5 Hal Sering Dilakukan Introvert yang Bisa Membingungkan Orang Lain

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Jumat, 02 Jan 2026 20:00 WIB
1. Tampak Tenang di Luar, Tetapi Merasa Kacau di Dalam
Hal Sering Dilakukan Introvert yang Bisa Membingungkan Orang Lain/Foto: Pexels.com/ Felix Young

Introvert sering kali mendapat stereotip yang buruk. Ketika seseorang mengetahui bahwa orang lain adalah seorang introvert, mereka mungkin secara langsung berasumsi bahwa orang tersebut tidak menyukai orang lain, membenci bersosialisasi, dan sangat pemalu. Padahal, ada banyak hal lain tentang introvert yang tidak terlihat di permukaan.

Melansir dari Your Tango, bagi sebagian orang, introvert sedikit membingungkan dalam cara mereka berpikir. Bahkan, ada hal-hal tertentu yang dilakukan introvert secara teratur yang membingungkan orang biasa. Entah itu selektif dalam memilih teman, spontanitas mereka yang tersembunyi, atau menolak untuk terbuka meskipun ingin menjalin hubungan, introvert adalah kepribadian yang cukup unik.

Nah, untuk mengenalinya, berikut beberapa hal yang dilakukan introvert yang terkadang bisa membingungkan orang lain. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Tampak Tenang di Luar, Tetapi Merasa Kacau di Dalam

Hal Sering Dilakukan Introvert yang Bisa Membingungkan Orang Lain/Foto: Pexels.com/ Felix Young

Para introvert memproyeksikan penampilan luar yang tenang, sementara di dalam mereka berteriak meminta semacam pelepasan emosional. Mereka mampu menyembunyikan perasaan mereka terhadap orang lain, sehingga sulit bagi orang lain untuk membaca apa yang mereka pikirkan.

Mereka berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja, padahal sebenarnya, seluruh dunia mereka bisa saja sedang kacau. Bahkan jika mereka mengalami gejolak apa pun, bahkan teman dan orang terdekat mereka pun tidak akan pernah menyadarinya.

2. Mengalami FOMO

Mengalami FOMO/Foto: Pexels.com/ Chu Chup Hinh

Salah satu hal yang sering dilakukan oleh para introvert yang membingungkan orang lain adalah terus-menerus mengatakan bahwa mereka tidak ingin keluar dan bersosialisasi, tetapi kemudian menderita rasa takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO). Jauh di lubuk hati, mereka ingin menjadi pusat perhatian di pesta, meskipun menikmati waktu sendirian untuk mengisi ulang energi.

Liburan yang tenang di rumah pada akhirnya adalah ide mereka tentang malam yang sempurna. Tetapi mereka sering bermimpi untuk berada di luar dan di tengah keramaian orang. Ketika kesempatan muncul untuk melakukan itu, mereka mungkin dengan cepat tersadar dan kembali menutup diri.

3. Kepribadian Mereka Berubah Tergantung dengan Siapa Mereka Bersosialisasi

Kepribadian Mereka Berubah Tergantung dengan Siapa Mereka Bersosialisasi/Foto: Pexels.com/ Chu Chup Hinh

Meskipun tampak antisosial, ketika para introvert mengenal orang-orang di sekitar mereka dengan sangat baik, mereka sangat menyenangkan dan tahu bagaimana bersantai. Tetapi mereka pemalu dan pendiam di sekitar orang asing atau dalam kelompok besar orang. Hanya segelintir orang yang mengetahui kepribadian mereka yang sebenarnya.

Introvert bukan berarti selalu pendiam atau antisosial. Mereka hanya lebih selektif dalam menyalurkan energi. Saat berada di lingkungan atau bersama orang yang membuat mereka nyaman, introvert bisa berubah menjadi versi diri yang jauh lebih ekspresif. Sebaliknya, ketika berada di situasi yang terasa asing, menekan, atau tidak aman secara emosional, introvert akan kembali menjadi lebih tertutup dan hemat bicara.

4. Ingin Menghabiskan Waktu Tanpa Bersosialisasi

Ingin Menghabiskan Waktu Tanpa Bersosialisasi/Foto: Pexels.com/ meomupmofilm

Introvert sebenarnya bukan tidak suka orang lain. Mereka hanya memiliki cara berbeda dalam mengisi ulang energi. Jika bersosialisasi terlalu lama, energi introvert bisa cepat terkuras. Karena itu, memilih waktu sendiri bukan bentuk penolakan, melainkan kebutuhan emosional. Sayangnya, kebutuhan ini sering berbenturan dengan ekspektasi sosial yang menganggap kebersamaan sebagai satu-satunya tanda kedekatan.

Hal yang sering luput dipahami adalah, introvert bisa sangat menikmati kebersamaan, asalkan tidak berlebihan. Mereka senang ngobrol mendalam, tertawa bersama orang terdekat, dan berbagi cerita bermakna. Namun setelah itu, mereka butuh jeda. Ketika jeda ini tidak dihormati, introvert justru semakin ingin menarik diri lebih jauh.

5. Merasa Canggung Secara Sosial

Merasa Canggung Secara Sosial/Foto: Pexels.com/ Phil Nguyen

Hal lain yang membuat canggung adalah ketidaksukaan introvert pada percakapan dangkal. Small talk sering terasa melelahkan karena tidak memberi makna. Saat obrolan hanya berputar pada hal-hal ringan tanpa arah, introvert bisa kehabisan energi dan ide, lalu memilih diam. Dari luar terlihat canggung, padahal di dalam mereka hanya menunggu momen yang terasa lebih tulus.

Tekanan sosial juga berperan besar. Ekspektasi untuk selalu ramah, cepat merespons, dan aktif berbicara bisa membuat introvert semakin tegang.

Bagi introvert sendiri, penting untuk berhenti menyalahkan diri. Merasa canggung bukan tanda kurang kemampuan, melainkan sinyal bahwa tubuh sedang beradaptasi. Memberi diri waktu, memilih situasi yang nyaman, dan tidak memaksakan diri tampil sempurna bisa sangat membantu. Kadang, hadir dan mendengarkan saja sudah cukup.

Pada akhirnya, hal-hal yang dilakukan introvert mungkin tampak membingungkan di permukaan. Namun, jika dilihat lebih dalam, semuanya berakar pada kebutuhan akan ketenangan, makna, dan kejujuran terhadap diri sendiri. Dengan saling memahami, perbedaan ini justru bisa memperkaya hubungan dan cara kita memandang satu sama lain.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE