5 Fakta Serangan Israel ke Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa: Lempar Granat ke Perempuan yang Sedang Baca Al Qur'an

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 06 Apr 2023 11:30 WIB
5 Fakta Serangan Israel ke Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa: Lempar Granat ke Perempuan yang Sedang Baca Al Qur'an/Foto: (Ahmad Gharabli/AFP/Getty Images)

Polisi Israel melancarkan serangan terhadap jemaah Palestina yang tengah beribadah di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Rabu (5/4) subuh waktu setempat. Dilaporkan tujuh warga Palestina alami luka-luka akibat peluru karet dan pemukulan dalam bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dilansir dari Middle East Eye, lusinan petugas bersenjata berat menyerbu lokasi. Mereka terlihat menggunakan granat kejut dan menembakkan gas air mata ke ruang sholat Qibli (bangunan dengan kubah perak), di mana ratusan pria, perempuan, orang tua, dan anak-anak menghabiskan waktu untuk beribadah. Beberapa saksi mata mengatakan peluru baja berlapis karet juga ditembakkan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta serangan Israel ke jamaah Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Jemaah Dipukuli dengan Kejam

Polisi Israel Gerebek Jamaah Iktikaf di Masjid Al Aqsa/ Foto: (Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency/Getty Images)

Petugas Israel dilaporkan memukuli jemaah dengan pentungan dan senjata anti huru hara, melukai banyak orang, sebelum akhirnya menangkap para jemaah. Video yang beredar di media sosial menunjukkan petugas Israel berulang kali memukul orang dengan pentungan sementara mereka tampak berbaring di lantai. Sementara itu, teriakan minta tolong dari perempuan dan anak-anak terdengar memenuhi ruangan.

Pasukan Israel Memblokir Petugas Medis

Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan telah menerima banyak laporan tentang jemaah yang cedera di Masjid Al-Aqsa, tetapi tidak dapat memperkirakan jumlah korban. Sebab, pasukan Israel memblokir petugas medis untuk menjangkau yang terluka. Bahkan, seorang petugas medis diserang oleh petugas polisi Israel dan terluka di luar salah satu gerbang masjid.

Seorang juru bicara PRCS mengatakan bahwa jemaah yang terluka dalam serangan itu telah dievakuasi tetapi mereka tidak tahu siapa dan ke mana mereka dibawa.

Media lokal mengatakan puluhan orang terluka dalam serangan itu dan luka-luka itu termasuk memar, patah tulang, dan sesak napas karena menghirup gas air mata. Beberapa video dari tempat kejadian yang dipublikasikan secara online menunjukkan orang-orang yang tampaknya tidak sadarkan diri.

(naq/naq)