5 Ciri-Ciri Orang yang Sulit Jatuh Cinta

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Selasa, 20 Oct 2026 20:00 WIB
2. Terlalu Mandiri dan Nyaman Sendiri
Ilustrasi mandiri/Freepik: tirachardz

Pernah nggak, Beauties, kamu mengenal seseorang yang sering punya kesempatan untuk menjalin hubungan, tetapi justru ia sulit sekali jatuh cinta?

Saat teman-temannya sibuk membicarakan gebetan atau hubungan romantis, dia malah terlihat santai menjalani kesehariannya, bahkan tidak berminat. Atau ketika ada seseorang menunjukkan perhatian dan rasa suka, hatinya tidak tergerak sama sekali. 

Menariknya, sulit jatuh cinta bukan selalu berarti seseorang tidak tertarik pada hubungan romantis, lho, Beauties. Ada orang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kepercayaan, ada yang sudah nyaman dengan kehidupannya sendiri, dan ada pula yang cenderung memikirkan banyak hal sebelum membuka hati.

Lantas, apa saja tanda seseorang susah jatuh cinta dan apa penyebab sulit membuka hati?

1. Sulit Percaya Orang

Ilustrasi sulit percaya/Freepik: cookie_studio

Beauties, salah satu ciri-ciri orang yang sulit jatuh cinta adalah sulit memberikan kepercayaan kepada orang lain. Dia mungkin bisa berteman dengan siapa saja, mengobrol dengan nyaman, bahkan menerima perhatian dari seseorang. Namun, untuk benar-benar membuka diri, prosesnya bisa jauh lebih panjang.

Dilansir dari Cleveland Clinic dalam pembahasan tentang attachment styles, orang dengan kecenderungan seperti ini biasanya ingin melihat konsistensi sikap seseorang terlebih dahulu atau mempunyai trauma tersendiri. Dia memperhatikan apakah perkataan dan tindakan orang tersebut sejalan, bagaimana cara orang itu memperlakukan orang lain, serta apakah dirinya merasa aman ketika berbagi cerita pribadi. 

Meski begitu, Beauties, sulit percaya bukan berarti seseorang tidak bisa mencintai. Bisa jadi, dia hanya ingin memastikan bahwa hubungan yang dibangun memang terasa aman dan memiliki dasar kepercayaan yang kuat.

2. Terlalu Mandiri dan Nyaman Sendiri

Ilustrasi mandiri/Freepik: tirachardz

Menurut Cleveland Clinic, orang dengan kecenderungan avoidant attachment merasa kurang nyaman ketika kedekatan emosional meningkat. Hal ini sejalan dengan salah satu tanda seseorang susah jatuh cinta, yakni ketika dia tidak ingin menjalin hubungan hanya karena tekanan lingkungan. 

Dia mungkin sudah memiliki rutinitas yang menyenangkan, tujuan pribadi yang ingin dicapai, serta lingkungan pertemanan yang membuatnya merasa cukup. Ketika ada seseorang yang datang mendekat, dia tidak langsung merasa perlu mengubah kehidupannya atau memberikan ruang khusus untuk hubungan romantis.

3. Sulit Mengutarakan Isi Hati

Ilustrasi sulit mengutarakan isi hati/Freepik: wayhomestudio

Pernah menyukai seseorang, tetapi bingung bagaimana cara mengungkapkannya? Atau kamu justru merasa canggung ketika seseorang mulai menanyakan perasaanmu? Nah, Beauties, kesulitan mengutarakan isi hati juga bisa membuat proses jatuh cinta terasa lebih rumit.

Sebagian orang terbiasa menyimpan perasaan sendiri karena tidak tahu bagaimana mengungkapkannya dengan tepat. Ada yang takut disalahpahami, khawatir terlihat terlalu terbuka, atau merasa tidak nyaman membicarakan hal-hal pribadi. Akibatnya, meskipun mulai tertarik kepada seseorang, dia memilih bersikap biasa saja.

Kalau kamu mengalami hal serupa, belajar menyampaikan perasaan secara perlahan bisa membantu. Kamu tidak harus langsung mengungkapkan semuanya sekaligus. Memulai dari percakapan sederhana dan jujur juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan.

4. Sering Menjaga Jarak ketika Seseorang Mulai Mendekat

Ilustrasi menolak saat diberi kepastian/Freepik: stockking

Awalnya, semuanya terasa menyenangkan. Obrolan berjalan lancar, pesan dibalas dengan antusias, dan keduanya mulai sering berbagi cerita. Namun, ketika hubungan terasa semakin dekat, dia justru mulai mengurangi komunikasi atau terlihat menjaga jarak. Pernah menemukan situasi seperti ini, Beauties?

Dalam artikel Is Avoidant Attachment Style Getting in the Way of Your Relationships?, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa orang dengan kecenderungan avoidant attachment dapat menarik diri ketika merasa orang lain semakin dekat secara emosional. 

Sebagian orang merasa nyaman ketika hubungan masih berada pada tahap perkenalan. Namun, ketika mulai muncul kedekatan emosional, mereka bisa merasa canggung, khawatir kehilangan ruang pribadi, atau belum siap menghadapi ekspektasi sebuah hubungan.

5. Terlalu Selektif atau Analitis

Ilustrasi terlalu selektif/Freepik: wayhomestudio

Beauties, ada juga orang yang tidak mudah jatuh cinta karena selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum memberikan kesempatan kepada seseorang. Mulai dari cara berkomunikasi, kesamaan nilai hidup, kebiasaan sehari-hari, hingga kemungkinan kecocokan untuk hubungan jangka panjang, semuanya dipikirkan dengan saksama.

Sebenarnya, bersikap selektif bukan sesuatu yang buruk. Masalahnya, proses pertimbangan bisa terasa melelahkan ketika dia terus mencari kekurangan atau mengharapkan orang lain memenuhi semua kriteria secara sempurna. Sebaliknya, selektivitas yang sehat tetap mempertimbangkan kenyataan dan membedakan kekurangan mendasar dari perbedaan yang masih bisa diterima. 

Inilah salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam psikologi orang yang sulit jatuh cinta. Bukan berarti kamu harus menurunkan standar demi memiliki pasangan, ya, Beauties. Justru, penting untuk membedakan nilai yang benar-benar mendasar, seperti rasa hormat dan kejujuran, dari preferensi pribadi yang mungkin masih bisa didiskusikan.

__

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!l

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE