Momen Lebaran seharusnya menjadi waktu yang hangat untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan khas keluarga. Namun, bagi sebagian orang, kumpul keluarga justru menjadi momen yang cukup menegangkan. Di antara obrolan santai sambil menyantap opor ayam, sering kali terselip pertanyaan atau kalimat "ajaib" yang membandingkan pencapaian kita dengan saudara atau anak tetangga.
Kalimat seperti, "Lihat tuh sepupumu, baru setahun kerja sudah bisa beli ini," atau "Anak teman Ibu sudah punya anak dua, kamu kapan?" mungkin sudah sangat akrab di telinga. Saat itu terjadi, rasanya seperti semua usaha dan perjalananmu selama ini tidak terlihat di mata keluarga.
Kebiasaan membandingkan anak memang berdampak negatif pada harga diri. Meskipun suasananya sedang hari raya, perasaan tidak nyaman itu tetaplah valid. Kabar baiknya, ada cara nyata untuk menghadapinya agar silaturahmi tetap terjaga tanpa kamu harus merasa kecil hati. Yuk, simak 5 tipsnya berikut ini!