5 Cara Mengenali Orang Manipulatif Dilihat dari Cara Bertanya

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Senin, 13 Jul 2026 16:30 WIB
Menyamarkan Sindiran Lewat Alasan Humor
Cara mengenali orang manipulatif dari cara bertanya/ Foto: Pexels/Shvets Production

Cara seseorang mengajukan pertanyaan dalam interaksi sehari-hari ternyata bisa menjadi cerminan dari agenda tersembunyi mereka. Orang yang manipulatif sering kali menggunakan cara halus ini untuk memicu rasa bersalah, meragukan diri sendiri, hingga mengontrol keputusan kita tanpa disadari.

Melansir dari YourTango dan Bolde, salah satu cara untuk mengetahui tanda-tanda ini adalah dengan memperhatikan pola pertanyaan mereka. Simak selengkapnya!

Mengajukan Pertanyaan yang Memicu Rasa Bersalah

Cara mengenali orang manipulatif dari cara bertanya/ Foto: Pexels/www.kaboompics.com

Pola ini biasanya muncul saat kamu berniat menolak suatu permintaan mereka. Pertanyaan seperti "Kamu nggak ingin membuat semua orang bahagia, ya?" atau "Kamu tega membuatku kecewa setelah semua yang kulakukan untukmu?" sengaja diucapkan untuk melonggarkan batasan yang sudah kamu tetapkan.

Menurut konselor kesehatan mental, Garelyn Dexter, cara ini digunakan untuk menegaskan kekuasaan dan pengaruh atas orang lain demi keuntungan pribadi mereka. Mereka bertindak dengan mengungkit kebaikan masa lalu agar kamu merasa berutang budi dan bersedia mengikuti kemauan mereka.

Mempertanyakan Keyakinan Diri

Cara mengenali orang manipulatif dari cara bertanya/ Foto: Pexels/August de Richelieu

Studi dalam Journal of Personality Disorders menyatakan bahwa ini merupakan upaya mempertahankan diri atas ketidakmampuan dan kecemasan yang justru terlihat dari sikapnya yang terlalu kritis dan menghakimi.

Seseorang yang manipulatif akan berusaha mempertanyakan kemandirian dan rasa percaya diri lawan bicaranya. Mereka akan memberikan pertanyaan bernada meremehkan seperti, "Kamu yakin bisa menangani hal ini?" atau "Apa yang membuatmu berpikir kalau kamu mampu melakukannya?"

Ulasan dari Psychology Today menjelaskan bahwa cara ini disengaja untuk memicu keraguan dalam dirimu. Bahkan, jika kamu mulai menunjukkan tanda-tanda berpikir mandiri, mereka akan balik bertanya dengan kalimat, "Siapa sih yang memasukkan ide itu ke kepalamu?" agar kamu selalu bergantung pada opini mereka.

Menanyakan Soal Kepercayaan Saat Terdesak

Cara mengenali orang manipulatif dari cara bertanya/ Foto: Pexels/Budgeron Bach

Pertanyaan yang paling sering diucapkan saat kebohongan mereka mulai dicurigai adalah, "Apakah kamu tidak mempercayaiku?" Mereka tahu bahwa kepercayaan merupakan pilar penting dalam hubungan yang sehat, sehingga isu ini sengaja diputarbalikkan untuk membuatnya kembali terkendali.

Para pakar dari Our Mental Health memaparkan bahwa saat mengajukan pertanyaan ini, mereka sering kali memasang ekspresi terluka atau mengarang cerita sedih masa lalu tentang bagaimana mereka pernah dikhianati. Tujuannya adalah membuatmu merasa bersalah karena telah meragukan mereka, sehingga kamu terpaksa mengorbankan logika untuk membuktikan kesetiaan.

Memosisikan Diri sebagai Korban dengan Pertanyaan Defensif

Cara mengenali orang manipulatif dari cara bertanya/ Foto: Pexels/Liza Summer

Ketika melakukan kesalahan dan kamu mencoba menegurnya, seorang manipulator tidak akan pernah mau mengambil tanggung jawab. Sebaliknya, mereka akan langsung membela diri dengan pertanyaan sinis untuk menyerang balik seperti, "Apa lagi kesalahanku kali ini?" atau "Kenapa sih kamu selalu defensif?"

Pakar dari Flourish Psychological Services menjelaskan bahwa ketidakmauan mengakui kesalahan merupakan bagian dari perilaku gaslighting. Cara ini ibarat seseorang yang mendorongmu ke dalam kolam renang, lalu dengan polosnya menanyakan kenapa bajumu bisa basah kuyup. Mereka mengalihkan beban emosional kembali kepadamu agar fokus pembicaraan berubah menjadi kesalahanmu yang dianggap terlalu sensitif.

Menyamarkan Sindiran Lewat Alasan Humor

Cara mengenali orang manipulatif dari cara bertanya/ Foto: Pexels/Shvets Production

Tanda lain yang cukup sering dijumpai dalam interaksi sosial ini adalah pertanyaan, "Kenapa kamu nggak bisa menerima sebuah lelucon, sih?" Kalimat ini biasanya dilemparkan setelah mereka mengucapkan candaan yang menyakitkan hati lawan bicara.

Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Phil Stark, berpendapat bahwa jika humor digunakan untuk meremehkan emosi seseorang, hal itu justru merusak kesehatan hubungan. Pertanyaan ini digunakan pelaku seolah-olah mereka hanya menempelkan plester kecil bertuliskan cuma bercanda di atas luka tembak emosional yang baru saja mereka buat pada hatimu agar mereka lolos dari tanggung jawab.

Dengan memahami pola-pola pertanyaan di atas, kamu bisa lebih tegas dalam menjaga batasan diri dan menjaga kedamaian pikiranmu.

Nah, dari kelima poin di atas, mana, nih, yang paling sering kamu temui, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE