5 Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Membandingkan di Momen Lebaran

Adira P | Beautynesia
Rabu, 18 Mar 2026 16:30 WIB
Tetapkan Batasan dengan Tenang serta Tegas
Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Membandingkan di Momen Lebaran/Foto: Freepik

Momen Lebaran seharusnya menjadi waktu yang hangat untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan khas keluarga. Namun, bagi sebagian orang, kumpul keluarga justru menjadi momen yang cukup menegangkan. Di antara obrolan santai sambil menyantap opor ayam, sering kali terselip pertanyaan atau kalimat "ajaib" yang membandingkan pencapaian kita dengan saudara atau anak tetangga.

Kalimat seperti, "Lihat tuh sepupumu, baru setahun kerja sudah bisa beli ini," atau "Anak teman Ibu sudah punya anak dua, kamu kapan?" mungkin sudah sangat akrab di telinga. Saat itu terjadi, rasanya seperti semua usaha dan perjalananmu selama ini tidak terlihat di mata keluarga.

Kebiasaan membandingkan anak memang berdampak negatif pada harga diri. Meskipun suasananya sedang hari raya, perasaan tidak nyaman itu tetaplah valid. Kabar baiknya, ada cara nyata untuk menghadapinya agar silaturahmi tetap terjaga tanpa kamu harus merasa kecil hati. Yuk, simak 5 tipsnya berikut ini!

Pahami Dulu Niat di Balik Perbandingan Itu

Aries termasuk zodiak yang paling semangat silaturahmi Lebaran. Aries senang bertemu banyak orang/Foto: pexels.com/RDNE Stock Project

Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Membandingkan di Momen Lebaran/Foto: pexels.com/RDNE Stock Project

Langkah awal yang cukup krusial adalah mencoba memahami dari mana kebiasaan ini berasal. Penelitian di Journal of Applied Developmental Psychology yang dikutip ScienceDirect menjelaskan bahwa saat orang tua membandingkan anak, mereka biasanya menganggap hal itu sebagai bentuk bimbingan dan motivasi, bukan serangan pribadi. Niat mereka sebenarnya ingin mendorongmu maju, meskipun cara penyampaiannya mungkin terasa kurang tepat bagimu.

Pola menjadikan "anak orang lain sebagai standar" adalah perilaku yang sangat umum di banyak budaya dan sering dilakukan secara tidak sadar. Memahami bahwa ada harapan dan rasa sayang di balik kata-kata tersebut bisa membantumu untuk merespons dengan lebih tenang.

Namun, ingat, memahami niat mereka bukan berarti kamu harus memaklumi rasa sakit yang muncul. Keduanya adalah hal yang berbeda dan sama-sama valid.

Validasi Perasaanmu Sendiri Terlebih Dahulu

Sebelum memikirkan bagaimana cara membalas ucapan keluarga, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengakui bahwa perasaanmu itu nyata. Kristin Neff, PhD, profesor psikologi pendidikan dari University of Texas at Austin, menjelaskan di Psychology Today bahwa nilai diri seseorang seharusnya tidak bersumber dari pencapaian atau perbandingan, melainkan dari keberadaan dirinya sendiri.

Neff menekankan bahwa belas kasih pada diri sendiri atau self-compassion adalah fondasi terkuat untuk pulih dari tekanan sosial. Menghargai diri apa adanya jauh lebih efektif menjaga kesehatan mental dibandingkan terus-menerus mengkritik diri sendiri. Mengakui bahwa kamu terluka bukanlah sebuah kelemahan, melainkan awal dari proses pemulihan yang sesungguhnya, Beauties.

Tetapkan Batasan dengan Tenang serta Tegas

Pertanyaan sensitif saat silaturahmi memang sering muncul ketika Lebaran karena keluarga jarang bertemu dan ingin mengetahui kabar terbaru. Namun dengan cara yang tepat, kamu tetap bisa merespons dengan sopan, menjaga suasana tetap hangat, sekaligus melindungi privasi diri.

Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Membandingkan di Momen Lebaran/Foto: Freepik

Memiliki batasan atau boundaries dalam hubungan keluarga adalah hakmu dan bukan bentuk ketidakhormatan. Dilansir dari Healthline, batasan membantu kamu menghormati kebutuhan emosional diri sendiri serta melindungi ruang pribadi agar hubungan jangka panjang tetap sehat.

Juliane Taylor Shore, seorang terapis dan penulis buku Setting Boundaries That Stick, dikutip dari TIME, menjelaskan perbedaan penting antara permintaan dan batasan. Permintaan adalah meminta orang lain berubah, sedangkan batasan adalah mendefinisikan tindakanmu sendiri. Misalnya, daripada bilang "Jangan bandingkan aku lagi," kamu bisa berkata, "Aku merasa tidak nyaman melanjutkan obrolan ini sekarang."

Wajar jika keluarga awalnya merasa bingung atau menolak, namun kamu perlu tetap teguh dan menyampaikannya dengan hangat.

Jadikan Dirimu Sendiri sebagai Standar Pertumbuhanmu

Salah satu cara terkuat untuk melindungi diri dari dampak perbandingan adalah dengan mengubah standar acuanmu. Orang-orang yang bahagia biasanya menggunakan diri mereka sendiri sebagai tolok ukur. Mereka fokus pada kemajuan pribadi mereka sendiri daripada terus menoleh ke pencapaian orang lain.

Sikap optimis adalah pelindung yang kuat. Orang yang optimis cenderung melihat keberhasilan orang lain sebagai hal yang spesifik dan bukan bukti bahwa diri mereka gagal.

Cari Dukungan di Luar Keluarga serta Jaga Kesehatan Mentalmu

Menjalin Silaturahmi dan Berbagi dengan Sesama/Foto: Pexels.com/PNW Production

Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Membandingkan di Momen Lebaran/Foto: Pexels.com/PNW Production

Beauties, tidak semua kebutuhan emosional harus dipenuhi oleh keluarga yang sama-sama sedang dalam proses belajar satu sama lain. Dikutip dari Mental Health America, lembaga nirlaba kesehatan mental nasional Amerika Serikat, seorang terapis profesional bisa membantumu mengenali pola keluarga yang mungkin belum kamu sadari serta membangun alat praktis untuk menghadapinya dengan lebih sehat.

Batasan yang sehat terbukti meningkatkan harga diri. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan kecil seperti teknik pernapasan atau grounding untuk menggantikan rasa bersalah dengan rasa percaya diri. Mencari dukungan adalah tanda kekuatan bahwa kamu berani memperjuangkan kebahagiaanmu sendiri.

Menghadapi keluarga yang suka membanding-bandingkan memang bukan perjalanan yang selesai dalam semalam. Proses ini membutuhkan kesabaran dan keberanian untuk terus menyuarakan apa yang kamu butuhkan.

Hal paling penting yang harus selalu kamu ingat adalah nilai dirimu tidak pernah ditentukan oleh seberapa unggul kamu di mata orang lain.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE