Pernahkah kamu berada di tengah obrolan seru, lalu mendadak semua orang tertawa terbahak-bahak dan kamu refleks ikut tertawa, padahal otakmu masih bingung mencari letak lucunya? Tenang, kamu tidak sendirian, Beauties.
Faktanya, tawa sering kali bukan sekadar reaksi terhadap kelucuan, melainkan alat perekat relasi sosial. Studi dalam Philosophical Transactions of the Royal Society B menemukan bahwa manusia 30 kali lebih mungkin tertawa saat bersama orang lain. Menariknya, kecenderungan ini sangat konsisten terlepas dari seberapa lucu lawan bicaranya. Artinya, kebiasaan ikut tertawa ini juga bisa mencerminkan karakter bawaanmu sebagai pendengar.
Merangkum ulasan psikolog klinis Dr. Natalie Feinblatt di laman Parade, mari simak 5 ciri kepribadian orang yang tetap tertawa meski tidak sepenuhnya paham leluconnya!