Kebiasaan sering lupa menaruh barang, mulai dari kunci yang tiba-tiba ditemukan di balik tumpukan pakaian kering atau ponsel yang berpindah dari meja TV ke meja makan tanpa kamu ingat kronologinya mungkin terdengar sepele, tetapi cukup sering terjadi dalam keseharian. Situasi ini tentu kerap memicu rasa kesal, bingung, bahkan panik, terutama ketika sedang terburu-buru. Tidak sedikit dari kamu yang mengalaminya akan menilai diri sendiri sebagai pribadi yang ceroboh atau kurang teliti, padahal kebiasaan membiarkan barang tercecer di mana-mana ini tidak selalu sesederhana itu.
Dalam banyak kasus, ada penjelasan psikologis yang melatarbelakangi kebiasaan meninggalkan barang di mana-mana ini. Jadi, daripada sekadar menyalahkan diri sendiri, ada baiknya mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik kebiasaan ini seperti yang dilansir dari Your Tango berikut.
Terlalu Empatik
|
Barang tercecer sering dikaitkan dengan persepsi kurang peduli dan kecenderungan neurotik/Foto: Freepik |
Menurut studi dari University of Michigan, orang dengan meja kerja yang berantakan sering dipersepsikan sebagai individu yang kurang peduli dan cenderung neurotik. Persepsi ini akan mendorong kamu—yang cenderung membiarkan barang berceceran di mana-mana—untuk menunjukkan bahwa kamu tetap memiliki empati dan kepedulian terhadap orang lain.
Kamu akan menunjukkan perilaku yang juga umum ditunjukkan oleh kebanyakan orang, yaitu peduli dengan penilaian orang lain terhadap dirimu. Hanya saja, bedanya, kamu tidak hanya ingin terlihat baik di permukaan alias pencitraan semata, tetapi benar-benar akan berusaha menunjukkan kepedulianmu secara nyata.