5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Lebih Menerima Diri

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Selasa, 13 Oct 2026 09:15 WIB
1. Berterima Kasih pada Rasa Takut Ditolak
Menekan rasa takut ditolak justru bisa membuat perasaan tersebut semakin kuat. Menurut teori psikologi, menerima rasa takut dengan lebih penuh perhatian dapat membantu kita agar tidak terlalu dikendalikan olehnya./ Foto: magnific.com

“Apakah aku cukup baik?” Pertanyaan sederhana ini ternyata bisa menghantui banyak orang. Kita mungkin terus mempertanyakan apakah sudah cukup pintar, menarik, sukses, menyenangkan, atau layak dicintai oleh orang lain.

Namun, sebenarnya untuk siapa kita berusaha membuktikan semua itu? Apakah untuk lingkungan sekitar, orang tua, pasangan, atau justru standar yang kita buat sendiri?

Menurut Marisa G. Franco, seorang psikolog, pembicara, sekaligus penulis yang telah bertahun-tahun meneliti self-worth, salah satu kunci untuk benar-benar merasa berharga adalah berhenti mengukur diri berdasarkan standar eksternal. Bahkan, kita tidak perlu terus-menerus mengukur diri sama sekali.

Autentisitas atau menjadi diri sendiri berkaitan dengan kesejahteraan. Dalam meta-analisis terhadap puluhan penelitian, peneliti bahkan menggambarkan autentisitas sebagai salah satu inti dari well-being.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mulai menerima diri dan merasa lebih berharga? Yuk, simak selengkapnya, Beauties!

1. Berterima Kasih pada Rasa Takut Ditolak

Menekan rasa takut ditolak justru bisa membuat perasaan tersebut semakin kuat. Menurut teori psikologi, menerima rasa takut dengan lebih penuh perhatian dapat membantu kita agar tidak terlalu dikendalikan olehnya./ Foto: magnific.com

Menekan rasa takut ditolak justru bisa membuat perasaan tersebut semakin kuat. Menurut teori psikologi, menerima rasa takut dengan lebih penuh perhatian dapat membantu kita agar tidak terlalu dikendalikan olehnya./ Foto: magnific.com

Takut ditolak adalah hal yang manusiawi, terutama ketika kita ingin merasa diterima oleh orang-orang yang penting bagi kita. Namun, berusaha menghilangkan atau menekan rasa takut tersebut justru dapat membuatnya semakin kuat.

Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai ironic process theory. Cobalah melihat rasa takut bukan sebagai musuh, tetapi sebagai sinyal yang meminta perhatian dan kasih sayang.

Alih-alih melawannya, kamu bisa berkata dalam hati, “Terima kasih sudah berusaha melindungiku.” Dengan begitu, rasa takut tetap ada tanpa harus menentukan setiap tindakan yang kamu ambil.

2. Lihat Dirimu dari Sudut Pandang Teman

Kesalahan atau kekurangan sering terlihat jauh lebih buruk ketika kita menilainya sendiri. Menurut penelitian, melihat diri dari perspektif orang lain dan memberikan rasa kasih sayang dapat membantu seseorang menjadi lebih autentik./ Foto: magnific.com/jcomp

Kesalahan atau kekurangan sering terlihat jauh lebih buruk ketika kita menilainya sendiri. Menurut penelitian, melihat diri dari perspektif orang lain dan memberikan rasa kasih sayang dapat membantu seseorang menjadi lebih autentik./ Foto: magnific.com/jcomp

Pernah nggak kamu menganggap satu kesalahan sebagai bukti bahwa dirimu tidak cukup baik? Padahal, kalau temanmu melakukan kesalahan yang sama, mungkin kamu justru mengatakan bahwa itu hal yang wajar.

Menurut sebuah penelitian, semakin seseorang mampu menunjukkan self-compassion terhadap bagian dirinya yang dianggap kurang sempurna, semakin autentik pula dirinya.

Cobalah membayangkan sahabat terbaikmu sedang berbicara kepadamu setelah kamu melakukan kesalahan. Kemungkinan besar, dia tidak akan mengatakan bahwa satu kesalahan menentukan nilai dirimu sebagai manusia.

3. Tulis Apa yang Bisa Kamu Dapatkan dari Penolakan

Penolakan memang terasa menyakitkan, tetapi bukan berarti kamu tidak akan baik-baik saja setelah mengalaminya. Menuliskan kemungkinan manfaat dari penolakan dapat membantu mengurangi kecemasan dan membuat kita lebih mampu menerima diri./ Foto: magnific.com

Penolakan memang terasa menyakitkan, tetapi bukan berarti kamu tidak akan baik-baik saja setelah mengalaminya. Menuliskan kemungkinan manfaat dari penolakan dapat membantu mengurangi kecemasan dan membuat kita lebih mampu menerima diri./ Foto: magnific.com

Rasa takut tidak cukup baik sering bertahan karena kita membayangkan penolakan sebagai sesuatu yang tidak akan sanggup kita hadapi. Padahal, jika seseorang tidak menyukaimu, bukan berarti hidupmu berakhir.

Menurut pendekatan psikologi dalam sumber tersebut, menyadari bahwa kita tetap bisa baik-baik saja setelah ditolak dapat membantu kecemasan perlahan berkurang. Bahkan, pengalaman itu bisa mengajarkan kita untuk menerima kehilangan, bangkit, dan lebih mengutamakan penerimaan terhadap diri sendiri.

Cobalah menuliskan apa saja yang mungkin kamu pelajari atau dapatkan jika suatu hari mengalami penolakan. Menulis juga dapat membantu seseorang mencapai pemaknaan yang lebih dalam dan mendukung kesehatan mental.

4. Buat Daftar Kelebihan Diri

Ketika terlalu sibuk mencari validasi, kita sering lupa bahwa diri sendiri memiliki banyak kualitas positif. Menuliskan kekuatan diri dapat membantu membangun kepercayaan bahwa kita tidak perlu berusaha terlalu keras agar disukai orang lain./ Foto: magnific.com

Ketika terlalu sibuk mencari validasi, kita sering lupa bahwa diri sendiri memiliki banyak kualitas positif. Menuliskan kekuatan diri dapat membantu membangun kepercayaan bahwa kita tidak perlu berusaha terlalu keras agar disukai orang lain./ Foto: magnific.com

Apakah kamu tahu apa saja hal yang kamu sukai dari dirimu sendiri? Jika belum, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuat daftarnya.

Tuliskan kekuatan yang kamu punya, mulai dari selera humor, kecerdasan, kepedulian, kreativitas, hingga kemampuan mendengarkan orang lain. Daftar ini bukan untuk membuatmu merasa lebih unggul, melainkan mengingatkan bahwa nilai dirimu tidak bergantung pada seberapa banyak orang menyukaimu.

Penelitian dalam sumber tersebut juga menunjukkan bahwa terlalu berusaha membuat orang lain menyukai kita justru dapat menjadi bumerang.

5. Buat dan Ulangi Mantra untuk Diri Sendiri

Mantra sederhana dapat membantu mengalihkan fokus dari penilaian orang lain kembali kepada diri sendiri. Menurut ahli, mantra akan lebih bermakna jika tidak sekadar diucapkan, tetapi benar-benar dihayati dan dirasakan./ Foto: magnific.com/benzoix

Mantra sederhana dapat membantu mengalihkan fokus dari penilaian orang lain kembali kepada diri sendiri. Menurut ahli, mantra akan lebih bermakna jika tidak sekadar diucapkan, tetapi benar-benar dihayati dan dirasakan./ Foto: magnific.com/benzoix

Ketika pikiran terlalu sibuk memikirkan pendapat orang lain, kamu bisa secara sadar mengembalikan perhatian kepada diri sendiri melalui sebuah mantra.

Pilih kalimat yang benar-benar terasa bermakna dan ulangi ketika mulai mencari validasi eksternal. Jangan hanya mengucapkannya secara otomatis, tetapi coba rasakan perubahan emosi setiap kali mengatakannya.

Beberapa mantra yang bisa dicoba antara lain:

  • “Aku ingin menjadi milikku sendiri terlebih dahulu.”
  • “Tujuanku bukan membuat mereka menyukaiku, tetapi menjadi diriku sendiri dan menerima konsekuensinya.”
  • “Orang yang paling penting untuk kubahagiakan adalah diriku sendiri.”
  • “Menjadi diriku sendiri selalu cukup.”

Kalau kamu mulai berhenti mencari validasi dari orang lain hari ini, hal kecil apa yang ingin kamu lakukan untuk lebih menerima dirimu sendiri, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE