5 Ekspektasi Gen Z di Dunia Kerja

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 04 Sep 2026 16:30 WIB
Tidak Menjawab Urusan Kerja di Luar Jam Kantor
Tidak Bekerja di Luar Jam Kantor/Foto: Magnific

Ekspektasi Gen Z di dunia kerja ternyata tidak selalu soal gaji tinggi, jabatan cepat, atau fasilitas kantor yang mewah. Bagi generasi ini, beberapa batasan sederhana justru dianggap sebagai standar yang seharusnya sudah wajar.

Kalau kamu termasuk Gen Z, mungkin beberapa poin berikut terasa sangat relate. Kamu tetap ingin bertanggung jawab atas pekerjaan, tetapi bukan berarti seluruh hidup harus berputar mengelilingi pekerjaan tersebut.

Perbedaan cara pandang inilah yang kemudian sering memunculkan perdebatan antargenerasi. Bagi sebagian pekerja senior, beberapa sikap Gen Z mungkin terlihat kurang loyal, sedangkan bagi anak muda, semuanya hanya bagian dari keseimbangan hidup. Yuk kita simak apa saja ekspektasi Gen Z di dunia kerja dilansir dari Your Tango!

Tidak Menjawab Urusan Kerja di Luar Jam Kantor

Tidak Bekerja di Luar Jam Kantor/Foto: Magnific

Pernah nggak, Beauties, baru sampai rumah lalu tiba-tiba ada pesan kantor masuk? Kalau kamu memilih menjawabnya besok, keputusan tersebut mungkin bukan berarti kamu malas. Gen Z cenderung menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka tetap menyelesaikan tanggung jawab selama jam kerja, tetapi tidak selalu merasa harus membalas telepon atau email saat akhir pekan.

Bagi Gen Z di dunia kerja, waktu pribadi dianggap penting untuk keluarga, hubungan sosial, istirahat, dan aktivitas yang membuat hidup tetap seimbang.

Tidak Wajib Ikut Acara Kantor Setelah Pulang

Tidak Ikut Acara Setelah Pulang Kantor/Foto: Magnific

Kalau ada acara happy hour setelah kantor, kamu mungkin pernah memilih langsung pulang. Bukan karena membenci rekan kerja, tetapi memang ingin menggunakan waktu tersebut untuk kehidupan pribadi.

Gen Z tidak selalu tertarik mengikuti perjalanan perusahaan, acara akhir pekan, atau kegiatan tambahan hanya demi membangun kesan loyal. Mereka lebih nyaman ketika hubungan profesional tetap memiliki batas yang sehat.

Karena itu, ekspektasi Gen Z bukan berarti menolak bersosialisasi sepenuhnya. Mereka hanya ingin punya pilihan untuk menentukan kapan pekerjaan dan kehidupan sosialnya berlangsung.

Berani Pindah Kerja demi Pengalaman

Berani Pindah Kerja untuk Cari Pengalaman/Foto: Magnific

Dulu, bertahan puluhan tahun di perusahaan yang sama sering dianggap sebagai bukti loyalitas. Namun, pola tersebut tidak selalu menjadi tujuan utama bagi generasi muda sekarang.

Dalam materi yang diberikan, hanya sekitar 25 persen Gen Z yang tertarik mengalami perkembangan cepat dalam perusahaan yang sama. Sisanya lebih menghargai pengalaman berbeda dan peluang menemukan pekerjaan yang terasa lebih cocok.

Jadi, ketika Gen Z di dunia kerja memutuskan pindah, belum tentu mereka sedang menyerah. Bisa saja mereka melihat keputusan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Bisa Membicarakan Kesehatan Mental dan Nilai Pribadi

Berani Membicarakan Kesehatan Mental/Foto: Magnific

Beauties, membicarakan kondisi mental di tempat kerja mungkin masih terasa sensitif bagi sebagian orang. Namun, Gen Z cenderung lebih terbuka mengenai hal tersebut dibandingkan generasi sebelumnya.

Mereka juga mencari perusahaan yang memiliki nilai dan tujuan yang selaras dengan keyakinan pribadi. Karena itu, pembicaraan mengenai kesehatan mental, cuti sakit, hingga kebutuhan tertentu semakin dianggap sebagai bagian dari kesejahteraan.

Sikap terbuka ini terkadang dianggap kurang profesional oleh generasi lebih tua. Padahal, bagi anak muda, menjaga kesehatan diri membantu mereka tetap mampu menjalankan pekerjaan dengan baik.

Berani Mempertanyakan Tradisi Kantor

Berani Mempertanyakan Tradisi Kantor/Foto: Magnific

Kenapa harus selalu memakai aturan lama kalau situasinya sudah berubah? Pertanyaan sederhana seperti ini cukup menggambarkan cara sebagian Gen Z melihat dunia kerja.

Mereka berani mempertanyakan berbagai kebiasaan, mulai dari aturan berpakaian hingga kebijakan cuti. Bukan selalu karena ingin melawan atasan, tetapi karena mereka merasa lingkungan kerja juga seharusnya bisa berkembang.

Inilah yang membuat ekspektasi Gen Z di dunia kerja terkadang terlihat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tidak selalu menerima sesuatu hanya karena, “Dari dulu memang begitu.”

Sebetulnya, banyak ekspektasi Gen Z di dunia kerja sebenarnya terdengar cukup sederhana. Mereka ingin menyelesaikan pekerjaan, memiliki batas waktu yang sehat, dan tetap mempunyai kehidupan di luar kantor.

Perbedaannya, generasi ini lebih berani menyuarakan kebutuhan tersebut. Jadi, menurut kamu, lima hal tadi memang bare minimum atau justru terlalu banyak untuk dunia kerja?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.