5 Cara Mengenali Orang yang Tidak Bahagia dengan Pekerjaannya dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Kamis, 18 Jun 2026 15:00 WIB
“Katakan saja apa yang harus saya lakukan sekarang”
Cara mengenali orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya dari kalimat yang sering diucapkan/ Foto: Pexels/Mart Production

Bagi sebagian besar orang, pekerjaan bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan juga ruang yang memengaruhi kondisi mental. Namun, ketika seseorang mulai merasa tidak bahagia, emosi tersebut sering kali sulit disembunyikan. Ketidakbahagiaan ini lambat laun akan terlihat melalui kalimat-kalimat yang mereka ucapkan, baik saat mengeluh di rumah maupun ketika berbicara di tempat kerja.

Merangkum YourTango dan Thought Catalog, stres kerja bisa tercermin dari ucapan kita. Inilah 5 kalimat yang sering muncul saat seseorang diam-diam tidak bahagia dengan pekerjaannya.

“Rasanya ingin menangis setiap kali alarm pagi berbunyi”

Cara mengenali orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya dari kalimat yang sering diucapkan/ Foto: Magnific/jcomp

Wajar jika kita sesekali merasa malas bangun pagi. Namun, jika setiap pagi batin rasanya tersiksa, cemas, atau bahkan ingin menangis saat mendengar alarm, ini adalah tanda penolakan emosional. 

Hal ini dapat menjadi sinyal bahwa seseorang sudah kehabisan energi untuk menghadapi hari. Ketika seseorang tidak lagi menemukan kebahagiaan dalam hidupnya, transisi dari tidur ke realita pagi akan terasa seperti beban mental yang sangat berat.

“Duh, sebentar lagi hari Senin”

Cara mengenali orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya dari kalimat yang sering diucapkan/ Foto: Pexels/Pavel Danilyuk

Kalimat ini sering mereka ucapkan di akhir pekan. Fenomena ini dikenal sebagai Sunday Scaries, yakni rasa cemas terhadap hari Senin yang muncul lebih cepat dari waktunya. 

Orang yang batinnya sedang tidak bahagia dengan pekerjaannya sering kali tidak bisa menikmati akhir pekan mereka dengan utuh. Pikiran mereka penuh oleh kecemasan, bahkan sejak Sabtu sore atau Minggu siang. 

Ketidakmampuan untuk rileks di waktu libur ini menunjukkan bahwa beban mentalnya sudah berlebihan dan merusak zona nyaman pribadinya. Mereka terus-menerus merasa tertekan karena tidak punya ruang aman lagi untuk merasa tenang.

“Terserah, lagipula itu bukan urusan saya”

Cara mengenali orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya dari kalimat yang sering diucapkan/ Foto: Pexels/cottonbro studio

Kalimat ini merupakan cerminan dari sikap apatis. Sebuah studi dari International Journal of Engineering Trends and Technology menemukan bahwa sikap acuh tak acuh ini adalah penyebab sekaligus efek samping dari ketidakbahagiaan di tempat kerja. 

Selain itu, laporan dari Gallup menyebutkan bahwa kebahagiaan karyawan sangat memengaruhi tingkat keterikatan mereka terhadap tim. Ketika seseorang tidak bahagia, mereka akan kehilangan kepedulian pada hal-hal di sekitarnya sebagai mekanisme pertahanan diri agar emosinya yang sudah rapuh tidak makin terkuras.

“Saya cuma kerja di sini, itu di luar wewenang saya”

Cara mengenali orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya dari kalimat yang sering diucapkan/ Foto: Pexels/Mart Production

Menarik batasan tugas dengan kalimat tersebut mencerminkan rasa frustrasi dan kepasrahan pada hidupnya. Sikap ini biasanya muncul karena mereka merasa usahanya selama ini sia-sia dan tidak dihargai.

Seseorang yang kehilangan kebahagiaan batin dengan pekerjaannya akan membatasi interaksinya dengan lingkungan. Mereka memilih menarik diri ke dalam mode aman dan enggan melibatkan diri lebih jauh karena merasa tidak ada hal baik yang bisa mereka harapkan lagi.

“Katakan saja apa yang harus saya lakukan sekarang”

Cara mengenali orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya dari kalimat yang sering diucapkan/ Foto: Pexels/Mart Production

Sekilas, kalimat ini terdengar seperti sikap patuh dan siap menerima perintah. Namun, kalimat ini bisa jadi tanda hilangnya inisiatif, kreativitas, dan rasa ingin tahu yang menjadi indikator kebahagiaan manusia. 

Studi dalam International Journal of Environmental Research and Public Health mengungkapkan bahwa orang yang tidak bahagia akan tampak tidak terlibat dalam pekerjaan karena kurang dihargai. 

Mereka cenderung hidup dan bekerja secara otomatis (autopilot). Mereka hanya pasrah menerima apa saja yang jatuh ke depannya tanpa ada keinginan untuk berkembang, karena jiwanya sudah terlalu lelah.

Beauties, deretan kalimat tadi bisa jadi alarm bahwa kondisi psikologismu di tempat kerja yang sedang membutuhkan perhatian. Apakah ada kalimat yang sering muncul dalam pikiran atau ucapanmu belakangan ini?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.