5 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Kebiasaan Ninggalin Barang di Mana-Mana Menurut Psikologi

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Senin, 04 May 2026 19:30 WIB
Memiliki Keterikatan Emosional yang Tinggi Terhadap Barang-Barang Miliknya
Sering lupa naruh barang sering berkaitan dengan keterikatan emosional yang kuat terhadap barang pribadi/Foto: Freepik

Kebiasaan sering lupa menaruh barang, mulai dari kunci yang tiba-tiba ditemukan di balik tumpukan pakaian kering atau ponsel yang berpindah dari meja TV ke meja makan tanpa kamu ingat kronologinya mungkin terdengar sepele, tetapi cukup sering terjadi dalam keseharian. Situasi ini tentu kerap memicu rasa kesal, bingung, bahkan panik, terutama ketika sedang terburu-buru. Tidak sedikit dari kamu yang mengalaminya akan menilai diri sendiri sebagai pribadi yang ceroboh atau kurang teliti, padahal kebiasaan membiarkan barang tercecer di mana-mana ini tidak selalu sesederhana itu.

Dalam banyak kasus, ada penjelasan psikologis yang melatarbelakangi kebiasaan meninggalkan barang di mana-mana ini. Jadi, daripada sekadar menyalahkan diri sendiri, ada baiknya mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik kebiasaan ini seperti yang dilansir dari Your Tango berikut.

Terlalu Empatik

Barang tercecer sering dikaitkan dengan persepsi kurang peduli dan kecenderungan neurotik, sebagaimana ditunjukkan dalam studi dari University of Michigan. Namun, kondisi ini tidak selalu mencerminkan kurangnya empati. Justru, individu dengan kebiasaan ini kerap berusaha menunjukkan kepedulian secara nyata. Mereka tetap sensitif terhadap penilaian sosial dan berupaya menjaga hubungan dengan orang lain.
Barang tercecer sering dikaitkan dengan persepsi kurang peduli dan kecenderungan neurotik/Foto: Freepik

Menurut studi dari University of Michigan, orang dengan meja kerja yang berantakan sering dipersepsikan sebagai individu yang kurang peduli dan cenderung neurotik. Persepsi ini akan mendorong kamu—yang cenderung membiarkan barang berceceran di mana-mana—untuk menunjukkan bahwa kamu tetap memiliki empati dan kepedulian terhadap orang lain.

Kamu akan menunjukkan perilaku yang juga umum ditunjukkan oleh kebanyakan orang, yaitu peduli dengan penilaian orang lain terhadap dirimu. Hanya saja, bedanya, kamu tidak hanya ingin terlihat baik di permukaan alias pencitraan semata, tetapi benar-benar akan berusaha menunjukkan kepedulianmu secara nyata.

Terlahir Kreatif

Kebiasaan meninggalkan barang di mana-mana kerap dikaitkan dengan dorongan kreativitas yang lebih tinggi/Foto: Freepik

Meja yang berantakan sering kali mendukung dan mendorong pikiran kreatif, setidaknya menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science. Lingkungan yang dipenuhi rangsangan visual dari berbagai benda justru mendorongmu untuk menjadi lebih inovatif dan imajinatif dibandingkan suasana yang terlalu rapi.

Oleh karena itu, kebiasaan meninggalkan sedikit kekacauan sering kali bukan tanpa alasan. Hal ini bisa saja merupakan bagian dari caramu merangsang ide sekaligus cerminan keunikan kepribadian yang kamu miliki.

Memiliki Keterikatan Emosional yang Tinggi Terhadap Barang-Barang Miliknya

Sering lupa naruh barang sering berkaitan dengan keterikatan emosional yang kuat terhadap barang pribadi/Foto: Freepik

Kamu yang memiliki keterikatan emosional kuat terhadap barang-barangmu akan merasa sulit untuk membuang atau merapikannya, bahkan meskipun barang tersebut sudah tidak digunakan dan justru menambah kekacauan. Keterikatan ini sendiri bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi bisa berkaitan dengan identitas diri.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Behavioral Addictions pada tahun 2019 menunjukkan bahwa benda material sering kali menjadi representasi dari siapa diri seseorang sehingga melepaskannya akan terasa seperti kehilangan bagian dari diri. Contohnya terlihat dari kebiasaan menyimpan banyak pakaian yang sudah tidak muat, tetapi tetap dipertahankan karena masih terkait dengan ekspresi atau gambaran diri yang belum siap ditinggalkan.

Sering Berbicara dengan Diri Sendiri

Sering lupa naruh barang sering berkaitan dengan kebiasaan berbicara dengan diri sendiri yang cukup intens/Foto: Freepik

Kamu yang sering melakukan self-talk atau berbicara dengan diri sendiri cenderung mudah terdistraksi oleh alur pikiranmu sendiri. Fokusmu sering teralihkan ketika muncul pikiran atau hal lain yang dianggap lebih penting, termasuk saat sedang melakukan tugas sederhana seperti bersih-bersih.

Studi dari Frontiers in Psychology juga menjelaskan bahwa intensitas self-talk juga berkaitan dengan fungsi eksekutif seseorang. Jadi, jika kamu dipenuhi banyak pikiran internal dan otakmu terbebani oleh berbagai input tersebut, kemungkinan besar melakukan tugas kecil seperti membersihkan rumah akan terasa sulit untuk dilakukan saat itu juga.

Memiliki Kecenderungan Perfeksionis Tersembunyi

Kebiasaan meninggalkan barang di mana-mana dapat berkaitan dengan kecenderungan perfeksionis yang tidak selalu terlihat/Foto: Freepik

Menurut sebuah studi yang dibagikan oleh American Psychological Association, kamu yang perfeksionis sering kali berisiko mengalami depresi dan kecemasan karena tekanan internal yang kamu berikan pada diri sendiri. Kamu menetapkan standar tinggi dan sering memberi tekanan pada diri sendiri sehingga rentan merasa cemas atau kecewa ketika ekspektasi tidak terpenuhi.

Karena fokusmu terserap pada pencapaian yang dianggap penting, seperti performa di sekolah atau pekerjaan, hal-hal kecil seperti kerapian lingkungan sering kali terabaikan dan bukan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, kamu akan sering meninggalkan kekacauan kecil di berbagai tempat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.