5 Ciri Daycare yang Bagus, Kenali Red Flag-nya!

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 28 Apr 2026 15:30 WIB
2. Punya Kebijakan yang Jelas dan Aturan yang Konsisten
Daycare harus punya kebijakan yang jelas dan konsisten. Cek aturan-aturan seperti bagaimana daycare menangani anak yang sakit, keadaan darurat, fleksibilitas waktu antar-jemput, dan sebagainya./ Foto: Pexels.com/Micah Eleazar

Menitipkan anak di sebuah daycare harus diawali dengan banyak riset, Beauties. Daycare yang baik memberikan ruang aman bagi anak dan orang tua. Ternyata, hal tersebut bisa diketahui tak semata dari ulasan yang ada, tapi dimulai dari suasana saat kamu memasukinya.

Melansir dari laman Babycenter, daycare yang baik harus punya suasana yang welcoming, ramah, dan bersahabat. Saat memasukinya, kamu akan punya feeling kalau orang-orang yang bekerja adalah orang yang penyayang dan penuh perhatian.

Tak hanya itu, masih ada banyak hal yang perlu kamu centang sebelum menitipkan anak di sebuah daycare untuk menghindari segala hal yang red flag. Simak berikut ini, Beauties!

1. Berlisensi dan Punya Ulasan yang Baik

Daycare harus punya lisensi dan akan lebih baik jika punya akreditasi. Kedua hal ini akan memvalidasi standar yang mereka tetapkan sesuai aturan.

Daycare harus punya lisensi dan akan lebih baik jika punya akreditasi. Kedua hal ini akan memvalidasi standar yang mereka tetapkan sesuai aturan./ Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Daycare yang baik adalah daycare yang sudah memegang lisensi atau perizinan dan akan lebih baik jika terakreditasi. Sebab, mengutip laman Babylist, perizinan adalah bukti daycare tersebut memenuhi persyaratan hukum, sedangkan akreditasi merupakan standar yang lebih tinggi. Dengan adanya kedua hal ini, daycare tersebut tervalidasi keamanannya dan memenuhi semua aturan resmi.

Selain itu, pastikan orang tua telah membaca ulasan-ulasan dari daycare tersebut. Jangan hanya baca ulasan bintang 5 saja, tapi juga baca ulasan yang buruk dan bagaimana daycare tersebut menanggapinya.

2. Punya Kebijakan yang Jelas dan Aturan yang Konsisten

Daycare harus punya kebijakan yang jelas dan konsisten. Cek aturan-aturan seperti bagaimana daycare menangani anak yang sakit, keadaan darurat, fleksibilitas waktu antar-jemput, dan sebagainya.

Daycare harus punya kebijakan yang jelas dan konsisten. Cek aturan-aturan seperti bagaimana daycare menangani anak yang sakit, keadaan darurat, fleksibilitas waktu antar-jemput, dan sebagainya./ Foto: Pexels.com/Micah Eleazar

Sebelum buru-buru menitipkan anak dalam daycare, Beauties juga perlu mempelajari kebijakan-kebijakan dan aturan yang berlaku pada daycare tersebut. Kebijakan yang perlu kamu perhatikan, seperti fleksibilitas dalam mengantar dan menjemput anak pada waktu yang berbeda, jam operasional, cara mereka menangani keadaan darurat, cara menangani anak yang sakit, laporan kegiatan anak yang dikirimkan kepada orang tua, dan sebagainya.

Berdasarkan laman Babylist, red flag daycare yang wajib dihindari adalah daycare yang terlalu kaku dan terlalu longgar atas aturan dan kebijakannya sehingga terasa membingungkan dan membuat tidak nyaman.

Lebih lanjut dijelaskan dalam Babycenter bahwa orang tua perlu mewaspadai daycare yang menerapkan aturan orang tua tidak boleh masuk ke dalam ruangan atau datang tanpa pemberitahuan, serta tidak memiliki kebijakan open-door. Jika daycare punya aturan itu, kemungkinan daycare tersebut menyembunyikan sesuatu.

Sebab, pusat penitipan anak yang bagus akan lebih dari sekadar menerima orang tua, tetapi juga mengajak orang tua untuk menjadi bagian dari komunitas dengan membantu berbagai kegiatan, menemani anak-anak dalam kunjungan lapangan, dan sebagainya.

3. Lingkungan yang Positif dan Mendorong Perkembangan Anak

Perhatikan kurikulum atau aktivitas daycare. Lingkungan harus positif dan mendorong perkembangan anak.

Perhatikan kurikulum atau aktivitas daycare. Lingkungan harus positif dan mendorong perkembangan anak./ Foto: Pexels.com/Yan Krukau

Rachel Robertson, Wakil Presiden Bidang Pendidikan dan Pengembangan di Bright Horizons, memberikan tips dalam Babylist, saat orang tua memasukki daycare, “Perhatikan lingkungan sekitarnya dan pastikan terasa seperti rumah, ramah, dan mencerminkan keberagaman serta anak-anak di dalam kelas.”

Lalu, perhatikan anak-anak yang berada di dalamnya. Apakah anak membuat pilihan mereka sendiri? Apakah minat dan ide anak-anak dihormati? Apa yang anak-anak lakukan dan pelajari? Apa pun aktivitas yang dilakukan anak selama berada di daycare, kegiatan tersebut perlu mendorong perkembangannya. Bahkan, daycare akan semakin baik jika guru dan orang tua dapat bekerja sama untuk meningkatkan pengalaman belajar anak.

4. Kebersihan dan Keamanan

Kebersihan dan keamanan daycare harus terjamin. Staf yang menjaga kebersihan hingga perlengkapan dan mainan yang bersih.

Kebersihan dan keamanan daycare harus terjamin. Staf yang menjaga kebersihan hingga perlengkapan dan mainan yang bersih./ Foto: Pexels.com/Muziyan Du

Kebersihan dan keamanan daycare termasuk faktor yang sangat menunjukkan kualitas, Beauties. Bukan hanya keamanan dan kebersihan dari para pekerjanya saja, tapi juga fasilitas.

Mainan dan peralatan dalam kondisi baik, lantai dan perabotan bersih dari debu, tidak ada benda-benda berbahaya dalam ruangan, detektor asap, alat pemadam api, sampai kotak P3K tersedia, dan semua teknik childproofing standar harus digunakan.

5. Staf yang Berkualitas

Daycare harus mempunyai staf yang berkualitas. Pekerjanya harus berpendidikan dan bahagia dengan pekerjaannya.

Daycare harus mempunyai staf yang berkualitas. Pekerjanya harus berpendidikan dan bahagia dengan pekerjaannya./ Foto: Pexels.com/Yan Krukau

Staf yang berinteraksi secara langsung dengan anak-anak juga harus memenuhi standar. Karyawan pusat penitipan anak harus berpendidikan, setidaknya dua tahun kuliah, memiliki latar belakang dalam perkembangan anak usia dini dan pelatihan CPR serta pelatihan darurat lainnya.

Para staf juga harus bertanggung jawab, antusias, disiplin, dan siap saat bekerja. Jenny Nakumara yang bekerja di sebuah tempat penitipan anak di Hamilton, Ontario, merekomendasikan kepada Babycenter, untuk mencari staf yang tampak bahagia dan mampu menangani aktivitas harian tempat tersebut dengan sedikit stres. Selain itu, pastikan pusat penitipan anak memiliki cukup staf agar anak mendapatkan perhatian dan perawatan yang dibutuhkannya.

Semoga membantu, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE