5 Cara Mengenali Orang yang Tak Tahu Berterima Kasih Menurut Ilmu Psikologi

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 08 Apr 2026 19:30 WIB
“Kamu Berutang Padaku”
Cara Mengenali Orang yang Tak Tahu Berterima Kasih Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik

Ada tiga kata ajaib yang kita wajib ucapkan dalam kehidupan sosial, yaitu "tolong", "maaf", dan "terima kasih". Mengucapkan terima kasih adalah bentuk apresiasi atau ungkapan syukur atas kebaikan dan bantuan orang lain. Sikap ini merupakan cara menghargai usaha orang lain.

Namun, bagaimana dengan orang yang tidak tahu berterima kasih? Sesederhana mengucapkan "terima kasih" pun mereka enggan. Mereka merasa tidak membutuhkan orang lain dan merasa dirinya yang paling hebat.

Cara mengenali orang yang tak tahu berterima kasih bisa dilihat dari kalimat yang mereka ucapkan sehari-hari, Beauties. Dirangkum dari Your Tango, yuk, simak ulasannya!

“Tidak Ada Seorang pun yang Berterima Kasih saat Aku Menolong Mereka”

Cara mengenali orang yang tak tahu berterima kasih adalah mereka gemar mengucapkan kalimat

Cara Mengenali Orang yang Tak Tahu Berterima Kasih Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik

Cara mengenali orang yang tak tahu berterima kasih adalah mereka gemar mengucapkan kalimat "tidak ada seorang pun yang berterima kasih saat aku menolong mereka." Ketika mereka menolong lain, seringnya tidak didasari dengan hati yang tulus. Mereka mengharapkan adanya imbalan.

Namun, ada alasan di balik perilaku tersebut, Beauties. Sebuah studi tahun 2023 yang dipublikasikan di PubMed Central tentang rasa syukur menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan pengasuh dan orang tua yang mengutamakan rasa syukur dalam hidup mereka sering kali memiliki hubungan sosial yang lebih baik dan kesehatan emosional yang lebih seimbang daripada teman sebaya mereka yang tidak bersyukur.

Meskipun sebagian besar orang tua mengakui bahwa perilaku teladan orang tua memengaruhi kesejahteraan kita di masa dewasa, contoh praktis ini menunjukkan kecenderungan hubungan "transaksional" saat anak-anak beranjak dewasa.

Jika orang tua mengharapkan rasa syukur sebagai respons terhadap setiap tindakan pengasuhan, misalnya memberikan berbagai fasilitas di rumah, anak-anak mereka yang sudah dewasa kemungkinan besar akan membawa pola pikir ini ke dalam hubungan romantis mereka.

Dalam konteks hubungan asmara, mereka "menipu" pasangan mereka agar percaya bahwa mereka hanya "layak" mendapatkan kesetiaan, kejujuran, atau cinta ketika mereka secara aktif menanggapi dan mengungkapkan rasa syukur untuk itu, alih-alih membiarkannya terwujud dari sifat cinta tanpa syarat.

“Mengapa Kamu Selalu Membuatku Merasa Begini?”

Cara mengenali orang yang tak tahu berterima kasih adalah mereka menolak bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Mereka sering berharap orang lain mau berkorban untuk mereka dan mendukung mereka dalam segala hal.

Cara Mengenali Orang yang Tak Tahu Berterima Kasih Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik

Cara mengenali orang yang tak tahu berterima kasih adalah mereka menolak bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Mereka sering berharap orang lain mau berkorban untuk mereka dan mendukung mereka dalam segala hal.

Di sisi lain, mereka tidak pernah mengapresiasi dan berterima kasih atas hal-hal yang sudah dilakukan orang lain kepadanya, baik itu pasangan, keluarga, atau teman.

Sebuah studi dari PLOS One mengungkapkan bahwa sebagian besar orang yang tidak tahu berterima kasih mengandalkan praktik ini untuk "menyelamatkan muka" ketika mereka dihadapkan dengan konsekuensi dari tindakan mereka sendiri. Mengalihkan perhatian pada faktor eksternal, seperti perilaku atau kebiasaan pasangan mereka, mereka dapat menjadikan diri mereka sebagai korban untuk memanipulasi orang-orang dalam hidup mereka.

“Kamu Berutang Padaku”

Sebuah studi dari jurnal Personality and Social Psychology berpendapat bahwa orang yang tidak tahu berterima kasih cenderung terlalu fokus pada apa yang

Cara Mengenali Orang yang Tak Tahu Berterima Kasih Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik

Sebuah studi dari jurnal Personality and Social Psychology berpendapat bahwa orang yang tidak tahu berterima kasih cenderung terlalu fokus pada apa yang "hilang" dari hidup mereka, daripada apa yang sudah mereka miliki, baik itu hubungan yang sehat, dukungan, atau stabilitas keuangan.

Ketidakpuasan ini dapat berdampak negatif pada hubungan. Seseorang yang tidak tahu berterima kasih selalu menetapkan harapan yang mustahil bagi orang lain, mulai dari keluarga hingga pasangan.

Dengan kehilangan kesempatan untuk berempati, berterima kasih, dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang terdekatnya, mereka juga kehilangan kesempatan untuk berkembang dalam hubungan, termasuk menumbuhkan kepercayaan, keintiman, dan rasa kesetiaan.

“Aku Lupa Kamu Hanya Datang saat Butuh Sesuatu”

Cara mengenali orang yang tak tahu berterima kasih adalah mereka berusaha memanipulasi orang lain dengan mengatakan

Cara Mengenali Orang yang Tak Tahu Berterima Kasih Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik

Cara mengenali orang yang tak tahu berterima kasih adalah mereka berusaha memanipulasi orang lain dengan mengatakan "aku lupa kamu hanya datang saat butuh sesuatu." Mereka sebenarnya sadar bahwa dirinyalah yang selama ini memanfaatkan orang lain, tapi karena merasa malu dan tidak mau mengakui kesalahannya, ia memproyeksikan hal tersebut ke orang lain.

Menurut studi dari American Psychologist, orang yang rutin mempraktikkan rasa syukur dalam kesehariannya mengalami lebih sedikit emosi negatif. Sebaliknya, orang yang tak tahu berterima kasih tidak terbiasa bersyukur, oleh karena itu ada banyak gejolak emosi di dalam hatinya yang tak terselesaikan, mulai dari rasa bersalah, malu, dan merasa berhak atas segalanya.

Membebani orang lain dengan emosi-emosi ini adalah cara mereka untuk menemukan kelegaan dan mengalihkan rasa bersalah mereka kepada orang lain karena tidak sepenuhnya tersedia untuk mendukung atau mendengarkan mereka.

“Mengapa Aku Selalu Merasa Tidak Bahagia?”

Orang yang tidak bersyukur sering kali merasa tidak puas, mulai dari pengembangan pribadi mereka hingga hubungan mereka, karena mereka kesulitan mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang lain dalam hidup mereka.

Cara Mengenali Orang yang Tak Tahu Berterima Kasih Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Freepik

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Health Publishing mengungkapkan bahwa orang yang lebih sering mengungkapkan rasa syukur dalam hidup mereka umumnya lebih bahagia daripada orang yang tidak bersyukur.

Orang yang tidak bersyukur sering kali merasa tidak puas, mulai dari pengembangan pribadi mereka hingga hubungan mereka, karena mereka kesulitan mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang lain dalam hidup mereka.

Selain manipulasi yang terus-menerus mereka andalkan dan sifat transaksional hubungan mereka, interaksi mereka sering kali dipandu oleh kecemasan dan harapan yang secara keliru membebani diri mereka sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE