5 Cara Mengenali Sosok yang Punya Empati Tinggi Dilihat dari Cara Merespons Orang Lain
Cara mengenali orang yang memiliki empati tinggi sering kali tidak terlihat dari kata-kata saja, melainkan dari tindakan kecil yang penuh makna. Cara mereka merespons orang lain justru menjadi cerminan seberapa dalam mereka memahami perasaan di sekitarnya.
Kamu tidak perlu analisis rumit untuk melihat hal ini, karena tanda-tandanya muncul secara alami dalam interaksi sehari-hari. Jadi, kalau kamu penasaran bagaimana mengenali orang yang punya empati, yuk, kita bahas satu per satu melansir dari Your Tango!
Mampu Memahami dan Merasakan Emosi Orang Lain
Mampu Memahami dan Merasakan Emosi Orang Lain/Foto: Freepik
Salah satu tanda paling jelas dari orang yang empatik adalah kemampuan mereka untuk merasakan emosi orang lain secara alami. Bukan hanya sekadar tahu, tetapi mereka benar-benar bisa memahami apa yang sedang dirasakan oleh orang di depannya.
Menurut Dr. Judith Orloff, seseorang yang empatik seperti spons yang menyerap emosi di sekitarnya. Artinya, mereka tidak hanya menangkap perasaan seperti bahagia atau sedih, tetapi juga mampu mengidentifikasi emosi tersebut dengan lebih jelas.
Hal ini membuat cara merespons orang lain menjadi lebih tepat dan penuh empati, karena mereka tahu kapan harus mendengarkan dan kapan harus memberi dukungan. Jadi, kalau kamu melihat seseorang yang responsnya selalu terasa “kena”, bisa jadi itu tanda empati tinggi.
Sangat Sensitif terhadap Lingkungan Sekitar
Sangat Sensitif terhadap Lingkungan Sekitar/Foto: Freepik
Beauties, empati bukan hanya soal perasaan, tetapi juga kepekaan terhadap berbagai hal di sekitar. Orang yang empatik biasanya lebih sensitif terhadap suara, suasana, bahkan energi dari orang lain di sekitarnya.
Licensed therapist Kim Egel menjelaskan bahwa empatik cenderung lebih peka terhadap stimulus eksternal, seperti lingkungan yang ramai atau penuh tekanan. Hal ini membuat mereka mudah merasa overwhelmed dalam situasi tertentu.
Karena itu, mereka cenderung memilih lingkungan yang nyaman dan tidak terlalu bising agar bisa tetap tenang. Dari sini, kamu bisa melihat bahwa sensitivitas ini bukan kelemahan, melainkan bagian dari kekuatan mereka dalam memahami dunia.
Mudah Merasa Lelah Secara Emosional
Mudah Merasa Lelah Secara Emosional/Foto: Freepik
Ketika seseorang terus-menerus merasakan emosi orang lain, wajar jika mereka merasa cepat lelah secara emosional. Mengelola berbagai perasaan sekaligus tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan setiap saat.
Orang yang empatik biasanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk recharge, karena mereka sering menyerap energi dari lingkungan sekitar. Hal ini bukan berarti mereka lemah, tetapi justru bentuk self-awareness yang baik.
Bisa Merasakan Kondisi Fisik Orang Lain
Bisa Merasakan Kondisi Fisik Orang Lain/Foto: Freepik
Empati tidak hanya berhenti pada emosi, tetapi juga bisa sampai pada sensasi fisik. Menurut Cleveland Clinic, orang yang sangat empatik bahkan bisa merasakan gejala fisik yang dialami orang lain.
Misalnya, ketika teman sedang sakit, mereka bisa ikut merasakan tidak nyaman seperti sakit kepala atau kelelahan. Hal ini memang terdengar tidak biasa, tetapi sering dialami oleh individu dengan empati tinggi.
Oleh karena itu, mereka perlu menjaga kondisi tubuh dan pikiran agar tidak ikut terbebani secara berlebihan. Ini juga menjadi alasan mengapa mereka sangat memperhatikan keseimbangan antara membantu orang lain dan menjaga diri sendiri.
Sulit Menetapkan Batasan dalam Hubungan
Sulit Menetapkan Batasan dalam Hubungan/Foto: Freepik
Salah satu tantangan terbesar bagi orang empatik adalah menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan. Karena mereka terlalu memahami perasaan orang lain, mereka sering merasa tidak enak untuk berkata tidak.
Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi, seperti takut kehilangan hubungan atau tidak ingin terlihat tidak peduli. Bahkan, bagi mereka, bersikap tegas kadang terasa seperti bersikap kasar.
Padahal, menetapkan batasan adalah hal yang penting untuk menjaga kesehatan emosional. Namun, bagi orang empatik, proses ini membutuhkan waktu dan latihan agar tetap bisa menjaga hubungan tanpa mengorbankan diri sendiri.
Dari penjelasan di atas, kamu bisa melihat bahwa cara mengenali orang yang punya empati tinggi tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi bisa dipahami dari pola respons mereka sehari-hari. Jadi, daripada hanya mengamati, kamu juga bisa mulai belajar menerapkan beberapa kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!