5 Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 07 Apr 2026 19:30 WIB
5 Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog
Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog/Foto: Pexels/cottonbro studio

Sebagian orang menguasai kemampuan untuk berpura-pura baik-baik saja padahal dunianya sedang jungkir balik. Pura-pura tersenyum, bertindak seolah semuanya baik-baik saja, namun, apa yang ia rasakan jauh dari kata baik-baik saja.

Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang gemar berpura-pura baik-baik saja adalah karena kita sering kali diajarkan untuk memendam emosi. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa menekan atau memendam emosi hanya akan membuat emosi negatif itu utuh dan tidak terobati dengan baik, Beauties.

Nah, menurut psikolog, ada beberapa cara mengenali orang yang pura-pura baik-baik saja dilihat dari ucapannya. Dirangkum dari Your Tango, yuk, simak ulasannya!

”Aku Baik-Baik Saja, Jangan Khawatirkan Aku”

Di balik kalimat ”Aku Baik-Baik Saja, Jangan Khawatirkan Aku” yang berupaya menenangkan ini, sebenarnya tersembunyi perasaan yang sedang tidak baik-baik saja. Salah satu alasan utama orang menyembunyikan emosi mereka dari orang yang mereka cintai adalah karena mereka terlalu malu untuk mengakui perasaan mereka.

Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog/Foto: Pexels/Timur Weber

Merasa familiar dengan kalimat ini, Beauties? Di balik kalimat yang berupaya menenangkan ini, sebenarnya tersembunyi perasaan yang sedang tidak baik-baik saja. Salah satu alasan utama orang menyembunyikan emosi mereka dari orang yang mereka cintai adalah karena mereka terlalu malu untuk mengakui perasaan mereka.

Orang yang berpura-pura baik-baik saja sering kali mencoba menutupi kondisi mereka dengan meyakinkan orang lain bahwa semuanya baik-baik saj karena tidak ingin dianggap cengeng atau sombong. Namun, hal ini justru dapat berdampak sebaliknya, karena menyembunyikan emosi tersebut justru dapat memperburuk keadaan.

Menurut psikolog berlisensi La Keita D. Carter, PsyD, LP, "Masalahnya adalah menekan perasaan kita justru dapat memperparahnya. Dan jika kita melakukannya cukup lama, perasaan tersebut dapat berkembang menjadi masalah kronis."

”Aku Tidak Mau Membicarakannya”

Cara mengenali orang yang pura-pura baik-baik saja bisa terlihat saat ia mengucapkan kalimat

Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog/Foto: Freepik

Cara mengenali orang yang pura-pura baik-baik saja bisa terlihat saat ia mengucapkan kalimat "aku tidak mau membicarakannya." Kalimat ini sering kali menandakan respons defensif terhadap topik yang menyakitkan. 

Orang yang mengatakan kalimat ini mungkin merasa sangat rentan tentang sesuatu dan ingin menghindari membicarakannya sama sekali. Mereka percaya bahwa jika mereka menahan diri untuk tidak membicarakan sesuatu yang mungkin membuat mereka kesal dan sedih, mereka bisa tampak kuat.

Menurut psikolog klinis Jill P. Weber, orang yang mengatakan kalimat ini sering kali takut dianggap terlihat memalukan.

“Orang cenderung menahan emosi mereka karena rasa takut. Ketakutan yang mendalam untuk menjadi rentan, untuk dilihat, dan kemudian untuk dinegasikan, merasa bersalah, atau dipermalukan dengan cara tertentu karena kerentanan itu,” katanya.

“Jadi, alih-alih mengatakan apa yang perlu dikatakan, mereka menambahkan lapisan lain dari rasa sakit, atau kesulitan, atau patah hati, atau kehilangan, atau penderitaan di punggung mereka dan terus berjalan seolah tidak terjadi apa-apa,” lanjutnya.

”Aku Bisa Mengatasinya”

Ketika seseorang mengatakan

Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog/Foto: Pexels/George Pak

Ketika seseorang mengatakan "Aku bisa mengatasinya" ketika ia tidak terlihat baik-baik saja, mereka sedang berusaha mengatur segalanya agar berada di bawah kendali. Ini adalah bentuk mekanisme pertahanan untuk menyembunyikan rasa tidak aman mereka dan berusaha memegang kontrol walau sedang merasa hancur.

Alih-alih mengatasi masalah yang dihadapi, mereka yang tidak baik-baik saja berusaha mengembangkan persona yang tangguh untuk menutupi keraguan diri mereka sendiri, dan menyembunyikan rasa kerentanan dari orang lain.

Padahal, salah satu cara untuk mengatasinya adalah menerima bahwa diri sedang merasa rentan. Selain itu, tak ada salahnya untuk menerima bantuan dari orang lain.

“Ketika Anda perlu bertindak kuat, Anda membangun tembok pertahanan yang tidak memungkinkan orang lain masuk. Anda menjadi tak tertembus dan, oleh karena itu, tidak dicintai,” kata psikoterapis Mel Schwartz.

”Aku Sudah Terbiasa dengan Hal Itu”

Salah satu hal paling menyedihkan tentang orang yang berpura-pura baik-baik saja adalah mereka sudah terbiasa melakukannya sehingga tidak lagi menganggapnya sebagai suatu masalah. Namun, hanya karena terbiasa bukan berarti itu baik-baik saja. Mereka sering mengucapkan,

Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog/Foto: Freepik

Salah satu hal paling menyedihkan tentang orang yang berpura-pura baik-baik saja adalah mereka sudah terbiasa melakukannya sehingga tidak lagi menganggapnya sebagai suatu masalah. Namun, hanya karena terbiasa bukan berarti itu baik-baik saja, Beauties.

Hal ini bisa menjadi bumerang ke depannya. Mengatasi luka batin memang tidak mudah, namun, mengakui luka tersebut apa adanya sangatlah penting. Menurut konselor berlisensi Diana Tutschek, M.S., luka batin yang tidak ditangani dengan tepat tak hanya memengaruhi orang yang bersangkutan, tapi juga hubungannya dengan orang lain.

"Trauma masa kecil yang tidak ditangani memengaruhi keterikatan, kepercayaan, dan komunikasi orang dewasa dalam hubungan intim," ungkap.

”Aku Tidak Ingin Membebani Siapa pun”

Cara mengenali orang yang pura-pura baik-baik saja dilihat dari ucapannya adalah melalui kalimat

Cara Mengenali Orang yang Pura-Pura Baik-Baik Saja dari Ucapannya Menurut Psikolog/Foto: Pexels/MART PRODUCTION

Cara mengenali orang yang pura-pura baik-baik saja dilihat dari ucapannya adalah melalui kalimat "aku tidak ingin membebani siapa pun." Ketika kita mencintai seseorang, tentu kita ingin melindungi mereka dengan segala cara. Baik itu dari orang lain, atau bahkan dari diri sendiri. Inilah mengapa kalimat ini sering mereka ucapkan saat tidak baik-baik saja.

Tentu, orang yang mereka cintai mungkin tidak keberatan, tetapi entah karena malu atau rasa bersalah, mereka akan menyembunyikan perasaan dan berpura-pura baik-baik saja.

Menurut psikolog klinis dan profesor Leon F Seltzer, PhD, salah satu alasan utama hal ini berkaitan dengan rasa takut. Ia menjelaskan, "Tetapi pada kenyataannya, motif utama menyembunyikan emosi kita (seperti yang telah saya sebutkan) didasarkan pada rasa takut. Kita hanya takut terlihat lemah atau rentan di mata orang lain."

Inilah sebabnya mengapa banyak orang yang diam-diam sedang tidak baik-baik saja hampir selalu menyebutkan rasa takut mereka menjadi beban. Meskipun mungkin terdengar konyol bagi orang-orang yang mereka sayangi, salah satu alasan utama mereka tidak mau terbuka adalah karena takut menjadi beban.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE