5 Film dengan Kostum Ikonis yang Jadi Sorotan

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Minggu, 06 Sep 2026 12:30 WIB
Breakfast at Tiffany’s (1961)
Breakfast at Tiffany's (1961)/Foto: imdb.com

Film adalah karya seni, tanpa terkecuali kostum yang dipakai oleh para karakter film tersebut. Pilihan kostum tidak hanya dijadikan sebagai pelengkap penampilan para karakter, tetapi juga dapat sebagai pembangun suasana, memperkuat identitas karakter, hingga mampu melekat di benak penonton.

Tak heran jika ada sejumlah film yang tetap dikenang berkat kostumnya yang unik, tak lekang oleh waktu, bahkan menjadi perbincangan di dunia fashion hingga sekarang. Kalau kamu pencinta fashion, lima film berikut wajib masuk watchlist.  

Breakfast at Tiffany’s (1961)

Breakfast at Tiffany's (1961)/Foto: imdb.com

Siapa yang tidak mengenal Audrey Hepburn? Aktris yang menjadi ikon mode tahun 1950-an dan 1960-an ini tentu tidak bisa dilewatkan. Pada tahun 1961, Audrey Hepburn menjadi tokoh utama pada film Breakfast at Tiffany’s yang mengikuti kisah Holly Golightly (Audrey Hepburn), perempuan muda yang menjalani kehidupan glamor di New York hingga bertemu dengan tetangganya, Paul Varjak (George Peppard). Kisah keduanya berkembang menjadi romansa yang dibalut dengan suasana kota New York yang elegan dan penuh pesona.

Selain ceritanya, yang menjadikan film ini  legendaris adalah kostum rancangan Hubert de Givenchy yang dikenakan Hepburn. Salah satu yang paling diingat dari film ini adalah little black dress pada adegan pembuka saat Holly menikmati sarapan di depan etalase Tiffany & Co. Hingga kini, penampilan tersebut masih dianggap sebagai salah satu momen fashion paling berpengaruh dalam sejarah perfilman dan menjadikan Breakfast at Tiffany’s sebagai film yang wajib ditonton pencinta fashion.

Marie Antoinette (2006)

Marie Antoinette (2006)/Foto: imdb.com

Film karya sutradara perempuan, Sofia Coppola, Marie Antoinette, merupakan film yang dibintangi oleh Kirsten Dunst sebagai Ratu Marie Antoinette dan Jason Schwartzman sebagai Raja Louis XVI. Film mengisahkan perjalanan Marie Antoinette sejak meninggalkan Austria hingga menjadi Ratu Prancis, lengkap dengan kehidupan istana yang mewah sekaligus penuh tekanan.

Visual film ini semakin memikat berkat deretan kostum bergaya Rococo yang dirancang dengan detail dilengkapi warna-warna pastel yang lembut. Busana karya Milena Canonero berhasil menghidupkan nuansa kemewahan abad ke-18 sekaligus menghadirkan sentuhan modern yang khas. Berkat karyanya tersebut, Canonero bahkan meraih Academy Award untuk kategori Best Costume Design di tahun 2007.

Cruella (2021)

Cruella (2021)/Foto: imdb.com

Cruella merupakan film yang mengikuti perjalanan Estella Miller (Emma Stone), perempuan muda berbakat yang bercita-cita menjadi desainer fashion di London pada era 1970-an. Ambisinya membawanya bertemu dengan Baroness von Hellman (Emma Thompson), desainer ternama yang kemudian menjadi rival sekaligus sosok penting dalam perjalanan Estella hingga bertransformasi menjadi Cruella.

Desainer untuk film ini, Jenny Beavan, berhasil memperlihatkan perkembangan karakter Cruella melalui pilihan busananya yang semakin berani dan teatrikal seiring berjalannya film. Mulai dari gaun merah dramatis hingga siluet bernuansa punk, setiap kostum dirancang untuk memperkuat identitas sang karakter. Berkat desain yang kreatif dan penuh detail, Jenny berhasil memenangkan Academy Award untuk kategori Best Costume Design di tahun 2022.

Mrs. Harris Goes to Paris (2022)

Mrs. Harris Goes to Paris (2022)/Foto: imdb.com

Film Mrs. Harris Goes to Paris dibintangi oleh aktris legendaris asal Inggris, Lesley Manville sebagai Ada Harris. Menceritakan seorang janda asal London yang bermimpi memiliki gaun rancangan Christian Dior. Demi mewujudkan impian tersebut, ia rela menabung hingga akhirnya pergi ke Paris dan mengunjungi rumah mode Dior.

Selain bisa menjadi comfort movie, film ini juga memanjakan mata lewat deretan koleksi haute couture Dior yang elegan. Siluet khas era 1950-an, detail bordir yang rumit, serta suasana rumah mode Dior membuat setiap adegan terasa seperti editorial fashion. Film ini bisa menjadi pilihan favorit tanpa drama yang berat dan rancangan haute couture yang memanjakan mata.

The Devil Wears Prada (2006)

The Devil Wears Prada (2006)/Foto: imdb.com

Tentu saja, kita tidak bisa melewatkan film satu ini. Terdapat alasan mengapa mereka membuat sequel film ini 20 tahun kemudian. The Devil Wears Prada akan terus menjadi perbincangan dengan alur cerita, karakter, dan tidak lupa pilihan kostumnya yang didominasi koleksi dari berbagai rumah mode mewah.

The Devil Wears Prada yang dibintangi Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, jurnalis muda yang bekerja sebagai asisten Miranda Priestly (Meryl Streep), pemimpin majalah fashion ternama. Pengalaman tersebut perlahan mengubah cara Andy memandang industri mode sekaligus dirinya sendiri.

Transformasi gaya Andy sepanjang cerita menjadi salah satu elemen yang paling diingat penonton. Hingga kini, film ini masih dianggap sebagai salah satu film bertema fashion yang terus menjadi referensi dalam budaya populer.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE