereka mengubah cerita biasa atau lelucon garing jadi terlihat sangat heboh hanya agar orang lain berfokus pada mereka.

4. “Kayaknya aku payah banget ya jadi orang.”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/katemangostar

Kalimat seperti “Kayaknya aku payah banget, ya” sering kali dipakai untuk menarik perhatian dan simpati dari lingkungan sekitarnya. Ucapan yang tampak seperti keluhan atau kerendahan hati, tetapi sebenarnya ingin memamerkan kelebihan diri secara terselubung. Banyak orang menyebutnya ‘merendah untuk meroket’ atau humblebrag.

Kalimat seperti ini sering kali diucapkan saat berkumpul bersama banyak orang. Tujuannya agar orang lain membantah ucapan tersebut dengan memberikan validasi atau pujian.

Mereka senang menempatkan diri sebagai “korban” atau pihak yang tersakiti karena lebih mudah menarik perhatian dan rasa iba orang lain. Ketika berbicara tentang hal yang biasa, mereka merasa tidak diperhatikan sehingga memilih posisi yang dramatis.

5. “Ini adalah hal favoritku!”

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/prostooleh

Orang yang benar-benar caper sering kali mengucapkan kalimat “Ini adalah hal favoritku!”. Entah itu lagu, film, atau makanan sekalipun untuk mencari perhatian orang lain dan meminta validasi.

Tak jarang mereka berbicara tentang betapa mereka menyukai sesuatu atau mengetahui suatu hal lebih dulu, sehingga tampak seolah-olah merekalah yang lebih tahu dan paham hal tersebut.

Sifat seperti ini sebenarnya ada alasan psikologisnya. Salah satunya karena ingin langsung terlihat kompak atau satu frekuensi dengan orang lain agar cepat diterima dan disukai.

Mereka cenderung mengklaim banyak hal sebagai “favorit” biasanya karena ingin dianggap unik dan memiliki selera yang berbeda, membuatnya jadi menonjol di depan publik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE