5 Ciri Kepribadian Orang yang Jalannya Lambat

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 12 May 2026 14:00 WIB
5 Ciri Kepribadian Orang yang Jalannya Lambat
5 Ciri Kepribadian Orang yang Jalannya Lambat/ Foto: Pexels.com/kevin grieve

Siapa sangka cara jalan seseorang dapat menunjukkan kepribadian? Ada orang yang tanpa disadari selalu berjalan cepat ke mana saja dan kapan saja. Sebaliknya, ada pula yang berjalan lebih lambat secara default atau ketika memang tidak terburu-buru.

Kalau kamu termasuk orang yang jalannya lambat, ada ciri kepribadian unik yang kamu miliki. Berjalan santai bukan berarti malas, Beauties. Namun ketika berjalan lambat, kamu lebih bisa menikmati lingkungan sekitar yang dapat memberimu inspirasi dan mengamati sekitarmu yang bisa menumbuhkan empati.

1. Berhati-hati

Orang yang jalannya lambat adalah orang yang berhati-hati. Langkah pelan berkaitan dengan rasa aman.

Orang yang jalannya lambat adalah orang yang berhati-hati. Langkah pelan berkaitan dengan rasa aman./ Foto: Pexels.com/frank minjarez

Ciri kepribadian pertama yang dikaitkan dengan pejalan lambat adalah sifatnya yang penuh kehati-hatian. Mengutip dari Times of India, jalan lambat dengan langkah pendek menandakan kamu mementingkan diri sendiri dalam arti yang positif, yakni kamu ingin merasa aman.

2. Tenang

Jalan lambat dikaitkan sifat yang tenang. Mereka tidak terburu-buru.

Jalan lambat dikaitkan sifat yang tenang. Mereka tidak terburu-buru./ Foto: Pexels.com/James Reyes

Jalan lambat juga menunjukkan sifat yang tenang, tidak terburu-buru, apalagi impulsif. Orang-orang ini tenang, rileks, dan santai. Maka dari itu, terkadang jalan lambat dikaitkan pula dengan kepribadian introvert.

3. Rentan

Jalan santai dikaitkan dengan kerentanan dan neurotisisme, yakni kecenderungan merasakan emosi yang negatif.

Jalan santai dikaitkan dengan kerentanan dan neurotisisme, yakni kecenderungan merasakan emosi yang negatif./ Foto: Pexels.com/Zen Chung

Vulnerability atau kerentanan juga jadi karakter orang yang jalannya lambat, Beauties. Mengutip dari laman Mentalzon, langkah yang lambat dan pendek menandakan perenungan yang reflektif dan dalam psikologi, dikaitkan dengan neurotisisme, yakni kecenderungan terhadap emosi negatif dan kecemasan. Saat berjalan pelan, seseorang cenderung memikirkan banyak hal, seperti “Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan?”.

4. Kreatif

Berjalan pelan berhubungan dengan kreativitas. Jalan kaki santai merangsang pemikiran yang divergen.

Berjalan pelan berhubungan dengan kreativitas. Jalan kaki santai merangsang pemikiran yang divergen./ Foto: Pexels.com/LML 6768

Namun di sisi lain, jalan santai itu pula yang menyegarkan pikiran. Jalan santai mengajak seseorang lebih mindful, terutama pada lingkungan sekitar. Dari sanalah inspirasi datang. Sebuah studi dalam Journal of Experimental Psychology tahun 2014 oleh Universitas Stanford menemukan bahwa jalan kaki merangsang pemikiran divergen serta kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru.

5. Empati Tinggi

Pejalan kaki pelan memiliki empati yang tinggi karena mereka mindful.

Pejalan kaki pelan memiliki empati yang tinggi karena mereka mindful./ Foto: Pexels.com/Min An

Sejalan dengan itu, orang yang berjalan lambat mungkin lebih memperhatikan detail dan menikmati momen. Jalan kaki yang mindful ini pula mendorong seseorang untuk menumbuhkan empati yang lebih tinggi.

Jadi, sebagai pejalan kaki santai, kamu punya ciri kepribadian di atas nggak nih, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE