5 Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Percaya Berita Palsu

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 21 Apr 2026 21:30 WIB
Mudah Terbawa Emosi
Gampang tersulut amarah/Foto: Freepik

Ciri kepribadian orang yang mudah percaya berita palsu sering kali tidak disadari. Padahal, hal ini bisa berdampak besar pada cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan.

Di era digital seperti sekarang, arus informasi datang begitu cepat dan tidak semuanya bisa dipercaya begitu saja. Nah, Beauties, supaya kamu tidak termasuk orang yang percaya berita palsu, yuk, kenali tanda-tandanya berikut ini dilansir dari Geediting!

Kurang Terbiasa Berpikir Kritis

Tidak berpikir kritis/Foto: Freepik

Salah satu tanda paling umum adalah kurangnya kebiasaan untuk mempertanyakan informasi yang diterima. Mereka cenderung langsung percaya pada judul atau isi berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Hal ini bukan berarti mereka tidak cerdas, tetapi lebih karena tidak terbiasa menguji informasi secara mendalam. Akibatnya, mereka lebih mudah menerima informasi yang terlihat meyakinkan, meskipun belum tentu benar.

Mudah Terbawa Emosi

Gampang tersulut amarah/Foto: Freepik

Pernah tidak kamu merasa langsung percaya pada suatu berita karena isinya terasa relate dengan kondisi kamu saat itu? Nah, ini berkaitan dengan kondisi emosional yang mempengaruhi cara kita menerima informasi.

Ketika seseorang sedang marah, sedih, atau cemas, mereka cenderung lebih mudah percaya pada informasi yang sejalan dengan perasaannya. Hal ini membuat berita yang sebenarnya tidak akurat terasa seperti kebenaran.

Literasi Digital yang Rendah

Literasi digital rendah/Foto: Freepik

Di era internet, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup, karena yang lebih penting adalah memahami bagaimana informasi bekerja di dunia digital. Tidak semua orang memiliki kemampuan ini.

Orang dengan literasi digital rendah biasanya sulit membedakan mana sumber yang valid dan mana yang tidak. Akibatnya, mereka lebih mudah tertipu oleh berita palsu yang terlihat profesional atau meyakinkan.

Mencari Pembenaran Sendiri

Tidak mendengar pendapat orang lain/Foto: Freepik

Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari adalah kecenderungan untuk hanya percaya pada informasi yang sesuai dengan pendapat sendiri. Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai bias konfirmasi, yaitu saat seseorang lebih memilih menerima informasi yang “terasa benar” dibanding yang benar-benar faktual.

Padahal, setiap informasi selalu punya lebih dari satu sudut pandang yang perlu dipertimbangkan. Kalau kita terlalu fokus pada apa yang ingin kita dengar, kita bisa kehilangan kesempatan untuk melihat fakta secara lebih utuh dan objektif.

Mudah Terpengaruh Tekanan Sosial

Mudah terpengaruh opini/Foto: Freepik

Tekanan sosial bisa membuat seseorang merasa harus mengikuti apa yang dipercaya oleh orang lain, terutama jika informasi tersebut banyak dibagikan di lingkungan mereka. Hal ini sering terjadi di media sosial.

Ketika banyak orang membagikan berita yang sama, seseorang bisa merasa bahwa informasi tersebut pasti benar. Padahal, popularitas tidak selalu berarti kebenaran, sehingga penting untuk tetap berpikir mandiri.

Alih-alih langsung percaya pada setiap informasi yang kamu lihat, coba mulai biasakan diri untuk pause sejenak dan bertanya, “Ini benar atau cuma terasa benar?” Karena di era sekarang, yang paling penting bukan seberapa cepat kamu tahu sesuatu, tapi seberapa tepat kamu memahami kebenarannya.

Jadi, Beauties, kamu tipe yang langsung percaya atau yang selalu cek ulang dulu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE